img Prahara  /  Bab 5 IBU MERTUA MERADANG | 2.63%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 IBU MERTUA MERADANG

Jumlah Kata:1043    |    Dirilis Pada: 07/12/2021

Beri?" tanyanya ketus b

mungkin sebagai jawabannya. Senyum kemenang

kok arogan! Mentang mentang yang pertama ditemui ada

u nyapu halaman aja harus make baju

tahu rasa, kamu! Gimana, Soraya? Malukan?" Sayangnya kata kata itu ha

bilang dari tadi, sih?

nanya, ya? Kayaknya enggak

bicara!" sungutnya seraya m

ersenyum karena ternyat

bunya mas Beri!"

eaker pada gawai tersebut. Sudah menjadi kebiasaanku selalu menerima telpon dengan cara melou

" salamku pada ibu mengawali perc

ak ada? Ibu pengen bicara sama Tama! Bukan sama kamu!" cerocos ibu ke

k pernah ada perubahan. Lain halnya bila dengan mas Tama. Bahkan ibu mertua tidak pernah mau berbica

kebal dengan perlakuan dan ucapan ketusnya sehingga sudah tidak pernah merasa aneh lagi, bahkan sekarang sering men

sendiri mengingat cara mereka menentramkan hatiku, ya merekalah penyemangat dan penghiburku kala aku merasa lelah dengan perl

itu pada siapapun kecuali pada mama dan kedua kakakku. Karena aku tahu ini adalah aib keluargaku. T

suara lantang ibu terdengar mengejutkan sekaligus membuya

nggak? Bisa bisa pecah gendang telingaku, batinku

engaran," jawabku datar, sudah tak ada rasa kesal ataupun jengkel. Bias

isik bisik hati kecilku selalu hadir untuk mensugesti diri, agar semakin l

travel ayahe Reza," jelasku pada ibu mertua dengan nada bicara

u, Noni!" lagi suara ibu mertuaku menggelegar, terbayang olehku wajahnya past

asut Tama biar enggak nengok orang tua dan adik adiknya. Iya?" Astaga ibu mulai dengan pra

tahu akal bulusmu dan Kamu belum menyiapkan jawaban bohongmu, Istri macam apa kamu, yang menyuruh suaminya jad

menjelaskan y

emang begitu lo, Bu,"

adalah surganya imamku. Selama dia tak menyakiti fisikku biarlah, toh batinkupun sudah tak me

ntai biar enggak naik tensi darahnya," terngiang kembali pesan mas Tam

prihatin dengan kondisiku yang tidak pernah dianggap

ibu untuk menyerahkan dana rutin kebutuhan bulanannya

ya untuk bersilaturahmi ke rumah ibu ditam

u terbentur dengan kegiatan persiapan UN di sekolahku dimana aku menjadi salah satu panitianya, sementara ibu gak mau jatah b

berbakti pada ibunya, namun bila aku ikut, mereka tak pernah menganggap aku ada d

butakan oleh cinta, sehingga masih tetap bert

ak ada alasan bagaiku untuk mengakhiri hubungan ini. Toh tidak setiap hari juga aku bertemu dengan mereka. Paling juga 1 bulan 1 kali dan paling lama hany

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY