img Gerhana  /  Bab 2 Chapter 2 | 4.08%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Chapter 2

Jumlah Kata:2068    |    Dirilis Pada: 25/11/2021

ng eh Pak Izar bermaksud untuk memeriksa luka saya." Gerhana buru-buru menjauhkan kepalanya sehingga tangan Abizar hanya menyentuh udara. Ia

erhana menghela napas lega. Syukurlah. Setidaknya adegan ala-ala sinetron tidak terjadi. Mbak Rani me

bih kompeten mengobati luka kamu dari pada dokter abal-abal ini. Kalau Dika itu kan dokter beneran. Bukan dokter amatiran seperti atasan ka

as amatiran, tapi setidaknya kan ada niat untuk menolong," Abizar ini sifatnya mir

ak Rani ya? Nggak perlu, Mbak. Cuma luka kec

possesive abis orangnya. Setiap pasien suaminya yang berusia di bawah lima pu

idak ada yang salah dengan komposisi drawing-an Bagas. Ia hanya mencari alasan untuk meninggalkan sepasang kekasih itu. Tidak enak menjadi obat nyamuk di antara dua insan yang sedang cinta-cintanya. I

bak Nuri ini menyukai kakaknya. Usia Mbak Nuri yang hampir dua tahun di atas kakaknya tidak menjadikannya minder. Mbak Nuri malah dengan bangganya mengatakan bahwa Mas Guruh akan bahagia lahir batin karena me

irinya penuh dengan dokumen sementara tangan kanannya memegang ponsel. Setelah

on Nana? Mau nraktir makan siang ya? Dite

k beli, asal kamu sukses mencomblangi Mbak dengan Mas-mu. Hehehe. Eh Na, makanan kes

Bener t

duh!" Gerhana meringis saat tidak sengaja menyentuh keningnya yang memar. Sepertinya pulang kantor nanti ia mem

Na? Kok kayak

rempet kios ma

sa? Tapi kamunya ngg

dikit doang. Ini Nana lagi nun

anteng ya, Na? Makanya sampai kamu tungguin? Seru juga ya, Na

tron, Mbak. Ketabrak, ke rumah sakit, jadian. Kalau di du

masak dulu di internet biar ntar hasil masakannya bisa dipertanggungjawabkan d

, Mba

hnya. Selena. Staff admin sekaligus teman baiknya di kantor ini. Karena di kantor ini penghuninya mayoritas laki-laki, kehadiran sesama rekan kerja wanita otomatis menjadikan mereka dekat. Selain Selen

aru aja tiga hari ortu lo ke luar kota, lo udah keteteran begini? Gimana kalo sebulan coba?" Sel

bangunin pagi-pagi. Lah ini ibu gue kagak ada di tempat, beginilah jadin

yang bangun kesiangan

kalau minum kopi harus ditemani dengan sepiring gorengan. Biar nikmatnya kenyang katanya. Ia juga selalu membuat kopinya sendiri alih-alih dibuatk

mutar bola matanya. Bagas ini ya begini ini orangnya. Suka nyamber pem

obil, gue akan memberi wejangan berharga untuk lo," tukas B

pa

u jangan kenceng-kenceng supaya

an, Bambank." Gerhana dan Selena meneria

us gue periksa ulang. Kalo nggak double check dan ada komposisi yang salah, bisa diginiin gue sama boss besar." Gerhana membuat gerakan menggorok lehernya sendiri. Ucapannya hanya disambut tawa ole

===========

nggal Joko, OB kantor yang tengah membersihkan ruangan. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang saja. Sepertinya anak si ibu benar-benar tidak ingin menerima pertanggung jawabannya. Tetapi ia akan tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Toh yang bermasalah itu antara i

Stealingnya sudah tidak ada lagi. Mungkin sedang diperbaiki. Setelah memarkirkan mobilnya, ia keluar dan bermaksud mena

ejak si ibu atau anaknya, ia malah bertemu dengan dua preman reseh tadi. Kalau tidak salah

u--" Gerhana menging

da berdua tahu

diabisin sama si Tangguh?" Barda mend

rugi atas kerusakan yang tid

ari tadi." Sikap Barda m

ke rumahnya, ntar lo dimaki-maki lagi sama si Tangguh. Udah, siniin duitnya?" Ba

a telapak tangannya. "Terus nanti Anda harus bersedia saya

segala? Lo nggak percaya ya sama gue?" Bentak Bard

ketemunya tidak enak lagi. Bagaimana saya bisa mempercayai Anda begit

akan gue kasih ke Bu Wardah. Suwer!" Barda meng

" Gerhana kembali menggelengkan kepalanya. "Begini aja, Anda beritahu saya alamat lengkap si ibu dan

ea

ue sama ini bocah, siap-siap aj

belalang,

ardah rupanya. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Capek-capek ditungguin dari tad

uma becanda doang elah. Iya kan, Jak?" Barda menyenggol Jaka yang berdiri di sampingnya.

ndiri kayaknya ada rezeki nomplok yang menghampiri. Rezeki no

g satu ons ini memang payah kalau diajak bekerja sama. Otaknya belum

k kepalanya yang tidal gatal. Salah

geram. Ia kemudian berpaling pada Gerhana yang cengo memandang perseteruan antar preman live show di depan matanya.

esibel suaranya membuat Gerhana meringis. Subhanallah ternyata Abizar ada saingannya sekarang. Anak Bu Wardah ini gualake poll! Setela

Tapi saya tidak suka merugik

uh!

hu Tangguh. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Tangguh akan berbalik dengan ti

bersuara. Rasa sakitnya menghilangkan kemampuan

rhana membeku. Posisinya saat ini dekat sekali dengan Tangguh. Ia sampai bisa melihat jakunnya yang bergerak-gerak dan rahangn

gi saat Tangguh menye

tu lagi. Jangan berani-berani mendatangi rumah saya. Ingat itu!" Kali ini Tangguh benar-be

Lo liat aja, gue akan melakukan apapu

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY