img Accidentally Wedding  /  Bab 2 Perjodohan | 5.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Perjodohan

Jumlah Kata:2489    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

au bukan karena permintaan sang Papa, Carissa tidak akan sudi magang di perus

hari. Dan Carissa semakin tidak menyukai Fachmi setelah tahu bahwa lelaki itu seorang pemberi harapan palsu. Sudah beberapa kali dia hendak bertunangan tapi mendadak dia membatalkannya tanpa alasan yang jelas. Bahkan Carissa per

ssa memuncak. Akhirnya dia menggeleng pelan, mengenyahkan bayangan si bos,

l

arena kedua tangannya penuh. Begitu

ali kubilang, k

balik meja besarnya. Tapi lalu dia hanya mengangkat bahu, meneruskan lang

UK

mata kecokelatan di hadapannya. "Jangan karena kau putri sahabat Papaku, aku akan mengist

ak tahu cara bersikap sopan pada atasannya. Yang membuat Carissa tidak suka adalah fakta Fachmi ingin dirinya m

ng membuat Carissa semakin tidak ingin mengetuk pintu sebelum mas

alu menanggapi ucapan Fachmi tadi. "

kau tidak benar

a benar-bena

terangkat tidak perca

tu saya per

ngg

nnya. Dia kembali berdiri di depan meja Fach

as meja, lalu bersandar dengan nyaman di sandaran kursi, masih dengan tata

ah

partemen, apa kau tidak keberatan?" Fac

a ingin tinggal di sebuah apartemen. Bahkan salah seorang teman pernah mengajak saya tinggal di apartemennya. Tapi Papa dan Mama melarang." Nada

gus

ag

sa dan bertanya hal lain. "Apa Papa

rutama mengenai larangan-larangan yang dia bua

entah mengapa membuat jantung Cariss

a dia meny

ada bibir Fachmi yang memang jarang menampilkan senyum, selain

eduanya kerap kali bertemu mengingat betapa akrabnya orang tua mereka. Carissa hanya tahu Fachmi dari pengamatan jarak jauh dan cerita orang-orang sekitar. Begitu pula Fachmi, hanya tahu Carissa dari pengamatan dan c

ekerja. Anda benar, saya harus bersi

tidak mencegah. Hanya memperhatikan punggung Carissa yang semakin me

yang ternyata mendapat persetujuan dari keluarga besar Fachmi dan Carissa. Dan setahu Fachmi, persiapan pesta pernikahan sudah hampir selesai.

ngaja. Bahkan Fachmi sendiri masih tidak per

*

, tapi ternyata kebagian lembur juga. Ada banyak kumpulan data yang harus dia rekap d

rpaksa lembur. Meskipun Carissa tergolong gadis yang suka berkelahi dan mela

arissa refleks hendak melayangkan tinju dengan tangan yang lain. Tapi ternyata, orang di depannya juga

s saja hidu

era dia menarik tangannya lalu menyatukannya di depan dengan si

Kau minta maaf tap

Anda yan

elihat bibir Carissa mengerucut kesal. "Kita gunakan l

ak pernah sekalipun Fachmi menawarkan

Fachmi kembali mencekal pergelangan tangan Car

a membuntuti Fachmi ke dalam lift lalu menunggu li

i sini, besok saya naik apa?" ak

an menj

Fachmi, menatap lelaki itu dari samping. "Ru

Farrel kau senang sekali merepotkan?" tanpa bi

dak sedekat itu, dasar si tua mesum. "Eh,

Carissa mengalihkan pembicaraan. "

i tiap hari-ups!" Carissa menutup mulut dengan satu tangan menyadari kelancangannya. Saa

dak sedang bekerja, kalia

rissa meringis. Tampaknya m

a duga, dengan tangannya yang bebas lel

E

tu lift terbuka dan Fachmi kembali menarik lembut tangan Carissa. Mereka menyusur

lihat Fachmi membukakan pintu untuknya lalu menunggunya

abuk pen

engaman lalu duduk dengan gelisah. Kedu

jadi sangat perhatian. Bahkan tanpa bisa dicegah, Carissa menurut saja atas ajakan dan perintahnya. Padahal biasa

pulang?" Fachmi bertan

ak, langsung pulang saja." Makan m

guk kecil. "Kau tahu

t tidak mengerti lalu

artemenku," ujar Fachmi san

?" Carissa

emu denganku, kau tah

tal. Terserahlah. Toh Carissa tidak perna

eka bicarakan. Keduanya sama-sama t

*

ta canggung setelah Fachmi me

a Fachmi dengan kilat geli di matan

rbelalak.

ang entah mengapa seolah mempo

ali ke mobil, menyalakannya lalu melaju pergi. M

itu? Apa dia salah memakan s

elalui pintu dekat pos jaga. Sejenak ia te

Alan dan Destia sudah m

anya Destia cemas seraya menghampiri putr

n Carissa sudah kirim pesa

hanya khawatir kamu m

u, Alan lebih dulu berkata, "Carissa, du

berhubungan dengan larangan ini dan laranga

i tunggal di hadapan kedua orang tuanya se

pa dan Mama menyayangi

hanya me

serangan jantung mendadak t

by? Mungkin hobbynya memang tidak biasa bagi seorang gadis. Tapi tetap saja, itu adalah

Mama hanya tidak ingin kehilanganmu seperti kehilangan Kakakmu." Mendadak suara Alan

begitu. Menjadikan kematian sang Kakak sebagai pe

elapan tahun dari Carissa itu terlempar ke dalam sungai dalam aksinya bermain arung jeram. Dia meninggal s

Tapi rasanya berlebihan sampai melarang

ah membuat keputusan

nada final dalam suara Papanya. Mendadak perasaan takut meramba

enikah satu

E

at pendengarannya menjadi pekak. Matanya melebar tidak perca

apa bil

mberi Carissa banyak nasihat. Alan menatap tajam, serius, pertanda di

n?" tanya Carissa

sekali

melemparnya ke sangkar lain karena sangkar emas milik sang Papa tidak berhasil mengurung Carissa

keras. "Siapa lelaki yang Papa pilihkan untukku? Y

rat. "Fachmi Aditama E

E

tu hanya berupa bis

ch

um yang mendadak

perintah Papanya, jadi dia menghukum Carissa dengan cara seperti ini. Melempar d

wasa dengan otak waras pastilah akan berpikir panjang dulu sebelum menerima pinangannya. Belum menikah saja seorang Fachmi bisa dengan tega

ya. "Kenapa harus melakukan ini jika Papa dan Mama ingin Carissa pergi?

eperti itu." Destia ber

arkan biaya untuk sebuah pernikahan. Carissa akan pergi, tanpa membawa

turuti permintaan Papa. Setelah itu

ya sudah lama sekali sejak saat itu. Masa-masa ketika dia masih suka bermanja dalam pelukan sang Papa. Masa-masa saat di

menjernihkan penglihatan. Lalu dia berkata s

E

akan berlutut memohon padanya seperti itu. Ya, di depan sana Alan sedang berlutut dengan air mata yang ia

ap

kakimu, Papa akan melakukannya. Asalkan

tersadar dari keterkejutannya. Dia menggeleng seraya bergegas kemb

uruti permintaan Papa." Carissa terisak s

ngg

gan wajah terbenam di

g. Kau pasti akan ba

mun kali ini dia tidak membanta

ah karena hendak dijodohkan oleh Papanya? Tapi sekarang Destia juga sama frustinya dengan Alan. Lagipula tujuan pernikahan ini bukan karena kepentingan dirinya dan Alan

inya lakukan ini benar-benar mem

---------

ya Emi

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY