menyengat. Asap rokok. Aroma temb
mataku yang
ngi oleh lampu-lampu kota yang merembes mela
eludru di sudut ruangan, siluet
knya menyala bagai satu mata yang
ggu-minggu tidak
, dia tinggal di apartemen
kan gigi saat rasa sakit yang
ulang di atas tempat tidur, memancarkan hawa
tanganku seperti belenggu. Cengkeramannya membuat memar. Dia m
gal kulit dan t
kekuatanku hanyalah kenangan ya
pkan ibu jarinya di atas tonjolan tulang pergela
dengan nada mengejek. "Begit
kering dan pecah. "Ya, Dante. Begitulah. Aku membuat diriku kelapara
berbalik, dia meraih lampu nakas. Dia menekan sakelarnya, dan cah
" perin
tkan mata m
s meja nakas, ada sebuah k
terdapat kue stroberi. Kondisinya
-benar me
mimpi. Panggilan telep
ang mengilap itu, dan rasa mu
menolak makanan padat; ak
enatapnya. Dia
yum seperti gadis di ta
a benar-benar berpikir sebuah kue bi
jalan terhuyung-huyung ke tempat sampah di sudut ruangan dan membiarkan kotak i
mbeku se
ak tahu terima
h predator dan menghempaskanku ke di
tetapi ancaman itu men
ue itu," geramnya, wajahnya hanya b
ng memi
kat, kebohongan itu terasa seperti
snya. "Kau ingin melihat ap
leh amarah, tetapi di balik kemarah
g kuenya. Dia tidak peduli bah
kan, Dante,"
at-rapat ke tubuhku, dinding dadanya yang keras mengunciku di te
itif di sana. Itu terasa sakit. Namun rasa sakit itu bagaikan per
berbau seperti obat," gumamnya di ku
ubuhku, bertumpu di atas mant
ahnya. Dia mulai membu
milikiku. Dia ingin melampiaskan persetubuhan penuh keben
punya sisa tenaga lagi untuk m
a menumpuk di lantai. Tangan kasarnya menemukan sutra ti
terd
olan tulang rusukku ya
enatap tubuhku yang kurus k
a kau
elengking itu membelah suasa
lalu menatap ke arah sakunya.
tu menyala te
a mencari sesuatu di wajahku.
k dengan hasrat yang bergejolak. "Memohonlah agar a
epalaku ke dinding
as untuk itu, D
itu adal
segalanya. Karena itula
agai batu. Dia menj
a?" k
erang sana, cempreng dan menyedihkan. "Tolong ak
ngalihkan pand
epada Sofia, meski matan
ehan tanpa henti dari televisinya-segala pengalih perhatian untuk mengisi
membuatku menggigil. Dia menyambar jaketnya dan melayangkan satu p
tahun, Elena,"
ri kamar. Dia berjalan
bersama bayang-bayang kue stroberi dan keheni

GOOGLE PLAY