img Dua Sisi  /  Bab 4 Dalam Bahaya. | 8.70%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Dalam Bahaya.

Jumlah Kata:2374    |    Dirilis Pada: 24/06/2022

njawab apa. Lagi pula mengapa pria ini bisa tiba-tiba masuk k

Cantik?" Bara tidak tahan untuk tidak mengelus pipi mulus Embun yang tidak tersentuh make up sedikit pun. Embun refleks memalingka

" Embun menjawab pelan sambil mundur mund

kenalan dulu dong, Cant

ajak bersalaman. Ragu-ragu Embun akhirnya m

Pagi Na

r itu pe

nya siapa? Dunia modern ada perang antar s

ik kembali tangannya. Bara yang sudah memperhitungkan hal itu malah dengan sengaja ma

van ternyata sampai survey ke daerah-daerah hanya demi untuk men

mulai mundur-mundur kembali, sampai punggungnya mentok membentur tembok kamar. Bara semakin maju dan mengurung

========

i gelontorkan, untuk pembangunan apartemen baru oleh team budge

drttt..

g berbelanja di supermaket di gedung yang sama dengan apartemen kamu.

ngan pecinta ONS itu sama sekali tidak mengomelinya. Tumben! Atau jangan-jangan Bara akan membawa pasangan yang dicarinya se

ya Bu? Revan mau malam di apartemen aja bersama dengan Ibu malam. Ini

ada temannya. Rajin sekali istri kamu itu Revan. Dari tadi tidak berhenti-berhe

op dan tas kerjanya begitu saja seraya berlari kencang ke parkiran. Revan memutar remote mobil. Menstarter dan segera saja menekan pedal gasnya dalam-dalam, bertarung dengan waktu demi untuk menyelamatkan harga diri dan

g lindungi kehormatan istriku. Revan semakin ketakutan saat dia berkali-kali menelep

======

an mulai mencoba untuk mencium-cium gemas pipi mulusnya. Embun sama sekali tidak bisa bergerak, karena Bar

kamu sepenuhnya untuk saya nikmati hari ini. Apa kamu masih mengharapkan Revan hmm? Revan tadi bilang kalau dia sudah tidak nafsu lag

api juga seorang suami yang jahat luar biasa. Dia sampai hati memberikan istrinya untuk

erlakukan saya seperti ini. Saya ini manusia, bukan barang. S

tangis dan rasa sakit hati. Seperti ini katanya kehidupa

saya sudah mencapai titik kulminasinya. Saya sudah

h Embun. Embun yang marah memukuli wajah Bara yang kini telah berada di atas nya dan terus saja menciumi selebar wajahnya.

semuanya. Saya berjanji akan memuaskan kamu. Tapi sekara

AK

gan lo

H!!! B

i pada wujud aslinya yang ganas dan gahar. Hilang sudah semua sikap rasional dan persuasif yang biasanya

melihat miliknya tergeletak tidak berdaya dibawah tindihan tubuh besar Bara yang

an memukul kesembarang arah serasa meremas-remas hatinya. Ma

i Revan, Bara? Lho Embun kamu kena

lur. Sementara menantunya nyaris tidak berpakaian lagi dan tampak begitu trauma dalam keadaan duduk memeluk sendiri di ranjang yang sudah begitu acak-acakan. Tubuhnya gemetara

stri kamu. Embun, masyaal

i dari ranjang dan meraih pisau buah yang terletak di samping nakas.

menjerit ngeri. Mata Revan membelalak ngeri saat melihat gerakan sadis Embun yang ingin menggor

sau dapur itu ke sudut kamar. Dalam pandangan horrornya Revan menggu

lam urusan nyawa? Yang salah itu saya tapi malah k

h pipi Embun dengan tanga

a Kau masih melindungi kesucia

bilang lo bakal nelepon temen ONS lo yang ngga

gungan mendengar bahwa Revan telah beristri dan wanita yang tadi

K!

evan terdiam dengan pipi panas antara rasa bersalah dan malu terhadap Embun dan juga ibunya. Apalagi saat ia

minta m

mpai menangis tanpa suara akibat perbuatan brengseknya. Dia ingat akan perkataan salah satu guru agamanya sewaktu kecil. Bahwa sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang anak dari ibunya, sebesar-besar dosa ada

yangka kalau kehidupan kamu ternyata semengerikan ini. Kamu terus saja memupuk dosa dan melakukan hal maksiat bahkan di saat kamu telah beris

gontai menuju ke kamar mandi. Lima menit kemudian ia telah sudah mengenakan kembali baju tradisionalnya yang lain. Kehidupan di kampungnya ya

lengan kurus menantunya. Ia membiarkan

Embun. Lo juga pulang sekarang, Bar!" bentak Revan. Bara mencoba berdiri dari posisin

kan di sini adalah saya siap menerima segala konsekuensi atas semua perbuatan buruk saya dalam bentuk apapun. Termasuk kesedian saya

Lo nggak usah repot-repot ngambil alih tanggung jawab

in bahan pertimbangan. Gue sungguh-sungguh dan gue serius." Itu lah

uaan dengan Revan di apartemen yang penuh dengan kemaksiatan ini. Dia bergegas ikut

menjadi tidak nyaman. Bagaimana pun dia tidak ingin mempermalukan suaminya dengan mengatakan bahwa dia takut berdu

ian nanti ibu akan menerimanya dengan lapang dada. Kalian berdua sudah dewasa. Bertindak dan bersikaplah sesuai dengan usia ya, Sayang? Ib

berdua saja. Embun yang masih dalam keadaan berdiri, perlahan di dudukkan Reva

wa saya sama sekali tidak tahu kalau kamu ada disini. Makanya semuanya menjadi kacau balau seperti in

tifnya ini ternyata cantik sekali. Bahkan dalam keadaan habis menangis saja kejelitaannya t

kali patah hati yang sakitnya bahwa masih terasa hingga kini. Sehingga ia bersumpah untuk tidak akan mau untuk jatuh cinta lagi. Ia se

dak pernah beruntung dalam cinta, Embun. Oleh karena itu hidup saya menjadi seperti ini. Saya takut untuk jatuh cinta lagi ka

istri yang baik dalam segala keterbatasan yang kamu miliki, dan itu membuat saya jadi ingin mencoba kembali p

unya lelakimu? Yang kamu tatap dan kamu puja dan kalau memungkinkan kamu cint

ta gombalan tidak berguna. Tetapi bagi Revan, saat dia mengucapkan kata sayang untuk seorang perempuan, maka itu artinya

am dalam mata seolah terlihat berperang penuh kebimbangan, Revan hanya bisa berdoa dalam hati, agar E

i saya tidak menjamin bagaim

pertama kalinya Revan mencium kening istrinya dalam keadaan sadar dan... mungkin saya

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY