img Kupu-Kupu Kertas  /  Bab 3 Chapter 3 | 6.52%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Chapter 3

Jumlah Kata:2077    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

rlari ke arah pintu. Herannya tidak ada seorang pun yang menahannya. Mereka semua malah tertawa. Padahal tidak ada hal lucu yang perlu mereka tertawakan. Den

a, setelah salah seorang pengawal si ibu menor mengeluarkan serenceng kunci. Saat pintu dibuka dan Bu Fatma keluar, Mayang ikut menghambur ke arah pintu. Namun usahanya sia-sia. Secepat pintu dibuka, secepat

saya adalah pemilikmu. Bahasa gampangnya adalah mucikarimu. Panggil saja saya dengan sebutan Mami Elsye." Wanita m

a penghibur lainnya. Khusus hari ini kamu boleh libur. Karena hari ini kamu akan ditatar khusus ol

g panik. Ia memutar-mutar gagang pintu sekuat tenaga. Ia tidak mempedulikan kata-kata Ma

ng, kurung dia di ruang khusus sampai dia menyerah. Ingat, jangan beri dia apapun

i dari sang pengawal. Sang pengawal yang marah, membopongnya di punggung seperti sekarung beras. Mayang yang tidak mau menyerah, memukuli punggung si pengawal. Ia berteriak, memukul sembarang, hingga menggigit keras tangan si pengawal. Si pengawal yang kesakitan menurunkan Mayang dari punggungnya. Seba

ndungannya nanti saat ia harus bekerja? Senaif-naifnya dirinya, ia tahu akan dijadikan apa ia di sini. Namun teriakannya sia-sia. Mami Elsye dan dua orang pengawalnya telah pergi. Meninggalkannya di apar

enghempaskan kepala Mayang hingga ke sisi kanan. Seketika Mayang merasa kepalanya mendadak ringan. Detik beri

*

10 Janu

u-kupu kertasnya banyak mendapat bookingan. Mami Elsye bahkan tidak malu-malu menjemur gigi, sambil membuat gerakan mengipas-ngipas dengan lembaran uang. Mami Elsye puas karena anak didiknya laris manis semua. Mayang geram. Mereka semua yang sibuk bekerja tanpa kenal malu apalagi le

Elsye meliriknya sesaat. Namun germo keparat itu tidak menanggapi pertan

skan tangan. Tanpa mempedulikan Mayang lagi, Mami Elsye berjalan menghampiri seorang pemuda gagah tattoan yang baru masuk ke dalam club. Wal

mi Elsye nekad. Ia sudah terlalu lama dimanfaat

bas saya ini." Kalimat Mayang sukses membuat Mami Elsye menyurutkan lan

kamu bilang? Coba ulangi

kan ekspresi Mami Elsye yang mendadak berubah beringas. Terlalu lam

, tepat setelah dua tahun saya berada di sini, saya baru mampu mengumpulkan uang sejumlah yang Mami minta. Uang simpanan saya tersebut, tadi sudah saya berik

inggal di apartemen, ia telah dipaksa bekerja. Akibatny

olak bekerja, Abdul dan Jaya akan mengurungnya di ruangan khusus dan membiarkannya kelaparan. Kedua pengawal Mami Elsye tersebut juga tidak segan-segan memukuliny

mu-tamu club oleh Mami Elsye, yang letaknya tidak jauh dari apartemen. Mayang sadar. Tanpa membayar, mustahil ia bisa keluar dari pekerjaannya ini. Oleh karena itulah, siang dan malam ia terus bekerja. Ia menyisihkan 5 juta rupiah setiap b

p bulan. Kalikan 2 tahun. Jadi kamu harus membayar membayar sejumlah 240 juta lagi kalau

p bulan? Dasar g

aham. Betapa ia putus harapan sekarang. Kemarin ia telah membusungkan dada dengan gembira. Berharap agar ia bisa sec

a! Sekarang kita sudahi omong kosong ini, dan kembalilah bekerja. Nanti malam pasti akan ramai. Banyak pejabat-pejabat dari luar kota yang meeting di Jakarta hari i

ak takut. Toh saya memang sudah mati sejak dua tahun lalu," tantang Mayang nekad. Ia sudah tidak m

ng-gadang sukses di ibukota mati dengan nista. Mati dalam profesi sebagai pelacu*. Tega kamu melemparkan setumpuk kotoran di wajah kedua orang tuamu? Lantas, mau jadi

nggi. Kecantikan Mayang menguras emosi laki-laki. Mayang tampak rapuh sekaligus menggairahkan. Perpaduan mematikannya selalu tidak pernah gagal dalam menjerat pelanggan. Hati laki-laki mana yang tidak bergetar melihat sendunya ai

a sanggup melakukan apapun demi keluarganya. Membawa-bawa nama keluarganya dalam masalah mereka, membuat Mayang kalap. Dengan membabi buta ia menjambak rambut panjang Mami E

yumpahi ayah saya? Siapa?" Mayang yang kalap memukuli Mami Elsye yang terlentang di bawah tubuhnya. Namun aksinya tidak bertahan lama. Abdul da

n Jaya. Lihat, apa kamu besok masih bisa berdiri? Dasar lont* sialan!" Mami Elsye menyempatkan me

ngan mata yang sudah tertutup separuh karena bengkak, Mayang memandang si pemi

kirimkan. Uangnya sudah Mami siapkan kok." Mami Elsye buru-buru menghadap Xander. Anak Axel ini memang tidak banyak bicara. Karena it

mi Elsye tercekat. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Xander akan memberi Mayang kebebasan. Padahal tadi

sekarang telinganya berusaha ia buka lebar-lebar. Tadi telingan

knya dengan cepat berputar. Berusaha mencari a

r 240 juta rupiah bukan? Tagihan Anda adalah 250 juta. Ambil sepuluh juta kembaliannya. Dan urusan A

lidah. Masalahnya ia tidak berani membantah Xander. Bukan rahasia umum lagi, kalau anak sulung Axel ini bahkan lebih sadis dari papanya. Sudahlah, ia r

mu kembali ke kampung, itu artinya kamu mengotori kampungmu dengan segala kekotoranmu. B

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY