img AKU DAN TEMAN SUAMIKU  /  Bab 5 5. Hamil | 9.09%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 5. Hamil

Jumlah Kata:1220    |    Dirilis Pada: 26/11/2021

akin deras air itu tumpah, tanpa bisa dibendungnya. Bahu bergetar tanda menahan kepedihan atas semua yang ia jalani saat ini. Ditariknya selimut bulu bermotif hello kitty menutupi tubuh polos

a kepedihan i

kontrol ke dokter asma. Tara pun menjalani hari seperti biasa mengajar anak-anak tetangga calistung di pagi dan sore hari. Sore ini ia

an Fia hidup berdua. Yaah..hidup berdua, karena Z

piri Tara yang sedang

menoleh tersenyum

apa n

" Tara

anya Fia lagi semaki

ja, sayang." Tara

kini sudut bibirnya turun ke

enangkan putri kecilnya, bagaimana pun dua hari Zaka pernah menginap disini memberi kesan pada Fia sosok diriny

ng datang. Wajahnya cemberut kembali duduk di bawah memegang bonekanya, begitu terus sampai ada empat mobil yang lewat di depan rumahnya, Fia berlari ke jendela. Tara menatap iba pa

eseorang yang dinanti Fia

anya, berlari men

a," ucapnya kegirangan

ntuk suaminya. "Wa'alaykumussalam," sahut

tengah menggendong Fia. Putri kecil Tara si

an kaos kaki suaminya, sedikit canggung Zaka membiarkan Tara melakukannya. Setelahnya kaos kaki tersebut dim

mbut Fia lembut dan menaruhnya di sofa beserta bonekanya. Putri k

, lalu mencium pipi kiri Fia. Fia tertawa senang, menatap lel

anya dengan rapi. Tara melewati cermin, kucel! Cepat Tara bersisiran, lalu menguncir ekor kuda rambut sebahunya. Mengangkat tangan sampa

lle

asuk, karena kaget keduanya berbenturan, kening Tara mengenai dada polos Zaka, k

akan untuk menyiapkan makanan. Zaka memperhatikan Tara sambil

engah duduk menyantap makan malam dengam sayur asem, cumi asin

wabnya masih asik melahap

t apa

sin

ak Mei lekas s

ngan tenang, tak bertanya lag

mbil menatap Tara intens, Tara tersen

ggam erat jari telunjuk Zaka. Tara tersenyum bahagia, paling tidak putri kecilnya memiliki sosok ayah, walaupun sesekali datang, tapi tak apalah. Tara rela, asa

atas ranjang dengan hati-hati agar tak membangunkannya. Zaka masih menemani Fia, rebahan di sampingnya. Lalu Tara

aka sambil mene

a tak terlalu larut dalam alunan sentuhan lelaki itu, namun raganya seakan tak setuju, raga itu menikmati, walaupun tetap gul

Tara. Harga dirinya sebagai wanita hancur berkeping-keping. Menangisi hatinya yang ternyata cemburu deng

, tak ingin dilihat cengeng oleh Zaka, Zaka tak boleh tahu bahwa dirinya kalah dengan

memakai baju kaos serta celana pa

capnya sambil mer

erdiam

nya terbit, bagaimanapun kabar itu adalah kabar bahagia bagi Zaka dan Mei yang

imak

am waktu lama tidak bis

elulangnya rasa remuk. Kecewa sungguh kecewa, itulah jerit di hatin

Fia dan tersenyum pada Tara. Tara mengangguk sedih, tak boleh air matanya turun saat

apa arti dirinya bagi Zaka, istri?sepertinya tidak. Saudara? bukan juga. Apa mung

a, menanyakan kabar pun tidak. Lama Tara memandangi ponselnya, kebanyakan

pak RT. Lalu tak mengingat apapun, saat matanya terbuka. Sud

Tara, ka

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY