Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2

Jumlah Kata:715    |    Dirilis Pada: 21/09/2026

Meja

Ve

itu terasa

aya hangat, tetapi suasananya lebih d

ku mencoba pergi sekarang, di tengah perayaan ini, Dika akan menghentikanku secara fisi

aku d

jauh, tempat yang dikhususkan untuk

meja, di sebelah kanan ayah

tal bagaikan sirup. "Mereka bilang belum pernah melihat Aura

alah tiket lotre yang menang. "Seorang Alpha perempuan di garis ke

ahu Cakra. "Transformasinya... kekuatannya... itu

gumam Cakra. Dia memotong sepoton

u tera

tidak pernah me

lalak pura-pura terkejut. "Aku tidak melihatmu di san

itu menja

tenang. Aku mengiris steik setengah matang di p

palanya. "Cakra begitu mengkhawatirkanku, dia tida

n. Itu seharusnya berupa perin

ti karet terbakar dan parf

endongak. "Untuk apa aku marah? Ca

adis yang berakal sehat. Dia tahu keluarga adalah ya

menjejalkan roti ke mulutnya. "Ve

ap Dika.

ketika Eriska menunjukkan dominasinya, aku akan

h," ulangku. "A

anya Cakra. "Apa

mahami posisiku

ar ke sekujur tubuh Cakra

ngambil sepotong daging gulung panggang-bongkahan kering dan terlal

Kita tidak boleh membiarkan orang-oran

anan unt

atap da

, Eriska

ke lehernya. Wajahnya b

dak bisa..."

pat berdiri, kursinya

engah-engah, mengacungkan jari gemetar ke a

a, menghantamkan

hnya ke pelukan Cakra. "Dia melakukan sesuatu! Bau

nangkan. Netral. Kami tidak

enting di sini. Hany

rah. "Hentikan! Apa pun yang sedang k

apa-apa," kataku tena

t ibuku. "Panggil dokter

an perintah. Cakra mengangkat Eriska ke dalam dekapanny

uju sayap medis, Cakra melayangk

" geramnya, "aku akan membuatm

eluar. Ruang mak

nan yang baru dimakan separuh dan

kata Viona dengan nada datar. *

dosis

era. Dia bahkan tidak bisa berubah wujud. Dia menyuntikkan obat untu

osong tempat "Alpha Pe

annya, auranya, kerapuh

lah terperangkap dalam s

Aku tidak mem

g-barang yang harus kukemas. Dan kali

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY