img Terjebak Pesona Seuami Tanteku  /  Bab 2 Menginap di Rumah Tante Maya | 2.63%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Menginap di Rumah Tante Maya

Jumlah Kata:1039    |    Dirilis Pada: 18/12/2021

mah sendirian," ujar Tante Maya lagi sa

u ke mana, Lun?" Om

luar kota,

angguk. "Ya, mending nginap

Niko juga kangen ingin main PS

luh tahun itu. "Ya, malam ini

langsung te

, aku menemani Niko bermain PS, sementara Om Berend dan Tante Maya naik ke lantai dua, m

yang dilakukan Tante Maya dan Om Berend di kamar? Mereka itu sepasang suami

k berkilat-kilat karena keringat. Kontan saja aku melongo melihatnya, bukan hanya karena melihat tubuhnya

tunya tidur, ya," ujar Om Be

ok libur, Pa,

ggak ada yang tidur di atas jam sepuluh malam. Udah

anti kalau udah mau tidur, langsung ke kamar tamu aja, ya, Lun. Jangan sampai ketiduran di sofa," ujar

ya, Om,"

k ludah melihat jakunnya yang bergerak turun naik saat meneguk minuman dingin itu. Aku jadi ingin menjadi minuman itu agar bisa me

opi untukku. "Nih, mending minum kopi

k perlu repot-repot bikinin kopi segala, aku kan

dari tadi ngelamun mulu." O

semakin salah fokus pada tubuhnya dan pada titik keperkasaannya yang kuyakini begitu perkasa itu? Aroma tubuhny

engaja mencari topik pembicaraan untuk

. "Dia selalu tidur pu

hell! Berani-beraninya dia menceritakan per

tas umur tiga puluh, gairah bercinta seorang perempuan akan menurun

rtanyaan, apa maksud Om Berend membahas hal itu denganku? Apa maksudnya Tante Maya s

g saja aku salah tingkah karena lirikan itu. Aku membasahi te

suamimu, Luna? Apakah meny

ingkat dengan a

i bercinta kalia

anyaan yang begitu berani itu

ngerutkan da

n juga kuceritakan bahwa aku bar

elewatkanmu setiap malam, apa lagi sampai meninggalkanmu ke luar kot

ki punya pemikiran seperti itu, Om. Mungk

mana-mana, aku langsung berinisiatif untuk menyudahinya. "Om, aku mau

na.

ngan mata coklatnya, menimbulkan detakan yang sulit untuk didefinisikan. "K

mu? Apa aku boleh memintanya malam ini? Bola mataku kembali menjalar ke tubuh atletisnya. A

i. Tiba-tiba aku mendengar suara televisi di luar. Apa Om Berend belum tidur? Aku pun melangkah pelan menuju pintu. Dengan te

ri. Ia melakukan itu dengan sebelah tangannya. Meski samar, dapat kudeng

ibir ketika merasakan sengatan dari sentuhan tanganku sendiri. Mataku terpejam sementara tanganku sudah bergerak turun ke balik celana jeans yan

lum tid

mar yang memang kubuka sedikit untuk mengintipnya tadi. Wajahku langsung berubah merah padam. Sejak kapa

. Oh sial, kenapa juga aku

ih sibuk merapikan kancing kemeja. Ia tersenyum penuh arti.

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY