img Merebut Jodoh  /  Bab 5 Bukan Sembarang Anak | 4.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Bukan Sembarang Anak

Jumlah Kata:1029    |    Dirilis Pada: 07/04/2022

meninggalkan rumah sakit, Sean su

peser pun dia tidak memiliki uang. Dia hanya mempunyai pon

u punya forum

ia teringat bahwa dia mempunyai nenek dari ibunya yang ad

u?" Sean tampak tertarik mendengar jawaban An

, Sean. Rencanaku ingin pulang kampung, aku i

yakin??? Katamu dulu tidak suka hidup di kampung, Ton. K

menjadi bebanmu, jadi tolong duk

a lebih lama lagi di rumah. Di sisi lain

onselmu," jawab Sean, dia memil

pertama kalinya Anthony mempunyai te

m menuliskan cerita di setiap detiknya. Mas

gnya, mengajak semua orang unt

r gembira. Bahwa aku sudah diperbolehkan

pak tidak begitu ramai antreannya. Apa mungk

yar biaya pengobatanku. Dia be

berapa mbak tagihannya,"

uta, yang 1 juta di awal sudah tidak

," sahut

arkan kartu debitnya, dia

itu, berharap penjual ponsel set

emani aku makan ya, aku penge

Ayo!"

h sakit, setelah berjalan beberapa langkah.

mie sudah terseduh dengan b

rja?" Aku bertanya, sambi

lihat, ponselmu ditawar 10 juta. Gi

uh cepat ni," jawabku. Aku san

Dia mengajak bertemu 30 menit lagi di depan

juga ikut senang

u dirumah, Sean

aksa mi panas itu kita makan mie nya saja dengan t

menit, demi bertemu dengan pembeli tersebut.

mah Sean, Anthony yang duduk d

ni. Aku akan cepat m

lari menuju kamar Sean. Dia melewati mama

dulu ke kamar Sean, Tan," k

i-hati baru sembuh, jangan berlari!!

tas baju di sebelah ranjang Sean lalu dia mengobrak-abrik isi di dalamny

eluar kamar, dia menjawabnya pertan

, Tan. Saya keluar

sedang menunggu, lalu masuk ke dalamnya. Tony

perintah Sean ke

tempat berikutnya, jalanan terlihat lengang setelah

ubernur. Sean membayar tagihan taksi i

ya, Sean. Pembelinya sudah sa

esan," sahut Sean, dia terlihat s

an halaman luas, tertata berbagai macam kenda

rja di dalam. Tunggu a

endahuluiku. Aku melangkahkan kaki de

nya kepada pegawai berb

ngan Bapak Murti Kencana. D

lihat papan petunjuk kantor Gubernur, ikuti saja. Pasti ketemu

terimakasih

tersebut, aku merasa pernah menden

an berusaha keras mengi

!!!" gumamku b

pintu tersebut. Sebelum itu aku melihat Sean, untuk minta persetujuannya. Dengan bahasa tubuh, d

kkan Gubernur yang sedang

bentar!!!" uc

disuruh menunggu di tempat duduk tamu. Gubernur

h dulu, saya ada tamu," kata penutu

telah dia sebut yaitu, 'Vanya'. Apakah Vanya seoran

setelah pasien yang ada di ruangan kemarin

jabatannya, Anthony masih sibuk dengan pikirannya. Di

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY