img Menikahi Calon Kakak Ipar  /  Bab 3 Taruhan | 4.48%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Taruhan

Jumlah Kata:1039    |    Dirilis Pada: 05/03/2022

innya ke Universitas itu yang berjarak sekitar

yang satu ini, tapi kudengar orang ini perfeksionis banget kalah-kalah kamu yan

g gajiku sebulan aku kasih ke kamu, tetapi jika pemuda itu jutek, cool, tidak menanggapi kamu sebagai w

erti ini, aku jadi penasaran banget sama orang ini sebegitu tampan kah

h kepada ibunya, dia sangat menghormati dan menyayanginya, pokoknya si Amm

ng kamu kenal sama orang ini?" tanya Tari sembari me

watak si orang yang akan kita kupas habis, takutnya nanti pas kit

ri Khairunnafiza jika tidak bisa menaklukkan seorang

ita buktikan saja omongan

isa buat tambahan untuk menuju ke pelaminan," lanjutnya lagi s

siapa yang menang aku atau kam

idak terlalu memikirkan kakaknya untuk s

an berharap kalau dia bisa menaklukkan pemuda itu ketimbang berpac

bih tampan pemuda yang akan Tari

kalau sebenarnya pemuda misteriu

ah pulang ke Jakarta, dia hanya tahu ka

api beberapa menit yang lalu karyawan kepercayaan mbak L

mun dia masih tertidur belum bangun s

ini secepat mungkin agar bisa p

*

a di Universitas itu, semua sudah disiap

g sangat bersahabat, kampus yang begitu lu

an, pemandangan yang asri m

semuanya dari tempat acara s

ak panitia yang menyelen

pagi Ma

at pag

ilakan

a kasi

dengan tugasnya masing-masing," tanya Tari sembari mempe

dan seorang pemuda single yang tampan!" jawab Pak Syamsu

ertata rapi, maklum orang yang kami undang sangat perfe

. gitu

kita mulai a

ang ikut mengambil nomor antrean di sana, untungnya kami mengadakan acara ini di l

begituan tetapi kalau masalah ilmu dia itu tidak pelit katanya siapa saja bisa mempelajarin

suka yang berbau seperti ini, sebuah tantangan yang sulit ditaklukkan tapi

ngnya sudah datang?" tanya Tar

a datang biasanya satu jam seb

gan sampai Mbaknya mengungkit masalah orang tuanya terut

rdana, SE sedang dijodohkan sama mamahnya, mungkin setelah acar

pulang ke Jakarta, jangan-jangan kita satu pesawat

an sama siapa Pak?"

sudah banyak keringat di keningmu, nanti malah ifil si Fajar lihat kamu, ayuk segarkan dulu dirim

alu, dia tidak ingin orang seper

ghadapinya setiap hari, lebih baik seperti Ban

arang dia susah di hubungi, jangan-jangan

erus," sahut Tari sembari meninggalkan Dafa menuju ruang g

tiba-tiba dia dikagetkan dengan ada

" teriak p

tetapi tidak ada orang satu

ri pemuda jangkung

il saya?" tanya

g kamu lihat ada orang lain selain

sam

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY