img Terjebak Cinta sang "Mantan"  /  Bab 4 Ranjang yang dingin | 5.56%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Ranjang yang dingin

Jumlah Kata:1332    |    Dirilis Pada: 28/06/2022

ntai menghampiriku yang

nada medok khas Jawa. Dan gaya berjalan khas

saja. Terkadang aku ingin tertawa melihat tingkahnya. Menahan tawa, aku p

lorohku, Raffa pun ngeluyur pergi sambil menahan tawa juga. Ya.

ngepul di atas meja dapur seperti seorang

a. Di mana-mana cita rasa itu keluar kalo gulanya t

era kita mungkin berbeda. Buatku tadi saja sudah cukup m

suka makan di luar. Toh mungkin masakanmu tak sesuai den

ng menyindirku? Lagi pula selain tadi, kapan mas Rafli tak memaka

dibantu oleh Raffa. Lalu kupanggil mas Rafli dan Rasya yang kini su

asi rumah mama kan baru dimulai besok, paling selesai du

atur nafas sesantai mungkin, dan ekspresi sedata

pasti seneng ada yang nemenin," jawab mas Rafli d

ma sambil melirik den

gah, "boleh banget mah, N

nya tak akan ada apresiasi untukku. Sesak sekali. Aku pun melanjutkan makanku menghabis

ngar ocehan lain jika membiarkan perabot kotor teronggok di wastafel dapur. Tanpa diduga mas Rafli datang menghampiriku,

us kopi, cangkir, dan sendok kecil. Ah. Juliana memangnya kita pengantin b

ma. Mas ada bisnis baru sekarang, doakan lancar ya sayang ...." ucapnya s

tku kelu. Seperti menelan pil pahit tanpa air. Selalu seperti ini. Bahkan aku tak diberi kesempatan untuk merengek oleh

kaian kotor untuk kucuci. Biar mertuaku tahu bahwa seperti itulah putranya. Sambil menahan bulir air mata yang hamp

mama pada mas Rafli yang duduk di sofa seberangnya. Segera kuhentikan langkah, menguping

mas Rafli singk

runtung banget istrimu dapetin suami seperti kamu," puji mama membuatku tersenyum sarkas

mur bor, soalnya airnya suka se

fli kirim uang lag

Namun sebagai istri kenapa aku malah terlihat menyedihkan seperti ini? Jangankan nafkah lahir, batin pun aku ters

lalu segera memalingkan wajahnya seolah sedang membicarakan sesuatu yang rahasi

lembut. Mas Rafli menepuk sofa

p-usap pucuk kepalaku. Tanpa diduga mama bangkit dan beranjak perg

aik sama mamah di rumah ya," ucapnya sa

duk kalo dia mau bangun? Mulutku terkatup rapat menahan jengk

k lenganku sendiri, merasakan hawa dingin suas

memeriksa semua persiapan, mas Rafli menyalakan mesin mobil. Kuraih lengannya lalu kucium agak lama. Sekedar mera

untuk merajuk, men

keinginannya. Namun kuurungkan lantaran

Jangan pikirin yang di rumah. Yang pen

i sindiran ditelingaku. Atau memang sudah kebiasaannya seperti itu.

ea perumahanku. Bagaimana pun dia suamiku. Sesakit apa pun hatiku at

buah suara membangunkan

menutup gerbang garasi. Anak kelas lim

u ke atas ranjang. Tak menunggu

tiba-t

ng membuatku tersentak kaget. Sontak a

lari menuju

tersendat-sendat. Aku takut jika ibu mertuaku itu kenapa-napa.

y

r saat menuruni anak tangga, nasib baik ak

ibu nanyain kamu," pekiknya

hendak mengambil barang. Ah. Mungkin itu hanya harapanku saja. Dia terlihat baik-baik saja

but pada wanita paruh baya y

arkan di lehernya. Tersenyum ramah padaku, ia mendekat lalu mengangkat tang

ya neng Ana mau dipijit," bisiknya

gara-gara terkilir barusan. Dengan senyum frustr

a?" tany

dipijat mah,"

mama sekalian mau

lahan aku menaiki anak tangga lantaran k

as saja nanti," r

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY