img Maduku Adik Kandungku  /  Bab 3 Buli | 5.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Buli

Jumlah Kata:1469    |    Dirilis Pada: 18/12/2021

kami lalui terasa begitu indah. Barisan pohon mahoni yang berjejer di jalan juga hiasan lampu yang berk

makanan sebagai bekal makan malam tiba-tiba harus diurungkan. Terlihat keramaian yang berada di sudut rumah makan yang

ap istighfar menyaksikan pe

u berdaster yang membawa sekantong

aku terlihat menangis dan terduduk lemah di halaman depan parkir dengan pakaian yang sudah penuh noda merah akibat lempa

ng," ucap salah satu wanita yan

wanita yang satu lagi s

malah mencuri," seorang wanita muda perawakan ku

t. Mereka berseteru tidak mau kalah," Lempar saja, wa

henti. Mereka semakin ganas membuli tanpa ampun. Sementara wanita yang

u dengan keras meng

enoleh ke arahku dan menat

pada wanita yang malang

or gak pantas untuk di belain,"

buli!" teriak para wan

ang sedang dibuli dan menyembunyik

uga dengan Anisa bergeming men

n kekerasan, apakah kalian mau di tuntut karena suda

ju dua langkah ke arahku. "Perempuan s

nya hati nurani," tukasku. Kupandangi wajah para wanit

ita ini adalah perusak rumah ta

akah ada salah satu dari kalian yang

andang ke arah yang lain. Mereka bergumam seakan ke

dari kalian yang menghujat wanita ini

bisik-bisik kecil. Mungkin benar Anisa merebut suamiku

b seorang wanita

ima di setiap perbuatan yang kita lakukan walaupun hanya sebesar biji s

usak rumah tangga kakak kandungnya sendiri," cel

eorang wanita tadi yang tentu saja tidak kukenal. Entah dari

h merusak rumah tangga kakak kandung

menunjukkan foto Anisa sedang mengenakan

megangi dadaku yang terasa sesak melihat ad

a," gu

ung dokter Rea istri dokter Beno yang sudah dir

Memang aku jarang menampakkan diri di publik terlebih jadwalku dinas menyita banyak waktu, hanya orang tertentu sa

endapatkan foto-fot

g tidak kami k

n langsung percaya kepada berita hoax ji

bergandengan mesra dengan dokter Beno di apartemen.

bubar! Tidak ada gunanya

ung bersorak

panggilkan polisi,"

n diri. Terlihat rona kesal dan kecewa di wajah

Mas Beno. Pasti ia terkejut bila meliha

hutan terdengar d

ari Anisa sedang dibuli para ibu-ibu d

awabnya

rus Anisa akan aku sms,

uncur kesana," sambungan tel

adik yang kusayangi harus menerima penghinaan dari para

s Beno sampai di tempat yang kuberi

langsung menghampiri Anisa yang ma

ya penasaran dengan wajah panik. E

sudah berubah seratus delapan puluh der

a dari awal aku datang kea

menerima jawabanku," Katakan, Rea! Apa ini

ak beralasan dia lontarkan tanpa bert

amu yang berkhianat dan aku yang terkhianati

terjadi ini ha

an apa yang sudah terjadi dan men

keluh menahan air mata yang su

Sungguh sangat membencimu,"

a yang kamu lakukan di belakangku. Jangan menghukumku u

nisa. Lalu, membalas kejahatanku?" Mas Beno ba

i dan membunuhku secara perlahan dengan perselingkuhanmu. Menjadikan adik kandungku sebagai madu pilihanmu. Lantas, apa salahku hingga kamu menuduh

berteriak. Tangan Mas

Aku tidak sanggup melihat kedekatan Mas Beno dengan adikku Anisa. Meskipun aku berusah

n, Mba Rea!" potong

kmu, yang jelas-jela

yang sudah mengunggah fotok

alkan tangannya keras hingga

tiga tahun hanya menyisakan kehancuran. Mengapa harus Nisa yang kau pilih menjadi ist

an kepedihan. Kutinggalkan Restoran itu tanpa membeli sedikitpun makanan yang aku niatk

gia di atas luka. Tidakkah ia tahu kalau aku juga wanita yang butuh perhat

Tidak mungkin kujawab dengan jujur kalau ayahnya pergi dengan wanita lain. Sua

harus menjadi maduku? Tidakkah ia pikirkan hati, jiwa dan perasaan h

*

sam

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY