img Merah Hitam Cinta #bukuke-1 womenpowerseries  /  Bab 3 Chapter 3 | 6.38%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Chapter 3

Jumlah Kata:2291    |    Dirilis Pada: 17/11/2021

edihkan. Ada satu hal ganjil yang Kanaya perhatikan. Dina sama sekali tidak berani memandang wajahnya. Ia sangat mengenal Dina. Kalau Din

at 'kan perjanjian kita?" Tukas Ghifari ketus. Kanaya tahu bahwa

tas tangan dan menyerahkan sebuah amplop putih be

ke rumahnya. Sama persis sama seperti yang ingin ia

kan kening. Bingung disodori amp

or suaminya tadi. Lagi-lagi Dina selangkah lebih

kit. Makin lama ekspresi wajahnya semakin tegang. Sedangkan Kanaya, ia hanya tersenyum kecil. Ia sudah mend

hamil. Kamu 'kan mandul, Din? Ka

. Tapi setelah aku pikir-pikir, anak ini juga berhak tau soal siapa ayahnya. Anak ini kan tidak salah apa-apa, Mas?" Tangisan pilu Dina hanya dipandang datar saja oleh Kanaya. Terlepas Dina hamil atau tidak. Ayah ba

kmu?" Bu Mariam yang sedari tadi memperhatikan kekacauan ini mencoba menyimpulkan sesuatu. Benang merah mulai saling terkait satu persatu. Sikap Kanaya yan

ni bermain api dengan sahabat istrinya sendiri. Sampai hamil lagi! Jujur keturunan Ghifari adalah hal yang paling ia inginkan saat ini. Tentu saja ia akan menerima dengan senang hati darah dagingnya sendiri. Cucu yang sangat ia idam-idamkan, kala

abila lah yang bersuara. Ia tidak tahan hanya diam saja melihat drama murahan di depan matanya. Ia sudah bertahun-tahun mengincar Ghifari. Masa ia dikalahkan sebegitu mudahnya oleh seorang janda kegatela* ini? Ia bukan Kan

Lihatlah dua orang pelakor saling menuding. Muak dengan segala drama-drama murahan yang berlangsung di depan matanya, Kanaya memutuskan untuk kembali ke dalam kamar.

a Safa di nomor kontaknya. Setelah menghela napas

?" Kanaya langsung saja mengatakan keing

lo ngomong kagak pake intro. Mana suar

ja ada perubahan dalam intonasi suaranya, ia akan

a. Eh by the way,

lalu lo love, gue ada di kebun kopi, Nay. Eh

pi keluarga lo sampai gue lahiran, bisa nggak Fa? Gue

ata-kata lo tadi secara garis besar aja, biar gue n

e nggak mau kalau Mas Fari tau gue sedang hamil anaknya. So, gue mau semedi di kebun kopi s

an lagi. Si Di

ab dengan seorang pasien yang di duga mandul? Yang sering ketemu sama gue

setiba lo di sini, baru kita atur segala sesu

Tinggal satu masalah

k ngebolehin gue nginjek perkebunan

membuat Kanaya resah. Haikal memang sangat memben

dari keluarga Baihaqi. Udah, lo nggak usah khawatir. Secep

aban aaminn dari Safa, Kanaya memutus menutup panggilan telepon. Suara-suara orang yang berbicara dalam waktu yang bersamaan kian kencang di ruang tamu. Kanaya menajamk

k Sumi, Asisten Rumah Tangganya berpesan bahwa ia ditung

adegan silat lidah Dina dan suaminya di kantor tadi. Pikiran-pikiran liarnya terus berseliweran karena kemarahan yang belum terlampiaskan. Makanya ia berniat untuk mendinginkan hati dan kepalanya terlebih dahulu. Bertanya jujur pada dirinya sendiri, apa sebenarnya yang ia inginkan dalam situasi ini? Apa yang sekiranya bisa membuatnya bahagia

an sahabatnya itu terlihat lesu dan bingung. Dari sekilas pandang ini saja, Kanaya sudah bisa menyimpulkan sesuatu. Bahwasannya rencana besar Dina itu tidak menemukan muaranya. Kana

n Nabila sudah tidak tampak lagi. Sepertinya bapak mertuanya tidak ingin ada t

dan mendekati sofa. Ia memilih duduk di samping ibu mertu

n kami ini," Kanaya hanya mengangguk kecil. Apapun keputusan keluarga besar ini toh tidak akan ada hubung

uf menghentikan kata-katanya sejenak. Ia ingin melihat reaksi menantunya. Apakah menantunya ini marah, kecewa atau sedih. Namun sampai sejauh ini air muka menantunya ini biasa-biasa saja. Tidak ada kemarahan atau kesedi

. Artinya, anak itu akan kami terima dengan tangan terbuka, tapi ibunya tidak. Keluarga Albani tidak akan mungkin menerima seorang janda dengan riwayat cerai. Terlebih lagi akhlaknya

i prajurit yang kalah perang? Heh, Dina akhi

dan suami. Tetapi bagaimana pun ia adala

kan, Yah? Coba kalau Naya yang s

anak itu bukan anak Fari, maka Ayah akan menuntut Dina atas dasar pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan." Di akhir kalimat ayah mertuanya dengan sengaja menatap Dina. Dan kali ini Kanaya bena

n keputusan kami?" Pertanyaan ayah mertuanya membuat Ghifari, Dina dan ibu mertua

ri hal yang bukan urusan N

ksudnya?" Ayah mertuan

ari, Yah. Jadi apapun keputusan Ayah dan keluarga, tidak a

eharusnya ia bahagia karena tidak diceraikan dan malah mendapat anugerah seorang anak. Ia memang salah. Tetapi toh ia sudah mencoba menyelesaikan permasalahan dengan

Tetapi karena perselingkuhan Mas. Masalah hamil atau tidak hamilnya Dina, itu masalah lain. Apakah Mas pi

na lain yang ada di luar sana. Naya sudah tidak bisa lagi mempercayai Mas. Dan perni

ay?" Mata suaminya berkaca-kaca. Penyes

tai dan setia pada Naya lebih lama dari selama-lamanya. Tapi sekarang apa yang terjadi, Mas? Mas malah menjadi orang yang paling menyakiti Naya lebih sakit dari

maafkan Mas kali ini? Kali ini saja, Nay?" pinta Ghifari mengiba-iba. Ia

yak perempuan baik-baik yang antri mau menjadi istrimu di luar sana. Kamu tidak perlu terus memohon-mohon seperti ini." D

dan Nabila misalnya. Benar 'kan, Bu?" sindir Kanaya kalem. Walau ibu mertuanya tidak membalas kata-katanya, tapi delikan matanya sudah mewakilkan. Ibu mer

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY