img I'm Sorry, Rachel  /  Bab 9 Cukup Aku Saja, Jangan Kamu | 11.54%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 9 Cukup Aku Saja, Jangan Kamu

Jumlah Kata:1165    |    Dirilis Pada: 02/07/2022

ka dan pelajaran Biologi. Akhirnya dia memutuskan untuk menutup buku dan membu

bukunya. Dia sungguh merasa senang mendapatkan Fahlan di kehidupannya. Sampai t

tidak ada seseorang yang mencatat atau menggumamkan rumus-rumus. Mata tajam itu menunjukkan kehidupan yang nyata. Tidak seperti sebelum

gkah perlahan sebleum

menggendong perempuan itu dan membaringkannya di kasur. Setela

ar kelelahan karena dia tidak terbangun dan malah menaikkan kakinya ke atas perut Fa

yum. Hidung kecilnya yang runcing menambah kesan cantik di wajah yang bundar. Terakhir, Fahlan harus

ali? Apa itu tanda lahir? Sebesar itu? Tanpa disadari, Fahlan mulai ngantuk juga dan a

yang menimpa. Fahlan yang merasa seseorang disampingnya bergerak, segera menjauhkan ta

inya dari samping yang ternyata sudah bangun lebih dulu dari pad

Ini masih terlalu pagi. Ay

jar. Tapi kenapa dia bisa ada di kasur? Apa dia pindah secara t

an sulit bernapas karena beban di perutnya. Sedangkan Rachel

ih ngantuk," ucap Rachel sambil

Gak," uja

i sore," ancam Rachel. Akhirnya terdengar suara era

Rachel akan keluar membuat sarapan

nya sekaligus menyuapi Fahlan sekaligus makan satu piring berdua dengannya. Lalu

wajahnya tidak pernah hilang dan selalu digantikan dengan memar yang baru. Dan Fahlan sadar kalau bekas

ahlan. Bahkan dengan wajah babak belur itu, Rachel selalu melemparkan sapaan s

mbuat orang disekitarnya khawatir? Tapi, bahkan i

aha untuk tidak terlihat sedih di depan Fahlan. Dia bahkan tidak menggerutu atau menangis meratapi

*

mpar seperti biasa dan di siram saus. Untungnya hanya mengenai baju dan rok

ah cepat. Sampai dia mendengar teriakan keras bah

! Kau merusak tana

cari sumber suara. Ternyata suara itu berasal dari halaman bela

tunduk. Badannya yang basah kuyup gemetar pelan me

cahkan pot dan menghancurkan tanaman kesa

i saja!" mohon Rachel. Ia sudah

berjalan dan meraih keran air. Ia mengarahkan keran itu pada

membasahi tubuh mereka berdua, setidaknya Fahlan tidak merasakan sakitnya semprotan itu. Sungguh, kepala, leher, dan punggun

ra berat datang dari pint

g idiot ini!" Lina mengadu pada

ongak melihat ayahnya. Ekspresinya da

aja. Aku baru saja mendapat banyak uang,"

hel lagi. "Aku gak mau lihat suami idiotmu keluar kamar lagi! Kamu bisa mengikatnya atau apa

a. Siapa yang tega mengikat suaminya d

n kembali ke kamar. Dia segera membawa Fahlan ke kamar mandi untuk ma

nya menyiratkan rasa takut bahkan tangisnya belum mereda. Rachel harus me

rsiksa. Jangan kamu." Rachel mengucapkan itu dengan sedih. Sampai akhirnya Fahlan lebih tenang dari sebelumnya. Rachel mulai membersihkan badan Fahlan da

inya. Punggungnya bisa lecet-lecet seperti ini, bayangkan bagaimana kerasnya saluran air yang me

Be

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY