img I'm The Beast  /  Bab 3 Chapter 3 | 3.66%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Chapter 3

Jumlah Kata:1039    |    Dirilis Pada: 19/07/2022

ngan tidak mengingat lagi peristiwa di gua itu. Ia menganggap misi untuk membunuh Jona

teramat sangat dan membuat ia terpaksa harus diam sejena

sebuah bayangan hitam yang membentuk siluet seorang manusia yang sedang melayang tak jauh darin

mbil melotot dan melemparka

," ucapnya lagi sambil memijat keningnya

p biasa dan kembali mempelajari mi

baca salah satu lembar kertas yang berisi i

al bisa terlibat dalam kasus penyelundupan heroin bersama dengan Jonathan

wan. Ia sering memberi bantuan dan menggalang dana

dunia dan menjadi wabah bagi generasi muda!" ucap

ur, karena menurutnya itu hanya topeng. Ada sesuatu yang

ak tumbuh tunas baru yang berakar kuat," gumamn

rkas dalam map itu, ia tersontak kaget

u cepat?!" ucapnya dengan nad

orang agen dari salah satu produk iklan di sebuah restoran

tu baginya untuk bersantai. Walau ia tahu, sangat tida

di mana tidak ada ketenangan sama sekali seperti restoran pada umumnya. Apalagi letak meja nomor dua belas, posisinya seperti di pojok dan m

ergumam sambil

rapa kemungkinan yang akan terjadi ketika mengguna

a sambil menj

apa yang diinginkan, ia pun m

*

an har

ihat sekeliling, mencoba mencerna situasi. Pikirannya bervisualisasi dengan pandangan matany

t gelisah merencanakan sesuatu. Namun, Rodolfo mengabaika

sempit, ia menghe

rasakan adanya pergerakan yang meng

seorang pria yang b

ke arah pria itu. Namun dengan sigap pria itu menangkap kaki R

pria itu hingga jatuh tersungkur. Tanpa membuang waktu, ia lal

a maumu?" ta

olfo melihat bahwa tangan pria itu meraba pinggangnya sendiri, hendak mengambil pistol. Nam

uncratkan darah segar, matanya melotot, mulu

ke balik jaket. Namun, ia merasa penasaran dengan pria yang baru saja ia cabut nyawa

ya sambil mengge

a sambil melangkah pergi saat mengetahui bahwa orang yang dia

*

hari

atas rel kereta api. Beberapa saat kemudian, sebuah kereta api m

bagi orang terlatih seperti Rodolfo. Ia berdiri dengan gagah di atas atap gerbong k

ngan. Setelah jarak dirasa cukup dekat dengan restoran, ia berdiri mengokang senjatanya. Terlihat ol

o

uat khusus agar mampu melesat lebih cepat dari peluru biasanya

membuat pria itu langsung jatuh tersungkur. Diego Sang Target pun langsun

an kembali pistolnya ke dalam jaket dan du

n menjadi panik. Begitu juga Sang Agen, ia yang melihat langsung semua kej

melintas dan tubuh Diego langsung terkapar. Ia seolah tidak percaya dengan yang terjadi, lalu menghampiriny

wa itu pun segera membubarkan pengunju

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY