img I'm Sorry, Rachel  /  Bab 1 Anak yang Dibully | 1.28%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
I'm Sorry, Rachel

I'm Sorry, Rachel

Penulis: Kuki Kukies
img img img

Bab 1 Anak yang Dibully

Jumlah Kata:1095    |    Dirilis Pada: 02/07/2022

ik bertubuh kurus itu kalau sudah berhubungan dengan 'kasih sayang'. Kalau kalian ber

tan, Jakarta Pusat tengah bergelung di bawah selimutnya di kamar kecil berukuran 3 kali 3 meter dengan kamar mandi

el Ananda Gunawan itu harus terbangun karena gebrakan keras yang bertub

MALAS! PERGI SIAPKA

eka berubah menjadi amukan. Ringisan pelan terdengar sepanjang jalannya menuju dapur rumah besar itu. Diam-diam

k membayar sekolah. Rachel harus banting tulang untuk membiayai diri sendiri. Pulang sekolah Rachel akan pergi bekerja paruh waktu di café. Dia merasa beruntung, café tempa

n lugas dia memotong dan memasak makanan. Sampai keluarganya turun satu

aha ..." Rachel mendengar saudara tirinya berkata sambil tertawa mengejek. Mira

annya. Lina, seorang wanita yang berasal dari perkampungan dan menikah dengan Rendy Gunawan. Rach

dia hadir karena kesalahan. Dan Rachel harus bersyukur sudah dilahirkan. Rachel sela

akian yang keluar dari mulut ayah, ibu, dan saudarinya. Dia sudah terbiasa, begi

ari hadapanku!" usir pria paruh

Pergi dulu!" Mira segera men

an itu. Benar saja! Sudah jam 6:40 pagi, Rachel bakalan terlambat kalau berlari

nya berhenti jauh di depan gerbang. Kalau dia masuk lewat sana, bisa-bisa mereka mencegatn

ekolah. Tapi ternyata ada beberapa orang yang sudah menunggu kedatang

wanita berambut panjang y

t kemudian. Sekarang mereka sudah lengkap. Lima orang wanita yang mengelilingi Rachel. Bebera

Lo kabur dari Gue, Samp

sa di telapak tangannya karena menahan beban tubuh. Ta

sebelum membongkar satu

skan aku untuk hari in

lepaskan," ucap wanita l

Lisa. Tangan wanita itu merogoh kotak makan Rachel

atap sedih

L

sa di pipi kiri Rachel. U

tawa. Lalu dia membuang kotak makan kosong itu ke tong sampa

a. Lalu Lisa menunduk dan berbicara, "Dan seorang

jatuh telungkup. Hantaman itu tidak pernah berhenti sampai suara

as Lo kalau kabur lagi!"

mpai dia mengira ini memang jadwal hariannya. Rachel bahkan sudah tidak pernah menangis lagi merasakan rasa sakit di tubuhnya-ohh, sesekali mungkin

ap menggerakkan otot dan sendinya. Rasanya seperti semuanya

hkan tatapan iba pun tidak ada. Ketika Rachel masuk, tawa dan ejek

patkan ijazah untuk melamar pekerjaan nanti.

ng bertanya, 'Kenapa

tama dan terakhir kali, Rachel mengadukannya pada wali kelasnya. Dia bah

an anak-anak, jang

ak yang membullynya adalah anak-anak orang kaya. Mereka bisa saja membayar keadilan dengan uang. Apalagi, Rachel t

i itu memihak mereka? Dia cukup bersyukur bisa sekolah di sekolah elite ini. Walaupun dengan Beasiswa. Rachel hanya

Be

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY