img Bukan Istri Bayaran  /  Bab 4 Om namaku Karmila | 3.39%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Om namaku Karmila

Jumlah Kata:1543    |    Dirilis Pada: 15/06/2022

Ali

aka. Dia si pemilik Club itu, dia selalu memberiku service VVIP. Ya, karena ak

. Mana ada laki-laki yang menolak wanita masih virgi

alau ternyata barangnya nggak sebag

berkata. "Barangnya asli masih ori, banyak bonusnya lagi. Jamin deh ses

selera aku, apalagi daun muda. Aku hanya booking wanita yang masih virg

ia, tapi cuma aku kasih sama kamu." Kata perempuan bermake-up tebal ini

tawa sambil menaikan wine di tanganku lalu meneguknya. Wanita di depanku ter

numan bening di gelasku. Semakin

hotel yang kupesan. Walaupun dia seorang pekerja malam, aku akan menghargai dia sebagai

menyesal bertemu denganku sebagai yang pertama membelah durennya. Aku mempercepat

🌹

rsatu yang ada pada dirinya. Alisnya natural tanpa pensil alis, rambut panjangnya bergelombang dibawah dibiarkan terurai

epi ranjang, menumpukkan kaki kanan ke atas kaki kiri. Masih setia menatapnya yang berdiri di d

mu, aku mau liat

terlihat masih terlalu muda untuk pekerjaan ini. Aku berjalan ke arahnya, menyentuh lengannya. Tubuh gadis ini bergidik

?" Tunggu aku bernada tinggi dia

iya

hku keluar dari celana denimku, sengaja dua kancing kemejaku dari atas terbuka. Terdengar dari suar

eluruhan fisik, well... ideal aku juga." Sengaja kusentuh talu satu dressnya hingga mengendur d

gian dada. Padahal mataku sudah i

mengernyit mendengarnya memohon.

erjongkok di depanku, satu tangannya memegang lenga

Saya nggak bisa ngelakuin ini Om, saya

kamu datang ke hotel ini?!"

k punya pilihan." Gadis itu menangis deng

u bayar kembali uang yang sudah saya keluarkan," ucapku menghempaskan tangannya kuat, lalu kembal

elepaskannya, seketika itu dia menjerit dengan menutup mata. Membuat satu alis mataku naik, biasanya para hawa akan menje

ku dengan Om. "Saya nggak bisa bayar uang Om, saya nggak punya uang. Saya la

gar tangisannya, begitu meremas jantungku. Tidak mungkin aku termakan air mata buaya itu? Aku menarik tubuh kurusnya dan memeluknya

n Om. Lepas

takku penuh nada perintah. Aku merasakan kukuny

iap jengkal tubuhnya, aku ingin melihat di balik baju y

tahan lagi dengan suhu yang mencekam dalam tubuhku. Kudorong tubuhnya ke atas ranj

.." suaranya gemetar, tubuhnya dingin seperti es saat

rko

memandang wajahnya. Tidak ada di kamus Alister Bagaskara untu

akiku, salahkan dia membuatku sudah turn on. Jika moodku rusak susah untuk membuatnya bangu

kalau kamu masih berpakaian!" kataku. Tapi tanganku sudah tidak sabaran l

menunjukkan itu. "Kalau Om memang ingin melakukan hubungan layaknya suami istri sama sa

alam seperti kamu jangan bermimpi untuk dinikahi." Kataku g

atau malu dengan keadaan tubuhnya yang tanpa pakaian. Kedua tanga

penting saya sah dan nggak berbuat zina. Orangtua

laupun aku cari istri yang jelas selevel dengan aku. Kasta kamu itu beda dengan a

man kalau dipelihara. Om bisakan keluarin saya dari club malam itu? saya bersumpah Om mas

t sempurna, polos dan matanya ada ketulusan. Harusnya dia

kit uangnya. Kamu kira kamu berharga samp

tempat tinggal saya suka dengan masakan saya. Saya bisa nyuci, masak

wancara asisten rumah tangga," gerutuku. "Kamu itu tinggal puasin aku... nanti aku kasih tip

Nanti setelah Om, saya yakin nasib saya akan sama seperti yan

an kamu!" Aku menghela nafas dalam-dalam.

alau mereka tahu, kemana aku sembunyikan wanita ini? Sebenarnya yang dia katakan ada benarnya. Memelihara lebih aman,

enikahimu, tanpa pesta dan layaknya pernikahan." Dia langsung mengangguk tanpa berfiki

. "Nama aku Karmila Om. Om bisa panggil aku Mila

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY