Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4

Jumlah Kata:1251    |    Dirilis Pada: 18/06/2026

Pandan

i gedung pencakar langit yang ramping dengan pemandangan Sungai Hudson. Tim relokasi Grup Puncak bekerja dengan sangat efisie

menunggu akibatnya. Menunggu panggilan Alec. Pan

tu tidak pe

menerima surat itu? Apakah Ethan kehilangan keberaniannya? Atau, pikiran yang le

dering teleponku. Aku meraihnya, jantungku b

ib

an dingin di luar jendela. Aku menarik napas dalam-dalam, mema

ncoba membuat suar

lihatannya sangat glamor!" Suaranya tipis, rapuh seperti kaca yang ditiup. Kondisi jantu

ah acara," kataku, t

sangat berwibawa. Kamu pasti sangat bangga padanya, sayang. Dia melakukan hal-hal

dan tulus, seperti asam di telingaku. Aku ingin meneriakkan kebenaran. Dia

h jelas. Kejutan parah atau tekanan e

adalah peno

t, kata-kata itu terasa seperti

ang empuk. Buku-buku jariku memutih. A

nya dipenuhi napas gembira yang terengah-engah. "Melihat putriku akhirnya, secara r

Aku menggigit bibir bawahku, keras. Rasa logam darah yang tajam memenu

luran lain." Kebohongan itu keluar, serak dan tidak

ng. Bekerja keras

mencinta

itu terlepas dari jari-jariku yang

itu h

kuk, memeluk perutku seolah ingin menahan diri. Dinding kete

basahi kerah bajuku. Itu bukan hanya untuk Alec. Itu untuk kebahagiaan ibuku yang dicuri. Untuk tujuh tahun yang telah kubuang. Untuk pendi

r sendirian di kota yang asing, masa laluku adalah reruntuhan ya

iku menangis tepat

han surut, meninggalkan dasar k

atap bayanganku. Mataku merah dan bengkak, wajahku berbintik-bintik.

an, dan memercikkannya ke wajahku. Berulang

u masih ada, tetapi mata yang menatapku

an mulia. Mereka akan membayar untuk setiap kebohongan

dari Server Wibisono adalah senjataku. Aku membuka laptopku dan mulai b

n pergi. Aku tidak

kerajaannya sampai

Pandan

aku, suaraku ta

rianna duduk di tepi mejaku, tawanya seperti musik, menceritakan kisah tentang perjalanan belanja yang kacau di Milan. Aromany

," kata Ethan, ekspresinya muram. "Dia

ringan dan lapang seperti beba

g. "Kayla? Apa yang d

ia terlihat... ber

than. Dia melihatku dengan Brianna di gala dan sekarang dia

"Oh, Alec, jangan terlalu kasar. Kamu setidaknya harus meli

aku melihat kilatan k

," kataku, suaraku keras. Aku menatap amplop di tangan Ethan d

k ke sudut mejaku, tempat tumpukan surat sampah d

ana. Aku akan me

-benar berpikir-

ega tanpa wujud serigala tidak bisa bertahan dua hari tanpa kawanannya, apalagi

meletakkan amplop itu di tumpukan sampah dan mundur da

ndengkur, mendekat untuk menciu

ya, aromanya memenuhi indraku, menyingkirkan semua pikiran

i. Tumpukan kertas yang dibuang masih tergeletak di sudut mejaku-surat sampah, memo kemarin, dan amplop tebal dengan segel serigala timbu

ihkan sampah. Pandanganku jatuh pada amplop itu untuk terakhir kalinya. Kertasnya tebal dan mahal, jenis yang dulu Kayla sangat sukai. Untuk sepersekian detik, kegelisahan sama

aroma melatinya menyelimutiku. Aku bisa melihat petugas

ng plastik hitam saat aku membimbing Brianna menuju lorong. Suara gemerisik kantong itu adalah suara terakhir yang kudenga

mpah, dan aku baru sa

img

Konten

img
  /  3
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY