img BELENGGU CINTA MANTAN  /  Bab 2 Galau karena Ternoda | 2.78%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Galau karena Ternoda

Jumlah Kata:1409    |    Dirilis Pada: 18/02/2022

ru meninggalkan tempat itu. Masih terdengar tawa geli Dion mengiringi langkah seribu gadis itu. Andini benar-benar takut mem

ju rumahnya yang berjarak sekitar satu kilo meter dari rumahnya Ardi. Tanpa disadarinya, airmata mengalir begitu saja di pipinya, begitu mengingat pria ya

dicintainya itu, Ardi benar-benar sudah menghilang dan lari dar

hnya. Ia melihat pintu tempat tinggalnya itu terbuk

alam rumah. Matanya langsung menatap seorang laki-laki dewasa ber

menjawab. "Kok, lama perginya, Din? Kamu bilang jam setengah sepuluh sudah nyampe ru

dua minggu yang lalu akan datang bertamu untuk menentukan hari pernikahan mereka. Andini memaksa pergi karena ingin memastikan sikap Ardi setelah peristiwa minggu lalu.

lihat tampan di usianya yang ke-40 tahun itu tersenyum lembut kepada gadis mu

ah-ibunya Andini memanggil anaknya

amu sebelah ibunya. Ia tak mengangkat kepalanya sama sekali, h

a dengan Nak Andini." Paman dari Hendra itu berhenti sejenak, menatap dua orang wanita berbeda usia yang duduk di depa

nggu lagi?" Matanya membulat me

in? Lebih cepat 'kan lebih baik." Sarinah yang

, ia hanya ingin mengulur sedikit waktu. Ia takut seandainya perbuatan Ardi padanya minggu lalu akan membuahkan hasil. Ia tidak ingin nanti bingung menentukan siapa ayah biologis

ahmu juga gak saling kenal, buktinya pernikahan kami awet sampai aya

lagi." Tanpa mengindahkan ucapan sang ibu, Andini langsung bicara kepada p

tanya sang paman k

an berusaha, agar kita bisa lebih akrab sebelum hari pernikahan nanti." Hendra

an senyum menawan dari pria dewasa yang

ni dengan berat hati memberikan penawaran terakhirnya. Lima minggu ke d

a minggu lagi, tapi dengan syara

ran. Matanya membulat menatap

ang ke rumah ini. Kamu yang ingin kita lebih akrab sebelum menika

jawab pelan sembari menun

an di ruang tamu yang sempit itu. Tawa ceria pria yang sudah setahun menduda itu, disambut dengan senyum senang oleh pamannya Hendra dan ibunya Andini

di pembaringan yang sama, tempat di mana Ardi mengambil miliknya yang berharga minggu lalu. Air mata Andini kembali mengalir deras di pipinya. Hatinya terasa sakit sekali, kala

*

menangis sedih di kamarnya setelah keluar dari kamar mandi. Meski lega, ia tidak hamil di luar nikah, tapi ini artiny

bari mengetuk-ngetuk pintu kamar yang sengaja ia kunci. An

engan suara serak. Ia kemudian berj

datang." Sarinah menatap penuh selidik wajah anaknya yang pura-pura menggar

atang bulan, terus juga sedikit pilek." Andi

u di belakang," ujar Sarinah seraya menjauh dari kamar anaknya menuju ke bagian belakang rumah.

ke teras depan rumah. Di sana, terlihat calon suaminya sedang duduk se

a yang tampak lebih muda dengan baju kaos warna putih berkerah yang sedik

atap wajah wanita yang terus saja menghantuinya selama sebulan ini. Meskipun And

tahun tersebut. Andini yang semakin pendiam membuat Hendra terkadang bin

jalan-jalan, mau gak?" H

ini menjawab tanpa menoleh kepada calon suaminya. Ia

abang antar berobat?"

itu kalau lagi datang bu

berambut sedikit cepak

ihat lesu tidak bergairah. "Hm ... mungkin ada yang ingin kamu tanyakan pada abang? Bagaim

Andini semakin resah. Sebenarnya, ia ingin jujur saja atas kondisinya yang sudah tidak gadis lagi, tapi bibirnya tak sa

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY