img Since I Found You  /  Bab 3 Pulau Shelee | 7.69%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Pulau Shelee

Jumlah Kata:1535    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

k kapal motor dan malah memilih berenang mengejar kapal besar yang terus berlayar lambat. Beruntung barang-barangnya sudah lebih dulu ia leta

inyal. Tapi setidaknya dia bersyukur orang tua dan adiknya tidak lantas memutuskan untuk ikut bersama Juan ke Pulau Shelee. Mereka kembali ke pelabuhan dengan perahu motor hanya berselan

na setelah lewat tengah malam. Tapi hebatnya, banyak warga berku

ntarku ke penginapan?" tanya J

ah menunggu di pelabuhan, sedekat mungki

ag

aya tidak berhasil mendapa

. "Maksudmu, aku akan ti

Juan Keegan kesal, selain keluarganya, tentu saja. "Saya sudah mengantisipasi hal ini dan menyiapkan

. Yang penting ada atap untuk tempatku bernaung." Juan memasukkan

embuntuti sambil

adalah kapal penumpang milik Keegan Corp. Namun perjalanan kali ini hanya khusus un

eegan." Jerald Gervaise-sang Nahkoda-

nunggu di luar kabin. Memang sejak tiba di satu-satunya pelabuhan di Pulau Shelee, Juan mendengar banya

cemas. "Mr. Keegan, orang-orang itu tampak

rusan

da bisa

wilayah ini tentu masih berlaku. Namun jika tidak, aku tidak

uan. Bukan urusan lapor-melaporkannya yang jad

kedatangan orang-or

antang dan serentak l

dari

an terlalu dekat di belakang Juan karena takut tidak mengantisipasi hal itu. Alhas

ak punya

t saya sedari dulu," celetuk Delon lalu seg

au

Mr. K

h kami! Orang-orang dari Keegan Corp. ata

at kapal, lengkap dengan obor dan kayu di tangan mereka. Astaga, memangnya mereka tingg

h namun tetap dengan setia membuntuti Juan. Awak kapal dan belasan tim keamanan Juan juga membuntuti, bersi

berkerumun itu. Mungkin karena sudah larut malam-bahkan bisa dikatakan dini hari-jadi para wanita dilarang keluar. Tidak seperti orang metropoli

diterima di si

saja berkata lantang. Dia tampak lebih muda beberap

ara tim keamanannya bersiaga di kanan kiri Juan. Tangan mereka tampak sudah men

rhenti pada lelaki yang tadi bersuara lantang di depannya. "Aku bukan penyusup

tahu. Padahal pemandangan alamnya sangat memukau. Itu sebabnya Juan memilih untuk membangun resort di Pulau ini dan berencana menjadikannya tempat wisata. Dia sud

erasa menjual tanah mereka dan tidak satupun yang menerima uang darimu." Le

nya tanda tangan pemilik tanah. Lengkap dengan kwitansi dan surat perjanjian jua

penip

dia menghabiskan sebagian besar waktu di bawah terik mataha

ktu. Kita bertemu saja di pengadilan. Bawa semua penduduk di Pulau ini sekal

menyertai kepergiannya hanya ia anggap angin lalu. Tapi tinggal beberapa la

Keegan! And

ra tiga orang anggota tim keamanan dengan sigap berlari ke arah orang yang baru saja melempar batu ke arah Juan. Tidak sulit menangkap orang itu ka

sakit!" seru Delon panik. Dia bahkan bergetar d

unakan untuk mengelap darah yang mengalir menuruni sisi wajah. Setelahnya ia membuang sapu tanga

apa orang itu. Jarak orang itu dari kerumunan penduduk cukup jauh

gkuh. Tinggi orang itu yang hanya mencapai lehe

n ini padaku. Belum pernah

angan dicekal tim keamanan Juan, dia mendongakkan

dan tidak ada cukup cahaya. Akhirnya dengan kasar Juan menarik tudung jaket orang itu sementara tang

gitu tudung jaket lepas dan rambut hitam sebahu tergerai. Bahkan dua anggota tim keam

SMA

Ris

, Ri

ng telah melukai Juan Keegan. Mereka tampak kompak hendak menolong wanita itu, na

p berani. Tapi keberanian itu tidak pada tempatnya." Bersamaan dengan kalimat terakhir Juan, terdengar suara sirene polisi mendekat. "Aku b

an dengan tajam. "Aku sama sekali tidak takut. Meski dibalik

bihan, Nona. Bisa jadi malah sebaliknya. Mungkin kau da

ak akan

kan keningnya yang terluka dan masih mengeluarkan darah ke pipi Risma.

---------

ya Emi

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY