img Hasrat Sang Guru  /  Bab 4 Grisse | 4.44%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Grisse

Jumlah Kata:1097    |    Dirilis Pada: 19/11/2021

keluar ruangan, Vidwan memintaku untuk memanggilnya dengan nama saja, tanpa embel-embel guru. A

manggil Anda seperti itu khus

ke, tapi ketika kita hanya berdu

tangan dengan dua jemari terac

menunduk. Ia mendekatkan wajahny

dengar sangat jelas karena heningnya keadaan sekitar.

tu menggoda, Grisse." Bisik Vidwan sambil me

Puji Vidwan t

tuk menggoda Vidwan. Air muka laki-laki itu seketika beruba

engutuk lidah dan bibirku

menatapku dingin. Sungguh, ta

agi. Kali ini aku me

gin, tapi dengan sigap Vidwan mencengkeram daguku. Secepat kilat, bibirnya menyergap bibirku. Tangannya yang tadi berada di daguku pun berpindah ke area tengkuk. Kurasakan Vidwan men

e!" Tuntutnya den

m pernah

a. Ini adalah pengalaman pertamaku. Vidwan menatapku dengan sorot

sambil mengetatkan pelukan. Kurasaka

ung saat ini. Aku bingung dengan perlakuan V

idwan lebih dulu berjalan menuju pintu. Setelah pintu terbuka, ia mela

ri Vidwan. Sekilas, setelah melihat senyum dan binar mata Grace, aku

. Dengan enteng, Vidwan menggeleng kemudian mengatakan tidak. Vidwan menjelaskan pada Grace bahwa ia ingin kembali ke

khawatir, Grace kembali bertanya pada Vidwan, mengkhawatirkan

dian berpamitan pada Grace. Tak lupa aku meminta maaf pada Grace karena tidak jadi mengikuti latihan. Aku menggunakan ra

Tentu saja

i, tapi aku lebih memilih untuk kembali ke kamarku. Kuharap Vid

ku. Refleks aku menghentikan langkah. Aku sengaja tidak membalik badan agar b

Vidwan kembali mengulang kal

akut kembali berduaan dengan guruku yang tampan. Apalagi ingatan tentang sentuhan V

gipula, aku tidak mau kakimu kembali kram akib

gguk. Aku memandang laki-laki di depanku tak percaya. Namun, belum sempat aku kembali berkata-kata Vidwa

agi-lagi dari sikapnya Vidwan seolah tidak ingin membiarkanku tertinggal di belakangnya. Dengan santainya, Vidwan melingkarkan tangannya ke pinggangku. Aku tidak bisa menolak lagi, terlebih rasa asing itu kembali muncul. Menghadirkan desiran di hatiku, yang anehn

dwan sambil tersenyum.

an aku berpikir bahwa inilah takdir.

kd

rangan yang d

kata yang tadi hanya t

ni dan kita terhubung oleh kesamaan-kes

idwan....

dengan jodoh. Sepertinya sentuhan dan ciu

Ada apa?" Suara Vidwa

dak ada." A

pikirkan?" Aku tersentak mendengar su

u mencoba memal

menggerakkan wajahku kembali. Kubayangkan jika aku seperti itu, yang ada Vidwan akan kembali menciumk

h seperti itu?" Tidak kurasakan l

rnya dia

ngung. Entah aku merasa lega atau justru kecewa. Kulihat

erakkan kakiku perlahan. Vidwan menuntunku pada sofa berwarna

bilkan

perlu

up Vidwan sa

ai

sa menonton televisi dulu s

la

ndapati diriku memikirkan hal lain selain belajar, membuatku malu. Entah kenapa setelah masuk ke aparte

*

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY