Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5

Jumlah Kata:923    |    Dirilis Pada: 21/09/2026

Er

, dari sentuhannya, bahkan dari udara yang dia hirup, dan nyaris tak sempat mencapai kamar mandi sebelum aku memuntahkan segalanya. Aku berlutut di depan toilet, tu

ar langkah kaki Ervan. Dia

, tunangan yang penuh perhatian dan lembut. Sandiwara itu sudah menda

mendengar suaranya yang membisikkan namaku, dan menyadari bahwa semuanya, setiap sentuhan

ucapku terengah-eng

ya berubah, terdengar penuh sel

i ponselnya yang sedang mendial. Dia sedang me

mandi... Tidak, aku tidak tahu... Bagaimana kalau iya?" Ada jeda

manis bak gula di kejauhan, menunjukkan kepedulian palsunya. Mereka akan "mengurusnya". Kata-kata itu adalah von

alam nada suara Ervan. Apakah itu sebuah konflik batin sesaat? Itu tidak pentin

r dingin. Saat aku berbalik, dia sedang bersandar di kusen pintu dengan

ang begitu mirip dengan mata Andra, tetapi sek

n nada datar dan dingi

manya. Prosedur itu berjalan cepat, klinis, dan menghancurkan hatiku sepenuhnya. Aku telah berduka untuk seorang bayi yang tercipta d

k matahari, mobil Andra menepi. Andra sendiri. Sang dalang. Dia

erdengar begitu halus dan berkelas, nada

hi keheningan dan aroma bunga yang menusuk hidung. Dia menyalakan musik-lagu dari band indie kesuk

sebuah restoran berbintang Michelin. Belinda

emas! Aku membawakanmu sedikit hadiah untuk menghiburmu." Dia menyerahkan sebuah t

anak-anak Hutomo saat tumbuh dewasa bersama, melukiskan gambaran sebuah ikatan eksklusif yang tak tertembus. Andra dan Ervan ikut menimpali,

utkan bibirnya. "Jangan sungkan begitu. Sebentar lagi k

ilier mulai merayapi dadaku. Tenggorokanku terasa membengkak. Aku meliri

am nyawa. Alergi yang diketahui oleh Andra. Alergi yang selalu k

kunang. Aku meraba-raba tas tanganku untuk men

, suaraku hampir tidak

tik. Selama sepersekian detik, aku melihat kepanikan yang nyata di matanya. Dia berdiri beg

at dan jatuh terkulai ke samping di kursinya. "Andra... aku merasa

ik antara diriku yang megap-megap mencari u

diambil dal

lainkan ke arah tas tanganku. Dia merenggut

serak dengan desakan panik yang belum pernah kudengar darin

tan itu, dia sudah membuka tutup jarum

iannya. Aku sedang sekar

dingin sambil memperhatikanku merosot dari kursi

ingsan" ke dalam dekapannya dan berlari keluar dari restoran

alkanku di lan

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY