img Taaruf dengan Anak Wanita Malam  /  Bab 5 Mimpi buruk | 2.36%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Mimpi buruk

Jumlah Kata:1135    |    Dirilis Pada: 01/06/2022

da temaram cahaya lampion yang berpendar tergantung di depan teras pondok itu. Gadis itu terus berjalan ke arah pondok tua yang terbuat dari kayu tua yang nyaris lap

sekedar memenuhi dahaga penasaran yang bermukim di kepalanya. Dengan berjalan sedikit tersaruk-saruk melewati ilalang yang menjulang dia mendeka

asaran. Dahinya berlipat bagai akordion. Wanita yang berdiri mematung di hada

enggelam karena tiba-tiba terdengar dari kejauhan suara ombak y

anya berjarak satu meter. Namun wanita itu seketika berwajah pucat bagai kunarpa

as gadis itu terengah-engah seolah baru saja tenggelam dalam kolam lump

mimpi barusan adalah mimpi terburuk yang pernah dialami sepanjang hayatnya. Dia merasa senang berjumpa dengan wanita yang samar-samar mirip denganny

tan ... argh, aku ketiduran bahkan s

berse

untuk berjalan mengambil air minum yang terletak

glek

elas air putih dan d

siapa? Apakah ayahku salah satu pelanggan setia ibuku?" tanya Selina sembari mengusap wajahnya. Dia tak bisa membayangkan

g membangunkannya untuk melaksanakan shalat qiyamul lail di sepertiga malam. Lantas dia berjalan menuju kamar mandi untuk

anak Abah dan Ummi. Lantas ibu kandungku seorang pelacur ... ayahku? Aku tak tahu siapa ayah biologisku. Apa mungkin dia juga orang yang fasik seperti ibuku? Rasanya aku benar-benar terpuruk ya Allah. Ya Allah, tunjukil

i menahan gejolak kesedihan yang terkurung dalam dadanya. Malam itu s

wati pun sudah bangun seperti halnya Selina melaksanakan shalat tahajud dan membaca alquran. Terdengar di luar kamar pun Ummi dan Abah Selina berisik sudah mengobrol usai shalat malam. Namu

ikit sehingga dia bisa menghidu aroma udara yang segar saat pagi buta. Dia menatap kosong keluar. Namun seketika sekelebat siluet Aqsa m

ir dingin. Meskipun saat ini dia sedang memikul masalah yang teramat berat tapi dia tetap berusaha mengubur perasaan kalutny

mengajar kebanggaannya dan m

sekarang aku sudah men

angsung mengenakan seragam mengajarnya itu. Dia lupa kalau h

ng mengajar para santri di masjid sedangkan Ummi Sarah pergi ke pasar bersama Ceu Sari. Sementara itu Adam sedang pergi menuju rumah sa

aling berbisik tetangga dan terkekeh pelan. Selina ha

santriwati yang tengah mengapit

ggung ..." kata yang lain santriwati yang m

ya Selina yang penas

ngajar bukan?" kata santriwat

Selina sedikit ketus tak seperti biasanya. Para santriwati kag

ling pandang dan langsung berjalan terburu-buru menuju masjid karena me

sung kembali ke kamarnya dan menguncinya lagi dari dalam. Di dalam ka

eorang wanita memanggil Selina. Selina mengucek m

tok

k pintu kamarnya dengan pelan tapi penuh penekanan.

sam

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY