img IPRIT  /  Bab 2 KEDATANGAN WISAKA | 1.79%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 KEDATANGAN WISAKA

Jumlah Kata:983    |    Dirilis Pada: 05/03/2022

dian ini tak pernah ada di desa ini. La

us di otaknya seperti sebuah film. Wisaka masih berharap, hari

r kuda jantan coklat dengan gagahnya berlari menembus kabut pagi. Wisaka pemuda berpe

ebut, meninggalkan hawa yang sangat dingin. Desa yang nyaman karena ter

halang oleh kebun ataupun sawah. Satu dua orang penduduk nampak berjalan melinta

entu, dari pembakaran hio dan kemenyan. Penduduk percaya itu

. Benda itu masih digunakan untuk media pengobatan tradisio

aka kepada Mang Arman, kusir delman. Sambil ma

oleh sejenak k

etangga kan? Temen masa kecil

ingat, yang badanny

semok itu," jawab Mang A

an masa kecilnya bersama Firman, Umar, Dayat

at dulu mereka mencari ikan

tombaknya, Firm

Wisaka menyambutnya, kemudian menancapk

a berjingkrak-jingkrak. Begitupun

ikan!" seru Wisaka lagi, s

wa terbahak-bahak sambil menunju

up ... hidup!" seru Umar s

cinta, haha ....

g dan sedih sekaligus di waktu bersa

ke kursi kebahagiaan. Namun, sedih kala momen bahagia itu berbingkai

atnya dia menemui Firman, tidak memperdulikan ibunya yang berteriak-teria

rman berteriak begitu me

m lebar seraya merent

h calon pengantin?" tanya Wisaka

." Firman tergel

cerita yang ingin didengar dari Firman. Seharusnya beso

begitu kejam memisahkan mereka. Badan Wisaka luruh ke tanah m

sebut. Kematian yang tidak pernah terduga. Pemuda itu mengerti kalau semua makhlu

a, sekarang sudah terbujur kaku menjadi mayat. Gosong m

lau manusia tentu mempunyai taring yang begitu tajam. Seandainya binatang

ni, kita jangan terbengong di sini!" ser

masih di sini dan bisa menyerang ki

bengong aja, ayo

isaka gugup. Tersadar dari lamu

an. Sarung salah satu penduduk direlakan untuk itu. Mereka mema

kan di ruangan. Ibunya Firman memeluk anaknya

i?" tanyanya kepada orang-orang

yerangnya di hutan,

" Ibunya Firman menangis sesenggukan

ihan almarhum,"

ti sedih dengan kejadian ini,"

pula begitu mendengar berita ini. Namun, lebih cepat memberi kabar akan le

ang Saep ditemani Wisaka, walau bingung cara menyampaikannya,

tunya," kata Kang Saep

ang baru saja terlelap. Kang Saep men

asa heran, ada apa, saudaran

apa,

stri

pa sih? Bikin kaget aja

nyampaikan kabar duka ini kepada Sulastri. Sulastri pasti kaget dan

Ia bertanya ada apa sesungguhnya? Wisaka bingung harus menjawa

...

ga Sulastri memot

k menyampaikan kabar duka ini. Tiba-tiba dari dalam ruma

ini, ada

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY