img Mari Selingkuh  /  Bab 5 Masalah Utama | 4.46%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Masalah Utama

Jumlah Kata:1295    |    Dirilis Pada: 07/04/2022

Perusahaan Babeldaob yang mendunia itu, apa benar?" Bibi Patri

as saja. Mereka sudah habis kontrak," timpal Zale, anak da

sembari sibuk menyumpal makanan ke mulutnnya. Seolah yan

tanpa melihat wajah orang-orang di meja makan ini. Memuakkan semua. Pasti mereka sengaja membahas topik yang paling ti

n sikap tidak sopan Ranesha. Memang biasanya perempuan itu h

hebat," puji Zale

a memamerkan sekilas senyuman manis pada

ri Zale, yang baru saja bergabung di meja makan. Ia tahun ini resmi menja

las. Adik sepupunya itu bahkan l

"Aku cari tahu orang yang Kak Ran ingin rekrut ada Alexi, si jenius super

sha hampir tidak fokus karena ditatap seperti seorang pembunuh oleh Alexi yang ironisnya memiliki kul

ihat heboh. "Jadi benar? Wah!

ff

g indera penderangan, memotong pembicaraan Ol

ldaob karena masalah internal, mereka adalah pilihan yang buruk," cela sang

a memiliki masalah keluarga serumit ini. "Saya akan lebih berusaha lagi, Ayah.

aspian beralih pada Zale. "Pembuat

emberi ejekan, lalu ia membalas tatapan Caspian. "Sudah," sa

sis Ranes

. Wah, ia benar-benar kehilangan selera makannya. Tubuhnya memang sesensitif

Entah kenapa kini ia sedikit mensyukuri kehidupannya dulu sebagai

" ceplos Ranesha meletakkan sendok dan g

an!" hardik Patricia terperangah meny

mit Ranesha begitu saja, meninggalkan

bungnya di toilet sekembali ke kama

mangnya ada dendam apa, kalian padak

bagikan potongannya di kebun binatang! Tunggu saja, dasar ke

luar, menuju mobilnya untuk tetap bekerja. Ya, bagaimana pun ia a

*

ulang tinggi dan marmer yang berkulitas. Besar tapi terasa ko

pada jendela. Ia seperti matahari yang redup tapi bukan

g membuat wanita tadi menoleh. Ia lalu memasang

kasih,

padahal ulang t

a." Meriel te

atlet yang habis berlari maraton. Debaran yang hanya bisa ia dap

an kue ulang tahun kecil na

selangkah. "Bukankah lilin yan

n. Wajah lelaki itu ikut memerah, p

p lilin ulang tahunnya setelah b

ti. Pandangannya yang hangat membuat siapa pun bisa tahu

h tahu, apa

u. "Rahasia." Perlahan sudut bibirnya terangkat, mem

knya tidak dapat bekerja dengan baik jika di hadapan Meriel. "

hanya bercanda." Ia berbalik

rwujud sempurna." Tangan Meriel menyentuh kaca jendela. "tanpa

ih pisau dan mulai memotong kue itu kecil-kecil. "Ayo, coba makan ini. Ena

memperlihatkan sederet gigih putihnya

m kecil. Lalu mengangkat sesendok kue, mengarahkanny

rus dapat suapan, kan?" Ia menarik tangan Hail, membawanya untuk dudu

aaa

biru bak telaga terindah di muka bumi milik Meriel. Hatinya, jiwanya

alu menerima suapan kue tadi. Gerakan

yang saling menatap makin mendekatkan diri. Sampai deru nafa

an pipi yang merona. "sedang ingin melak

khirnnya menjawab, "Iya, sebagai s

ni," ucap Meriel malu-malu, surai p

mbola sempurna, terkesiap akan

ugas seorang istri, Hail ingin memiliki Mereil sepenuhnya. Hail bisa memafkan kelakuan

nta, kepintarannya seolah tak berguna la

ekat. Perlahan mengelus tengkuk Meriel. Hail lalu memiringkan w

l membuai Meriel dalam permainan ini. Wanita itu akhirnya membuka mulut. Memberikan akses lebih banyak p

ewati waktu dengan panas d

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY