img Bastard My Stepfather  /  Bab 10 Pagi Mendebarkan | 7.09%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 10 Pagi Mendebarkan

Jumlah Kata:1017    |    Dirilis Pada: 18/07/2022

ngan malas, dia menarik selimut, menutupi seluruh tubuhnya. Rasanya enggan sekali membuka mata dan men

, tangannya meraih ponsel di nakas dan merapih ponsel. Dengan setengah malas, manik matanya menatap layar ponsel, tetapi saat menyadari nama yang tertera di lay

ara ketika panggilan

ta Nadia kamu semalam gak pulan

u saja membuka mata, tetapi mamanya sudah bertanya dengan begitu banyak. Namun, Clara juga tid

tegur Dara dari seberang dan m

ra kembali bertanya, mem

mana dia berada saat ini. Manik matanya menatap kamar yang terlihat k

Beruntung karena dia sadar dan tidak mengatakan dimana keberadaannya kali ini. Jika

ya Dara kembali. Kali ini dengan suara meninggi, t

enginap untuk beberapa hari," jawab Clara berbohong. Dalam hati, dia be

berbohong dengan mam

Ma," ja

mpai berbuat hal memalukan. Ingat, jaga diri dan nama baik

mata, Clara tidak melihat Dave sama sekali. Padahal dia cukup ingat jika semalam pria tersebut mendekapnya cukup erat. Hingga Clara menyingkap selimut dan

m lebar. Dia sudah merindukan masakan pria tersebut. Pasalnya, sudah hampir dua minggu dia tidak memakan

anya Clara sembari m

dekat membuatnya memilih mengecilkan api dan mendekat ke arah sang kekasih.

Nyenyak?" tanya Dave, mengabai

ggu dengan gulingnya," jawab Clara,

an guling, batin Dave penuh t

a, Dave menanyakan hal tersebut,

Biasanya aku pakai guling yang tenang,

a. Dia benar-benar terkejut dengan jawaban istrinya. Hingga dia tertawa kecil dan me

bisa napas,"

asihnya lekat. "Kita sudah pacaran, kenapa masih panggil papa?

lagi papa. Namun, jika harus mengganti saat ini, Clara masih merasa canggung. Selain itu, dia juga takut jika dia memanggil Dave dengan sebutan lain

y," ucap Dave penuh pengertian, m

. Ada pakaian yang baru di sofa kamar. Kamu bisa m

at. "Terima kasih, Sayang," ucap Clara, tanpa sadar mengganti

eperti remaja yang sedang

*

s Clara. Manik matanya menatap ke arah sang kekasih yang tengah melepas sabuk pengaman, mengamati pe

ku takut Mama curiga. Tadi pagi saja Mama sudah telepon dan menanyakan aku tidur dimana. Jadi, kalau keseringan ak

encubit pipi Clara gemas. Jujur, dia ingin sekali mendekat dan mengecup bibir sang ke

kalau kita menikah. Biar bisa untuk

mengipas wajahnya, merasa panas karena ucapan sang papa. Hingga dia memilih

erima perasaannya, sekarang sudah b

caran dengan pa

*

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY