Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya

Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya

Penulis: Jasper Night
img img img

Bab 1

Jumlah Kata:933    |    Dirilis Pada: Hari ini13:55

pengatur iklim yang seolah menyaring oksigen dari atmosfer bersama dengan debu. Itu a

ngar seperti tembakan dalam keheningan. Dia tampak lelah. Ada bayangan di bawah matanya yang tidak bisa disembunyikan oleh perawatan k

u bersampul keras, posturnya sempurna, punggungnya tegak. Dia tidak mendongak saa

gannya. Dia melemparkannya ke permukaan mahoni yang dipoles. Amplop itu melu

. Dia hanya menandai halamannya dengan pita sutra dan menutup

gkin yang paling mengganggu bagi Baskara Adiputra, tidak ada rasa ingin tahu

nya serak, parau karena rapat dewan seharian dan f

a. Dia berkedip

ah," k

engharapkan air mata. Dia mengharapkan Kirana melemparkan dirinya ke kakinya, mengingatkannya akan janji-janji mereka,

," tambahnya, memutar pisau yang dia kira sudah

Gerakannya luwes, tepat. Dia melilitkan ta

atanya, suaranya mantap.

a telah memainkan peran sebagai istri yang penuh kasih, selalu menunggunya, selalu tersenyum, selalu berusaha menyenangk

an melemparkannya ke kursi. "Ini adalah perjanjian perpisahan yang mengikat. Ini menguraikan pembekuan aset

n itu. Matanya memindai halaman-halaman itu, tidak membaca setia

dari nakas. Dia mengetuk ujung pena ke kertas, suara be

Ketuk

an terlalu ren

ek, tidak percaya. "Tentu saj

sudut mulutnya sedikit terangkat. Itu buk

daku. Aku memasak untukmu. Aku menghadiri pesta galakmu yang

ap tangannya ke rambut gelapnya. "Kau akhirnya menunjukkan

tidak membela kehormatannya. Dia

penthouse i

a. "Apartemen ini? Hargany

t ini likuid," lanjutnya, mengabaikan kemarahannya.

uang untuk mendanai sebuah negara kecil.

ika dia tidak meminta apa-apa, Baskara akan curiga. Jika dia meminta sega

. Dia ingin pergi ke rumah sakit dan memegang tangan Jasmine Puspita Sari. Dia tidak peduli

onselnya dan menel

properti. Setujui sahamnya. Gandakan pembayaran bulanan dalam perja

u tergagap di ujung telepon, me

italnya," teriak Baskara Ad

na masih siap di tangannya. Wajahnya

dering. Dia meneruskan dokumen

a penuh jijik. "Ini membekukan aset kita dan memulai hi

ngani namanya, Kirana Anindita Pranata Wijaya, dengan gaya. Tinta

utra yang menutupi tubuhnya, tetapi Baskara Adiputra tidak menatapn

dalam waktu sa

entuhnya. Dia tidak berbau seperti parfum bunga yang biasa dia pakai. Dia tida

aneh dan hampa di dadanya. Itu bukan penyesalan, katanya p

img

Konten

img
  /  4
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY