img Di Mana Sayap Tumbuh  /  Bab 3 Bekas Luka di Dahi Isabelita | 6.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Bekas Luka di Dahi Isabelita

Jumlah Kata:906    |    Dirilis Pada: 11/11/2025

di sepanjang jalan berbatu menuju asrama universitas. Di tangannya, ia menenteng syal yang ia rajut sendiri-untuk Isabelita-dan di dalam hatinya, kegelisahan yang telah me

a. Selama beberapa detik, tak ada ja

etengah mengantuk, rambutnya acak-acakan, jiwanya defensif.

ng kau lakukan di

kemudaan dan kelelahan. Namun di sana, hampir tersembunyi oleh sejumput rambut, terdapat bekas

utup mata. Aku tahu kau membawa sesuatu sendirian... dan aku tak akan membiarkan itu lagi."

k: Malam P

elas malam, dan ia baru saja kembali dari perpustakaan, kepalanya penuh catatan dan bahunya meneg

Awalnya, ia ragu-ragu. Lalu

gnya ke dinding. Ia mencoba berteriak, tetapi rasa takut mencengkeramnya bagai sumbatan tak kasat mata. Ia ingin la

terjadi dalam hitungan detik. Namun baginya

mengundang lebih banyak kegelapan. Ia menutupi bekas luka itu dengan rambutnya, dengan ber

e

nya bersih, rapi, seolah kekacauan batin I

. Amelia meletakkan tangannya di atas me

ini bukan untuk menghakim

. Ia memainkan pinggiran cangkir koso

mengabaikannya, ia akan hilang," bisiknya. Kata

terjadi,

pelan namun tegas, ia mulai berbicara. Tentang serangan itu. Tentang rasa takut yang melumpuhkan. T

merasakan darahnya mendidih. Kemarahan-murni, protektif-mulai membuncah dari lubuk hatinya. Bukan terhadap Isabelita. Melainkan terhadap dunia

kata Amelia dengan senyum tipis yang sendu. "Tapi tahukah kau? A

di Balik

Sakit rasanya memikirkan kau menanggung semua ini tanpa dukungan. Tapi lebih sakit lagi karena kau

h lemah. Bahwa jika aku bercerita pada mereka... semuanya a

esar daripada yang dibutuhkan untuk melangkah maju setelah kejadian seperti in

san yang tertahan. Melainkan sebuah pelepasan. Sebuah "akhi

ekap. Ia menghibur. Mereka berdua mena

i antarsaud

ptakan ruang. Namun sebelum pergi, ia berhenti sejenak di pintu. Isabelita memperh

a kisah ini tidak akan membekas di hatimu karena apa yang merek

a menghampiri adikny

sandar di bahunya. "Terima kasih karena tidak meni

aku untuk mencintaimu

bahwa cinta-cinta yang membara itu-lebih kuat daripada rasa takut. Sementara itu, di rumah, Gabriel berguling-guling di tempat tidurnya, gelisah, sementara Tomás menggumamkan omo

ebenaran. Untuk setiap ketakutan, cahaya.

ita tak kunjung hilang, setidaknya sek

mili

h be

img

Konten

Bab 1 Ketika Luna Jatuh dari Langit Bab 2 Dua belas minggu sebelumnya Bab 3 Bekas Luka di Dahi Isabelita Bab 4 Kebakaran Bab 5 Apa yang Gabriel Temukan Bab 6 Nama yang Tak Terucap
Bab 7 Kebohongan Termanis
Bab 8 Suara Tembakan
Bab 9 Yang Tersisa Setelah Kebakaran
Bab 10 Memilih Terbang
Bab 11 Memetakan Retakan
Bab 12 Pertama Kali Aku Diajari Diam
Bab 13 Kata-Kata yang Membebaskanmu
Bab 14 Musuh dalam Bayang-Bayang
Bab 15 Bayangan Ayahku
Bab 16 Kata-Kata yang Membebaskan
Bab 17 Ruang Operasi Berkobar
Bab 18 Suara Rafael
Bab 19 Musuh dalam Bayang-Bayang
Bab 20 Penculikan Isabelita
Bab 21 Sebuah Pesan Penyelamatan
Bab 22 Amelia Mencari Saudarinya Sendirian
Bab 23 Penyelamatan
Bab 24 Mauro Ditangkap
Bab 25 Pemakaman Martina
Bab 26 Tomás Jatuh Sakit
Bab 27 Janji yang Menghadapi Kehidupan
Bab 28 Isabelita Lulus
Bab 29 Rumah Baru
Bab 30 The Maid Who Loved
Bab 31 Postingan Tak Terduga
Bab 32 Kesuksesan Sastra
Bab 33 Sebuah Penghargaan dan Sebuah Keputusan
Bab 34 Kepulangan Ayahnya
Bab 35 Berhadapan Langsung dengan Masa Lalu
Bab 36 Kehamilan Baru
Bab 37 Seorang Pria Baru
Bab 38 Gabriel Menulis Buku Kedua
Bab 39 Hari Penghakiman
Bab 40 Amelia dan Gaun Merah
Bab 41 Luciano di Antara Penonton
Bab 42 Isabelita Jatuh Cinta
Bab 43 Martina dalam Kenangan
Bab 44 Edisi kedua telah diterbitkan
Bab 45 Ketika Luna Terlahir Kembali
Bab 46 Luna de la Vega Lahir (Kilasan Balik)
Bab 47 Sesuatu sedang terjadi pada Gabriel
Bab 48 Luciano Menghilang
Bab 49 Luciano Jatuh Sakit Jauh dari Rumah
Bab 50 Kebenaran belum terungkap
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY