img Perjalanan Menjadi Dewa  /  Bab 8 Zen Memukul Para Pelayan (Bagian Dua) | 0.79%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 8 Zen Memukul Para Pelayan (Bagian Dua)

Jumlah Kata:1218    |    Dirilis Pada: 05/01/2022

cukup besar, mereka tidak dapat menggerakkan Z

sedikit pun. Tubuh mereka dipenuhi keringat karena berusaha sekuat tenaga untuk menggerakkan Zen. Mereka bahkan terengah-engah seolah sudah kehabisan napas dan tenaga. Darr

, dia bisa dengan mudah mengumpulkan energinya untuk membalas. Dia berdiri diam di tempatnya dan mengarahkan energinya untuk keluar seperti guntur. Tanah ber

u untuk menjadi pelayannya. Kalian berdua hanyalah pelayan di dalam Klan Luo. Dan kalian memiliki nyali untuk menjadi

kutan dan dia mundur selangkah.

en. Dan dia tahu dia hampr sukses ketika dia melihat wajah marah Zen, karena tabu terbesar Grey adalah or

"Zen, jangan lupa dengan situasimu sekarang. Kamu adalah seorang budak dan bukan lagi tuan muda. Seka

p mul

orong para pelayan ya

"Apakah kamu ingin memberontak sekarang? Kamu tahu bahwa kamu

katamu? Bagaimana bisa orang luar sepertimu berani membicarakan aturan keluargak

a saat dia mempersiapkan dir

h membiarkanmu pergi begitu saja. Selain itu, kamu hanyalah sebuah karung tinju yang tidak berday

du

wajah Grey. Tidak ada orang yang bisa menahannya lagi sekarang. Dia maju s

ak milik Grey. Semburan darah halus keluar dengan setiap tamparan yang dilakukannya. Zen menyunggingkan bibirnya saat menyadari bahwa

cara banyak omong kosong dan mencela orang

du

eka yang suka menindas orang

du

menabur perselisihan, mengadu domba

du

aturan Kl

du

eras hingga membuat Grey meludahkan da

itu sangat m

aktu yang lama. Selama ini dia telah patuh dan diam-diam menelan semu

hadap apa yang dia terima selama ini. Dia hanya memilih untuk tida

butan itu. Mereka menyaksikan tindakan Zen dengan mata kepala mereka sendiri

uk percaya bahwa dirinya setara dengan seorang master di dalam keluarga Luo. Beberapa dari anak-anak ya

lama ini. Dan dia juga tidak menyadari kebencian yang dirasakan anak-anak ini terh

api

ansi juga berkaitan dengan kesetiaan dan dukungan di belakangnya. Gr

da di bawahnya, tapi dia berperilaku sangat rendah hati ket

ak pantas bagi seorang budak unt

ua orang tahu bahwa apa yang sedang dilakuka

sekarang berdarah-darah dan berantakan tidak berbentuk. Bahkan rambutn

en setelah pukulan tidak menguntungkan yang dia teri

m Grey bisa menyelesaikan kalimat

ajaran pada Grey, tatapan Z

b yang akan menghampirinya. "Zen, kamu harus ingat bahwa kamu hanyalah s

menjadi budak?" Zen membuntuti Darren p

kotormu! Ingat posisiku lebih tinggi darimu!" Darren b

uo meskipun sekarang aku seorang budak! Dan kamu lupa bahwa tinjuku lebih kuat dari dirimu. Aku ada di atasmu

n. Dia menyerang dengan cepat dan meraih Darren. Zen menjadi lebih percaya diri setelah mencapai tingkat pemurnian tulang. Kekuatanny

i tamparannya pun terdengar begitu keras sehingg

ubuh mereka bertabrakan. Zen mendongakkan kepalanya dan mengangkat dagunya dengan angkuh dan berkata, "Biarkan h

layan yang berkerumun di sekitar ketiga pria itu untuk menonton keributan

img
Konten
Bab 1 Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan (Bagian Satu) Bab 2 Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan (Bagian Dua) Bab 3 Metode Pemurnian Senjata (Bagian Satu) Bab 4 Metode Pemurnian Senjata (Bagian Dua) Bab 5 Tubuh yang Luar Biasa (Bagian Satu) Bab 6 Tubuh yang Luar Biasa (Bagian Dua) Bab 7 Zen Memukul Para Pelayan (Bagian Satu) Bab 8 Zen Memukul Para Pelayan (Bagian Dua) Bab 9 Krisis (Bagian Satu) Bab 10 Krisis (Bagian Dua) Bab 11 Upaya (Bagian Satu)
Bab 12 Upaya (Bagian Dua)
Bab 13 Hari Latihan Keluarga (Bagian Satu)
Bab 14 Hari Latihan Keluarga (Bagian Dua)
Bab 15 Pukulan Fatal (Bagian Satu)
Bab 16 Pukulan Fatal (Bagian Dua)
Bab 17 Tingkat Pemurnian Organ (Bagian Satu)
Bab 18 Tingkat Pemurnian Organ (Bagian Dua)
Bab 19 Evil Sang Pemurni Senjata (Bagian Satu)
Bab 20 Evil Sang Pemurni Senjata (Bagian Dua)
Bab 21 Memurnikan Tubuh dengan Api (Bagian Satu)
Bab 22 Memurnikan Tubuh dengan Api (Bagian Dua)
Bab 23 Memurnikan Tubuh dengan Api (Bagian Tiga)
Bab 24 Api Hitam Dan Sisik Naga
Bab 25 Kebebasan (Bagian Satu)
Bab 26 Kebebasan (Bagian Dua)
Bab 27 Kebebasan (Bagian Tiga)
Bab 28 Ibukota Kaisar (Bagian Satu)
Bab 29 Ibukota Kaisar (Bagian Dua)
Bab 30 Provokasi (Bagian Satu)
Bab 31 Provokasi (Bagian Dua)
Bab 32 Ujian Awal (Bagian Satu)
Bab 33 Ujian Awal (Bagian Dua)
Bab 34 Tekanan Tak Terlihat (Bagian Satu)
Bab 35 Tekanan Tak Terlihat (Bagian Dua)
Bab 36 Lulus Ujian Awal (Bagian Satu)
Bab 37 Lulus Ujian Awal (Bagian Dua)
Bab 38 Aku Memiliki Ide yang Sangat Sederhana (Bagian satu)
Bab 39 Aku Memiliki Ide yang Sangat Sederhana (Bagian Dua)
Bab 40 Kejutan (Bagian Satu)
Bab 41 Kejutan (Bagian Dua)
Bab 42 Pil Panjang Umur
Bab 43 Amarah Zen (Bagian Satu)
Bab 44 Kemarahan Zen (Bagian Dua)
Bab 45 Aku Menolak Menerimanya (Bagian Satu)
Bab 46 Aku Menolak Menerimanya (Bagian Dua)
Bab 47 Yan Luo
Bab 48 Gunung Berdarah (Bagian Satu)
Bab 49 Gunung Berdarah (Bagian Dua)
Bab 50 Ryan Fang (Bagian Satu)
Bab 51 Ryan Fang (Bagian Dua)
Bab 52 Cara Terbaik Menyingkirkan Orang Bodoh (Bagian Satu)
Bab 53 Cara Terbaik Menyingkirkan Orang Bodoh (Bagian Dua)
Bab 54 Tujuh Klan Bangsawan Teratas
Bab 55 Terpaksa Bertarung (Bagian Satu)
Bab 56 Terpaksa Bertarung (Bagian Dua)
Bab 57 Mati-matian Melawan (Bagian Satu)
Bab 58 Mati-matian Melawan (Bagian Dua)
Bab 59 Raksasa (Bagian Satu)
Bab 60 Raksasa (Bagian Dua)
Bab 61 Menggunakan Pisau Terbang (Bagian Satu)
Bab 62 Menggunakan Pisau Terbang (Bagian Dua)
Bab 63 Perasaan Tertekan
Bab 64 Mendapatkan Kembali Pisau Terbang (Bagian Satu)
Bab 65 Mendapatkan Kembali Pisau Terbang (Bagian Dua)
Bab 66 Memilih Metode Pemurnian (Bagian Satu)
Bab 67 Memilih Metode Pemurnian (Bagian Dua)
Bab 68 Metode Kultivasi Tingkat Lima (Bagian Satu)
Bab 69 Metode Kultivasi Tingkat Lima (Bagian Dua)
Bab 70 Gunung Neraka (Bagian Satu)
Bab 71 Gunung Neraka (Bagian Dua)
Bab 72 Masalah Tiada Akhir
Bab 73 Tantangan
Bab 74 Melupakan Diri Sendiri Sepenuhnya (Bagian Satu)
Bab 75 Melupakan Diri Sendiri Sepenuhnya (Bagian Dua)
Bab 76 Permainan Kucing dan Tikus (Bagian Satu)
Bab 77 Permainan Kucing Dan Tikus (Bagian Dua)
Bab 78 Mencapai Tingkat Pemurnian Sumsum
Bab 79 Tetap Tenang (Bagian Satu)
Bab 80 Tetap Tenang (Bagian Dua)
Bab 81 Tetap Tenang (Bagian Tiga)
Bab 82 Kebenaran Yang Dingin Dan Keras
Bab 83 Instruktur Su Yang Marah (Bagian Satu)
Bab 84 Instruktur Su Yang Marah (Bagian Dua)
Bab 85 Lapangan Parkir Langit Biru (Bagian Satu)
Bab 86 Lapangan Parkir Langit Biru (Bagian Dua)
Bab 87 Serangan Mendadak Di Langit (Bagian Satu)
Bab 88 Serangan Mendadak Di Langit (Bagian Dua)
Bab 89 Diselamatkan (Bagian Satu)
Bab 90 Diselamatkan (Bagian Dua)
Bab 91 Tantangan Yang Tak Terduga
Bab 92 Mempermalukan Dirinya Sendiri (Bagian Satu)
Bab 93 Mempermalukan Dirinya Sendiri (Bagian Dua)
Bab 94 Kesempatan Dalam Kesempitan
Bab 95 Panen Melimpah Inti Kristal (Bagian Satu)
Bab 96 Panen Melimpah Inti Kristal (Bagian Dua)
Bab 97 Nasib Tragis (Bagian Satu)
Bab 98 Nasib Tragis (Bagian Dua)
Bab 99 Binatang Raksasa Di Danau Lava
Bab 100 Perubahan Menjadi Senjata Spiritual (Bagian Satu)
img
  /  11
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY