ia F
mat? Tid
an membiarkan aku sendirian di sini. T
elah untukku kabur. Sekarang apa? Tidur? Tidak, aku tidak bisa tidu
ehabisan daya baterai saat kuc
ndang pintu berulang kal
sedikit. Hanya menampilkan set
Aku harus pulang. Pekerjaanku banyak." Aku melotot padanya. Kupegangi pundakku yang ja
kemeja baru, bukan?" Suaranya m
n harap a
a." Kubalas kelembutann
etiap kali kau berucap manis seperti itu, aku tahu kau mer
sekali dia men
Aku mondar-mandir cemas di kamar sempit ya
as malam. Perut
akan mencemaskanku, karena dari dulu dia selalu ingin melihatku keluar
an menutup pintunya kembali. Apa-a
ia melempar kemeja hitam tanpa motif padaku.
rpikir cepat, dihadapannya yang bersandar punggung
milikku. Enak saja! Yang boleh melihat tubuhku han
li. Kubuka setiap kancing kemejanya hingga ujung. Aku memakainya de
kamar sempit ini tidak ada p
a berhenti, si berengsek in
ak ada cara di sekitar sini yang bisa membuatku lari dengan gerak yang tidak terbaca-
i pandangan si sialan
k, Ol
pintunya sudah terbuka lebar. Ruangan yang lebih m
a." Aku menolak. Tetap b
arikan diri denga
bantahk
kau untuk tidak macam-macam karena aku bisa
lagi." Aku mengancam lewat sepasang mataku yang melotot. Melangkah masuk
ludahiku lagi atau menyund
sa depannya yang belum berhasil kulakukan. Tunggu saja. Akan kulakukan itu,
sebuah kursi tanpa sandaran berbantal
depanku. Bukan di kursi, tapi di
egangan kursinya dengan dua lengannya y
a sorot mata dan kedua lengannya. Dua bola mataku su
Aku menggeram. Memperingatinya
, kemudian mengangkat ked
ku sampai tidak mampu mengenali harumnya yang berban
indera penciumanku te
kan be
juga. Beberapa pertanyaan. Tidak sulit.
emuiku di White Company.
s padamu? Tidak ak
id
e. Ingat perjanjiannya." Dia nyari
ang mudah sekali marah. Te
lahan apa pun. Jadi aku tidak pe
nku dan sekali lagi, aku memundurkan wajahk
gat keras kepala. Entah siapa kau di masa
kau tahu bahwa aku memiliki ksatria
pria bersetelan jas yang duduk dibalik meja dan memerin
ebih dari ini. Ujung senapan di kening, hukuman mengerikan di keluarga Oxley, dan
an apa-a
p wajahnya dengan cepat. Ke
Ketukan serta suara seorang pria t
elewatiku menuju pintu. Aku memantau keadaan saat
ku kayu setinggi tubuhku. Dengan gerak hati-hati, aku bergegas
rady, N
membelakangiku, tapi pelayan bodohnya itu m
mana kau
yang sedang menggenggam gagang pintu. Saat aku mun
Olive. Kau yang mulai melanggar janji kita diawal. Kau paham b
k s
ku sudah berbalik, ini saatnya. Kutendang harta paling berharga miliknya. Aku tida
selamat menikm
sam

GOOGLE PLAY