img Possessive Husband  /  Bab 6 Pertunangan | 8.45%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 6 Pertunangan

Jumlah Kata:1526    |    Dirilis Pada: 12/04/2022

mahnya dan disuguhkan pemandangan Mamahnya ya

ing sang Mamah deng

enapa?" risaunya yang tak

n Kiara penuh sayang diikuti dengan senyu

nya katakan, ia lebih memilih menatap Papahnya yang ju

uatu yang orangtuanya sembunyikan darinya dan hal itu sangat tak Ki

mendapat kabar duka dari

Papahnya itu benar, namun melihat Rima yang mengangguk dengan

iara mengusap punggung Mamahnya d

pada Kiara. "Terimakasih sayang, sudah kamu cepat masuk ke d

amah serta Papahnya lebih dulu

" Izinnya sebelum pergi dari h

marnya tangis Rima kembali be

erlu mengkhawatirkannya ..." tenangnya mencoba men

r Mas ... Semoga Kia

*

n sudah ditentu

tanggal yang sesuai untuk pertunangan keduanya, Keith mengu

pa

ju, tidak bagi Kiara yang semua argumen dan rasa keberatannya ditolak. Keith berkata b

yang ingin hubungan ini dirahasiakan dari

utik atau pun menolak keinginan

sen mengunjungi rumahnya, entah malam saat ia di rumah dan mengajaknya keluar sebentar

th sangat keberatan dengan itu, namun karena permohonan Kiara yang tidak mau orang-o

na hari yang me

tuna

e rumahnya. Padahal ia tau ini hanya acara tunangan, namun repot d

besar dan tetangga dekat rumah Kiara saja, kar

mana kedua manusia yang berada di atas pod

ang justru menangis saat ia diminta memilihkan cincin. Keith kembali mengaja

h mau itu hanya untuk acara pertunangannya, karena untuk

masangkan cincin tersebut dengan pe

dadak terpaku sejenak, tangannya gemetar de

ia harus menggenggam tangan Kiara dan mencoba menenangkan g

h berkata saat tangan bergetar Kiara sudah memega

a, syukurlah Kiara berhasil memasangkan cincin di jemari Keith tanpa melaku

Kiara dalam pertunangan tak bisa menyem

k meraih Kiara untuk j

*

num

nemukan Bima yang memberinya seb

bil botol yang Bima sodork

singkat dengan s

Kiara yang memilih menjauh dari area kelas mereka dan duduk

pengen

neral yang diberikan Bima dan me

sesuatu?" tanya Bima yang ta

dadak gugup terlihat saat pria itu mengusap tengk

nya gimana?" Bima melirik Kiara y

kadang ngeselin juga, perhatian banget sama gue dan teman-teman, dan lo sosok sahaba

tersenyum menggoda pada Bima yang ia

a pelan, Bima yang memiliki suara keras kini berbisik lirih hingga Ki

membulat sempurna. "Wahh!! Serius?! Siapa orangnya

yang tak pernah berbicara soal gadis atau pun berbicara mengenai perasaan kini mengataka

Kiara dengan kedua mata yang tak lepa

sekolah di sini, tapi gue gak bisa kasih t

enggoyangkan lengan pria itu agar mau memberit

au gue!! Sia

Nanti, nanti kalo gue udah punya keberanian baru gue kasih tau lo" Bima

sa direbut orang lain l

pantau terus, kalo udah keliatan dia

, lagian lo emang tau hatinya buat lo? Gimana kalo udah lo pantau

mpa pada Kiara yang mendadak

ran omongan gue

uka?" Bima memotong ucapan Kiara, dan justru b

aku. Kiara memberikan senyum tipisnya s

yang kini sudah menjadi tunangannya, namun jika untuk menjawab pertan

a ia membuka hati dan membiar

tangan Kiara kuat. "Jujur sama gue kalo na

ma katakan, dia tertawa dan menganggap

suka sama seseorang

n itu dan melihat wajah datar B

dengan tatapan datar Bima yang terasa menakutkan namun tentu tatapan paling menakutkan masih terjatuh

mbuat kedua bahu

gadis itu kesal. Bima tertawa karena berhasil membuat Kiara kesal da

dah memantau dengan kilatan tajam di sepasang matanya dan te

k berlari ke bawah pohon demi menjauhkan sosok Kiara dari

sosok Kiara berada, namun melihat gadis itu tengah berduaan

iara untuk berdekatan dengan teman-teman prianya. Dia tak mau Kiara menumbuhk

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY