img DIKIRA MISKIN  /  Bab 4 Empat | 5.33%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Empat

Jumlah Kata:1089    |    Dirilis Pada: 12/05/2022

layut dalam dada, apa renc

lagi uang itu pasti sudah ada." Senyum Mbak Ranti men

a itu kecil," imbuh Mbak Rant

ntika, dia tidak mungkin punya uang sebanyak itu. Jangankan pu

longnya kalau seperti ini keadaannya. Jangankan ucapan terima kasih, justru hinaan yang kudapatkan.

ak ada yang mengundang, kamu datang sendiri. Oh ya, jangan bilang sama

n, mereka berdua lantas tersenyum dengan senyum yan

_____

?" tanya Ibu mertua saat melihat anek

apku seraya mengambil makanan dan menyodorkan pada ibu. Tanpa menunggu

? Dulu, kamu kan nggak bisa masak? Bisanya cuma masak

m saat melihat ibu mengambil makanan lagi. Sepe

alau begitu aku juga ingin belajar sama dia kalau hasilnya s

rtinya aku belajar sendiri. Kadang

amu tawari makan tadi. Kalau menolak, pasti a

sil masakanku dengan berbagai alasan. Takut ngga

ulu ibu sama bapak dulu sudah memperlakukan tidak baik padamu. Maafkan

ai menantu, ibu tenang saja, aku tidak a

an juga ada teman untuk ngobrol. Anak-anak perempuan Ibu mana ad

tunya menantu perempuan di rumah ini. Seharusnya disayang, kan, jika menantu satu-satunya? Namun, kenyataannya tidak, beliau lebih sayang

iriku dengan para menantunya itu. Di rumah ini selain sebagai menantu

lalu, sehingga kini ibu tinggal seorang

, ia juga pasti bisa menerimamu

g selalu dia banggakan itu datang, padahal rumahnya tidak jauh dari sini. Mungkin ini adalah salah satu alasan kenapa

mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Apalagi pergi ke sawah seperti biasanya. Ya, Ibunya Mas Yudi ad

____

aat melihatnya masuk ke dalam rumah t

ah ibu, kamu ini hanya menantu, jadi nggak usah belagu." Mbak Wiwid menerobos masuk denga

melihat kelakuan wanita

a? Aku mau minta, hari ini aku mala

raya menunjuk nag

ang besar, tidak akan habis kalau hanya dimakan Sasya, kamu dan Yudi kan tid

a malas. Menghadapi orang model Mbak Wiwid

k." Kuberikan naget dalam plast

enyimpan ini, kan? Sudah buat aku saja." Mbak Wiwid tetap ingin membawa naget itu semuanya, padahal masih banya

eluar dari kamar, ia pasti ter

a naget, dari pada mub

etiap saat itu mengangkat naget ke

tanya ibu denga

akan sendiri, ya, udah sisanya yang belum digoreng aku ambil, nanti

ya, sisakan buat Sa

ucu Ibu yang nyebelin itu. Lagian,

apan Mbak Wiwid. Ia pasti mengira aku

ada di sini, belum pernah aku meminta uang sepeserpun

akan yang sebenarnya kalau

takan sesuatu?" tanyaku sambil mem

kan apa, Nak

aat ini, sepertinya ibu sudah mulai b

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY