img TERJEBAK GAIRAH DUDA  /  Bab 3 Fabian | 1.91%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Fabian

Jumlah Kata:1079    |    Dirilis Pada: 17/06/2022

swa yang baru saja masuk. Bahkan dia sama sekali tidak

a ke kampus. Bukankah ini terlihat sangat mengerikan? Tanpa

ara menyenggol lengan sahabatnya yang wajahnya

a kesulitan dalam menelan ludahnya. "Gue nggak papa, Ra. Mungkin ngantuk karena semalam begadang," bohong Se

, i

a akan bersama ke kantin. Mereka layaknya kembar dampit yang ti

mpan memasang senyum menawannya, menatap ke

batin Sena. Dia merasa tidak nya

ang sebenarnya enggan, Tiara justru memberi tempat pada pem

membuat gadis itu merasa kesal. Fabian memang tampan,

t sempurna saat ini. Dia merasa kesal, ken

tu

jawab Fabian mem

ngingat masa lalu. Dan hubungannya dengan Fabian telah dia anggap sebagai masa lalu yang t

ng sih, Sena." Tiara men

. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain, seolah sedang men

gar jawaban dari Sena. Dia yang tidak mau a

Tiara. Lo fabian, 'kan?" Tiara mengulurkan tang

a uluran tangan Tiara, tetapi matan

" Tiara terkekeh sembari menyenggol lengan Sena,

ra berpisah di depan kelas karena mere

...

mbari geleng-geleng kepala. Temannya itu m

sel sama om duda itu, ada yang ngehibur," gu

k ke arah suara yang berbicara padanya. Wajah ter

tanpa sadar. Fabian tel

arin dia terpaksa harus ngumpet ke rumah duda tetangganya karena melihat Fabian berjalan ke arah rumah

duk di sini. Sudah ti

emang kursi di kelas itu penuh semua. T

u kembali dengan Fabian. Kejadian masa lalu sungguh membuatnya m

abian sembari mengeluarka

h kenapa perasaan benci Sena pada Fabian sangat awet. Bahk

ini masih bertanya-tanya tentang kesalahank

ia sekitar lima puluh tahun masuk ke dalam ruan

t siang

wab pertanyaan Fabian. Matanya kini fokus pada penjelasan Pak Haru

Pak Harun. Bahkan dia enggan untuk melihat ke arah Fabian. Padahal lelaki itu sed

abku?" bisik Fabian. Dia bukan o

pusat perhatian. Fabian, mahasiswa baru yang tampa

Lo tahu 'kan gue lagi ngapain? Lo ju

h mendapat balasan ketus dari Sena, Fabian tidak lagi berbicara. Dia menatap ke arah

a merasa risih berdekatan dengan Fabian. Dia tidak menyangka

lengan Sena. Dia tidak suka jik

s. Dia melihat ke arah tangan Fabian

e sekitar. Jika dia tetap bersikukuh untuk menolak berbicara dengan Fa

, lepasin

Aku bakal

Ada sebuah taman di sana. Sena memilih duduk di bawah pohon besar

osok yang sangat menyebalkan. Matanya menjadi

enapa meski kesal, dia tetap tidak bisa menolak pesona

ambaikan tangannya ke depan waj

." Sena berdehem. "Mau lo apa

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY