img Aisyah (Kisah Pilu Gadis tak Beribu)  /  Bab 6 Mencoba Bertemu | 5.04%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 6 Mencoba Bertemu

Jumlah Kata:1166    |    Dirilis Pada: 11/07/2022

gis, Nduk," p

a di atas lincak. Mengeja apa ya

a-citamu untuk bersekolah, Mb

rasakan perasaan dilema yang begitu luar biasa. Antara ingin

amu. Inginkan yang terbaik untukmu. Hanya saja, jika nanti kamu tidak menemukan keny

an Maimunah dan memeluk neneknya erat. Begitu erat. Maimunah merasa sesak den

Namun, sepertinya ini memang keputusan yang

an Mbah Kakung n

u, kami masih ada anak-anak kami. Nisa, Marni, Rasyid, bahkan Sim

Abah dan Simbok tidak terlalu jauh, tapi tetap saja. Rasanya benar-benar tidak mudah meninggalkan mereka. Terlebih

am, Aisyah akan tetap tidur di sini. Aisyah akan tidur dengan Mb

ah men

karena selama ini kamu tinggal bersama kami. Idemu itu sudah benar. Bukan kami mau mengusirmu, tidak. Tapi sekali lagi kami katakan, usia kami sudah renta. Tenaga kami sudah berkurang. M

ok

mendengar segala wejangan sang istri pada cucu tercintanya dari balik dinding gedek terus menerus mengucek matanya. Se

lirih

ngkit, mencoba untuk semangat dan ingin lekas menjadi oran

rsama Abah, sebaiknya kapan Aisyah akan k

nyum seraya menggenggam tangan Aisyah, kemudia

a kamu sudah siap, mantapkan hat

enyum, mendukung dan memberikan

*

kini sudah sampai di halaman. Dari tampak depan, rumah sederhana dengan batu bata merah itu memancarkan aura negatif. Aisyah s

tok ...

ba menghalau kegundahannya dengan tetap me

h?" panggilnya dengan

etik berganti menit berlalu, ta

lnya lagi, berharap ada seseorang yang bersedia mem

an jawaban. Saking lamanya menunggu, akhirnya Aisyah member

ek

berdinding batu bata merah, sama sekali belum dicat persis seperti bagian depan. Ia menatap sekitar, matanya begitu awa

lnya dengan be

buah benda keras yang menimbulkan bunyi nyaring. Ia terkejut, nyaris berlari. Namun, ket

bersisian dengan trompet tersebut. Sebuah boneka Barbie b

sambil memeluk boneka Barbie tersebut. Kerinduan

tag

ja muncul di hadapan Aisyah. Sama sekali tidak bersuara. Namun, sorot matanya begitu tajam menunjukkan ke tidak suk

lancang masuk ke sini Ummi.

, a

uk dengan tubuh gemetar, tanpa sengaja menjatuhkan bone

kan punyamu!"

a. Ma

" gertak Ka

" tanya Ai

ustru memperhatikan penampilan Aisyah da

umal yang sudah sobek di bagian lutut, serta sandal jepit yang begitu tipis tanpa sadar membuat Karmila

k ada. Meman

ah untuk

Abah tidak ada, Aisyah pamit

ila. Wanita paruh baya itu memberikannya dengan raut wajah terp

k pria berkumis tipis rupanya meli

sya

tikan langkahnya, berbalik badan dan mencar

ng. Merasa bahagia at

ekas Aisyah menyalami

Abah sibuk. Lain kali kalau

. Ia datang ke sini untuk mendapatkan dukungan, tapi sayapnya terlebih dahulu d

ngguk. Sedangkan Mustofa kini memp

sama Abah, Sebaiknya kamu duduk dulu, ya? Aba

aja ada rindu untuk

ng mulai menghilang di balik pembatas tembok. Matanya berkaca-ka

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY