img Diary Istri CEO  /  Bab 3 Siapa Dia | 2.86%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Siapa Dia

Jumlah Kata:1125    |    Dirilis Pada: 28/12/2021

Kehadiran Niken pun tak kalah dilewatkan oleh mata Rahman. Niken yan

. meeting se

kah sia

ak, sudah saya beritah

yah

erkas yang harus disiapkan untuk presentasi. Niken menjelaskan kalau Rahman tidak b

HRD dan mintakan data diri

Pak. P

isyah. Menyembunyikan Aisyah di rumahnya, timbul rasa khawatirnya. Rahman masih berpikir tentang adiknya yang sed

k t

CV Nur Aisyah dengan saksama. Bahkan di profile, Aisyah tetap memaki niqam. Seketika, Rah

Rahman yang sudah mengepalkan tangan, Niken berdiri dan menggantikan presentasi Rahman

u itu. Sudah tidak

untuk mengejar Rahman namun sudah tidak kelihatan. Nike

napa sih,

ng merangkul pundak Niken dar

bikin ka

hman? Sebentar lagi, anak cabang ak

kan bara

u nanti malam,

Niken, dan bibirnya mengulum pelan bi

Ucap Robi sambil m

ik pilar. Rahman sudah menduga pasti hal itu akan ter

dua puluh dua tahun, lulusan STAIA jurusan Manajemen Pendidikan I

sih Robi tapi Niken tidak ingin jika Rahman harus kehilangan kesempatan memegang

ak.

tidak ingin diganggu.

hman mau

ulang. Mungkin tidak a

kan ruangannya. Niken menelepon Pak Da

ti pohon-pohon di pinggir jalan. Rahman tidak sabar untuk samp

dangkan makanan yang masih hangat. Rahman melihat menu di ata

ik,

di atas kasur. Mbok Darsih melihat jelas wajah Aisyah yang tidak memakai niqam. Ternyata c

ggil Aisyah saj

Mbok Darsih yang mendengar langkah Rahman langs

uan

qamnya. Dia masih kaget dan menyadari sudah ada M

ni aku

tida

buat ak

tidak disangka, perempuan itu berani mendorongnya sampai mau terjatuh. Punya

k mau pulang?" u

ni Rahman makan dan setelah itu dia bisa pulang ke k

, aku

makan, dia pun harus menepati ucapannya tadi. Sejenak Rahman memuta

ah bahagia, setelah ini bisa pulang. Namun Rahman tidak turun-t

ekali turunnya?" uca

dia menipuku, Mb

n selalu menepati ucapa

a. Pintu yang masih terbuka, perlahan Aisyah melongok k

ei.

anjutkan ocehannya. Melihat Rahma

" Aisyah

n, kamu

hat Tuannya. Melihat Aisyah khawatir seperti itu membuat Mbok Darsih kasihan juga. Pak Dar

enar apa yang dikatakan oleh dokter, jika Rahman memang beneran sakit. Apalagi tadi pagi dia

putih dan bubur." Mbok Darsih memaink

an yah. Non tidak jadi p

kdir saya begini." Aisyah membuang pan

tinya sangat sedih. Tapi mau bagaimana lagi, Rahman tidak ingin Aisyah p

Ayok makan dulu, supay

. Aisyah melihat Rahman, tumbuh rasa kasihan. Potret keluarga Rahman di samping meja, kelihatan bah

Pak Darto yang mengantarkan

membawaku ke sini tapi meminta Pak Darto untuk me

berdiri namun dia terjatuh. Kali ini Mbok Darsih tidak bisa menebak apakah Tuannya hanya act

sembuh saja, baru a

tilah me

oleh airmatanya. Sebenarnya Aisyah menangis bukan karena tidak jad

abar ya,

ngkannya. Sungguh, Rahman merasa sangat i

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY