img Duri Pernikahan  /  Bab 6 Kenapa kamu perhatian sekali pada ku | 5.04%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 6 Kenapa kamu perhatian sekali pada ku

Jumlah Kata:1070    |    Dirilis Pada: 22/07/2022

b

a waktu, saya akan memberikan resep penguat kandungan dan juga vi

aga kandunganmu," tutur lembut ibu, dengan senyum s

*

al, sudah tidak terhitung berapa kali ia ka kemar mandi, tapi Setya m

ak ke kantor?" Sasy me

mandi dulu," Setya bergegas beranjak dari ranjangnya untuk mandi, tanpa menayakan keada

ah bangun?" ibu masuk ke kamar dengan nampan di tanganya,

kasih

bu duduk di tepi ranjang, menata

ual mual

kehamilan, tapi kamu harus tetap

an," ibu tersenyum dan

ngenakan pakainya,"Mas," panggil Sasy yang masih bersand

t Setya ta

sy, entahlah saat ini ia ingin be

a, mengahmpiri Sasy,"Aku

s Sasy, berusaha tersenyum. Setya m

tya selalu membuatnya kecewa bahkan sampai saat ini ia tengah mengandung calon bauh hati mereka, barharap Setya bisa memanjakany

kamarnya mendengar samar suara tangisan dari arah kamar Sasy, Renata pun berjalan mendekat, meni

as

buka pintu Sasy buru bu

k R

dar di ranjang, menatap wajah sang adik ya

i makan?" melihat sarapan

i Sasy berusaha tersenyum tidak in

ng yang berisi nasih goreng seafood

tidak beubah tetap sosok kakak yang perhatian, Rena lah

yang baik," ujar Sasy, doanya tetap sama mlaihat Rena

n, ia tidak menjawab, hanya mere

*

as?" sapa sasy melih

ya memberikan kresek be

dalamnya, walau hanya makanan sederhana Sasy merasa senang, k

menunjuk satu lagi kantong kr

untuk

laah jika Setya memberikan makanan pada kakanya, tapi entahl

ranjang,"Kamu istirahat saja," Setya tersenyum, lalu seger

a mengabiskan waktunya berbaring di ranjang beberapa hari ini, tubuhnya terasa sangat lemas tidak ber

ng sudah rapih dengan kemej

au sar

ah Sasy menuju meja makan, sasy tersenyum tipis

ibu seraya meletakan bebera

u juga dnegan Setya, tidak lama ke

arapan," uja

erlahan mendekat ke arah meja makan

ukk

a tiba saja jatuh terduduk di lantai,"Kamu

kit bu," ri

nya ke runah sakit,

kamu pasti kam

," masih dengan wajah paniknnya Setya tetap mengu

g bisa seperti ini, bawa saja Rena ke kamar," ibu me

pi

kamar saja," sela ibu se

itu hanya diam memantung, tidak pernah ia melihat wajah suaminya sepanik itu, wajah yang penuh dnegan kek

uh rubuhnya."Kamu istirahat ya, nanti pasti perlahan sakitnya hilang," Renat

diam, wajahnya tampak bimbang,"Kamu eng

ambil tasnya di kursi makan,"Jika Rena harus di baw

atian, Sasy menggelengkan kepalnya pelan, mencoba menepis fikirann buruknya, wajar jika Setya

segera mencium punggung tangan suaminya, mengantar Setya keluar rumah,

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY