img Pelit Bin Medit  /  Bab 9 Tragedi Aqikah | 28.13%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 9 Tragedi Aqikah

Jumlah Kata:1040    |    Dirilis Pada: 12/01/2022

mbulet, akhirnya Mas Pram setuju mengelu

s aku tombokin, yo wes lah, yang penti

m mengulurkan uang lima ju

mana?" ucapku setelah me

t ap

ya kurangnya aku yan

ar, menarik kursi lalu menaikinya, dia

sembunyikan harta karunmu

selesai kamu balikin ke aku

uku tabungan ini akan tetap aku

*

... dapat sumbangan seekor kambing dari ayahku, maklum Mila cuc

an mertuaku? Yang nota bene t

am urusan dunia perketeringan. Ibu pasti tahu, sajian yang layak u

itan. Bisa-bisa disuruh masak sendiri, demi mengirit biaya. Karena Ibu mertuaku ini meskip

lahan daging kambing, seperti gule, sate dan tongseng, untuk

ya mahal-mahal." ucap Ibu mertuaku sambil men

harus bisa mengerem mulut, kalau sampai keluar kata yang mereka tidak suka, dijamin balas

harga normal kok.

udah kayak orang mantu saj

tuaku itu sebelas dua belas sama

ati makanan sesuai selera dan porsi mereka. Lagi pula ini anak pertama

tetangga sekitar dan tetangga ibuku juga bany

i, saat keluarga

idanganya," ucapku menyambut ke

ama anak bungsunya yang berumur lima tahun itupun sibuk

api aku lihat anaknya tidak mau makan bakso yang ada d

mau bakso, mau sate katanya

mbil saja, nggak usah sung

aknya, tapi baru saja Bu Heni hendak kembali

kok sekarang ambil sate!" Mbak Mira menegur Bu Heni dengan

ngka akan mendapatkan perlakuan seper

an mempersilahkan Bu Heni kembali ke tempat duduknya,

nggak cukup gimana? Orang maruk dibela!" ucap Mbak Mira kesal. Kukirim se

ebelah rumah. Bagiku tetangga sudah tahu watak Mbak Mira, tapi Bu Heni? Beliau

an untuk tamu, biar saja mereka menikmati," ucapku lembut

nggak usah sok royal! Nanti kalau hidangannya kurang ka

it dan lobanya sama, sifat yang diwarisi

idangan habis ya karena kalian mbungkus banyak-banyak." Aku arahkan

ng makanan, tapu sepupu Mas Pram yan

sendiri pelit!" gerutu Mbak Mira, d

gara-gara Arya, Bu Hesti jado ribut sama saud

dengan kejadian tadi. Saudara saya memang begitu, tolong dim

permisi ..." ucap Bu Hesti lal

*

ra menjadi trendik topik di kampung ini. a

akan ya nggak usah dis

nggak maruk aja! Anak tiga dibawa semua, nyu

sukin makanan ke tas la

, selebihnya aku tak sanggup memdengarnya lagi. Sadis banget

m saja, menganggap seolah tidak ada masalah, karena kejadian seperti

ni lapor suaminya dan aku kena tegur. Aku heran dengan keluarga

mbung

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY