img When We Were In Love  /  Bab 3 Chapter 3 | 10.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Chapter 3

Jumlah Kata:1294    |    Dirilis Pada: 07/12/2021

jar Noah dari balik kemudi setirnya. Alice bisa me

najer paling baik hanya karena tida

ngan warna kulit coklat eksotis. Matanya yang berwarna hijau tersembunyi di balik frame kacamatanya yang tebal. Meskipu

ammu kemarin. Tapi kau tahu'kan kita tidak bisa mengabaikan pesta

bukan karena Sebastian yang memberi Alice kesempatan untuk terlibat dalam fi

pat perlakuan istimewa saat berbelanja. Dan Alice cukup menikmati itu semua. Tapi semakin usianya bertambah dewasa, pekerj

i" kata Noah lalu

ar. Mereka sampai di depan sebuah rumah berlantai tiga yang berdiri megah dan mewah

kasih" u

sure" ja

mah Seb

an, ini rumah salah s

ngan lengan panjang berwarna biru tua yang dipadukan dengan high heels berwarna hitam. Rambut panjang Alice di kepang

an lawan main di filmnya sudah hadir lebih dulu dan menyapanya dengan ramah. Alice membalas sapaan mereka

g mengenakan kemeja panjang berwarna putih dan celana berwarna cream itu berja

atang" kata Sebastian sambi

"Kalau kau yang memintanya

hu kalau sekarang Noah pasti sedang mengejeknya di dalam hatinya karena Alice berpura-pura antusia

langsung menariknya tanpa menunggu persetujuan dari Alice. Mereka berjalan ke sudut ruan

atakan sesuatu pada pria itu sambil tertawa. Pria itu ikut

dan jacket kulit berwana coklat yang dipadukan dengan jeans robek-robek di bagi

Tampan, adalah kata pertama yang terlintas di benak Alice saat melihatnya sosoknya dengan jelas. Da

temanku. Dia adalah sponsor utama dalam film k

tu sambil mengulurkan

ngan pria itu. "A

ya beralih ke arah Noah. Ia m

" uj

rsenyum lalu menjab

di bangkit berdiri dan menarik tangan Max. Dia tersenyum sinis pada Alice lalu mem

tangannya dengan sopan.

ngsung mengambil alih. "Jadi Max, apa benar kau adalah sa

engangguk. "B

menyangka kalau sponsor utama fil

Max lalu merangkulnya. "Benar. Dia adalah sponsor utama filmku s

rkan percakapan mereka. Ia melirik ke arah Rebecca yang ikut menanggapi percakapan ini sambil menggandeng lengan Max dan sesekali membe

gunakan gaun berwarna merah di atas lutut dengan belahan dada rendah. Rambut panjangnya yang berwarna coklat

ti di depannya dan men

ma kasih" to

k suka minum?" ta

dengan pertanyaan Max. Saat ia ak

rena toleransi alkoholnya

ini terlihat menikmati pesta. Ia bahkan sempat melihat beberapa artis papan atas yang

at nama yang tertera di layar screen. Hatinya terasa tidak karuan saat tahu orang yang me

harus memilih sekarang untuk

ggil Noah.

jawab

?" tanya No

sudm

sahut Sebastian. Alice

onselnya yang masih bergetar. "Maaf sepertinya aku ha

cari tempat yang sepi. Saat sudah sampai di depan pintu, panggilan itu terputus dan membuat Al

g cukup lama. Douglas Handerson. Ia adalah orang yang baru saja menghubunginya. Meskipun Alice b

elulusan sekolah. Dan sejak saat itu ia tidak pernah kembali

Ia hanya menyimpan nomor lelaki itu di ponselnya. Dan setelah hari-hari yang ia lalui selama beberapa tahun dengan penantia

bali. Ie meliriknya. Kali

dim

as dalam-dalam da

aku harus pulang duluan. Sampa

an ponselnya dan berjalan keluar sendirian untuk menca

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY