img OLD VIRGIN (WHEN I LOVED YOU)  /  Bab 8 ISAK TANGIS | 15.09%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 8 ISAK TANGIS

Jumlah Kata:1011    |    Dirilis Pada: 11/02/2022

mi kecelakaan seperti ini. Cepatan bangun Boy, kami tidak mau kehilangan k

Boy bisa segera sembuh dan pulih seperti sedia kala,'' u

tu memprihatinkan,'' ucapnya rilih, aku pun sudah tidak bisa berfikir kembali.

kejang. Dadanya seakan tak bisa terkon

gilkan dokter sekarang juga,'' suruh Tant

eriak menggema, salah satu dokter

?'' tanya Dokte

mau ia kenapa-napa.'' kataku, kedua

yang melihat dari kejauhan hanya bisa pasrah dan berdoa. Semoga Tuhan memb

*

oy pergi meninggalkanku selamanya, mengingat belum sepatah kata pun aku berucap bahwa aku

r keluar dan menatap kami silih berganti. Kedua o

ak saya, Dok? Apakah s

menundukkan kepala. Dia seper

rtanyaan saya!'' Pak Wijayan

terlalu parah, apalagi sudah mengenai syarat kepala, barusan pun langsung mengal

n yang terbaik untuk anak saya. Berapa pun biayanya, akan saya bayar, asal saya minta Boy selamat

uhan pasien. Lebih baik sekarang perbanyak berdoa, semoga saja ada keajaiban pada pas

begitu sangat terpukul dan takut kehilangan Boy. Ini semua mungkin tidak aka

an. Setelah itu aku akan meminta maaf dan berjanji tidak akan pernah sedetik pu

n meredakan kesedihan yang mendalam. Aku sangat tahu kedua orang tua Boy sangat

unyi, dengan cepat aku segera merogoh d

asih berada di Rumah sak

asih berada di Rum

ar lagi kami akan menuju Rumah sakit untuk mengunjungi Boy. Oh iya

memberitahu bahwa kemungkinan kecil bahwa Boy tidak akan sembuh. Tapi aku percaya dengan keaja

n ya. Ini sudah sampai tempat parkiran Rumah sakit.

*

kamu sangat mencintainya. Tapi aku harap kamu harus lebih bersabar men

sembuh. Aku harap dengan ini semua hubungan ka

ukankah kalian sangat mencintai?'' tanya Tasya. Seluruh tubuhku berkeringat dingin, aku memang sangat me

cukup untuk menikah. Tapi ternyata setelah lamarannya aku tolak, aku merasa bahwa kami memang sangat saling

i sangat terasa menyakitkan. Sekarang aku hanya bisa menerima takdir dan terus b

ntang dia yang seperti akan meninggalkanku selamanya. Apalagi se

ada lagi orang lain yang menyebutmu perawan tua, aku yang mendengarnya pun sangat sedih.'' harapan Tasya membuat aku bersemangat, ia sahabat

sahabatku yang sangat baik.'' kami berp

Drrrtt ..

lepon, aku segera mengan

tanyaku ketika sambunga

sudah siuman.'' rilih Mama yang membuatku tak perca

a, Shereen?'

a sudah siuman.''

a sekarang!'' ucapnya. Kami pun bergega

AMBU

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY