img Love U Eternally  /  Bab 2 Dua | 18.18%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Dua

Jumlah Kata:1030    |    Dirilis Pada: 09/08/2022

ayang dirinya di cermin.Baju terusan tersebut terl

an,' ucapnya dalam hati. Vania tidak memiliki pilihan, selain menuruti permin

pria yang menunggunya di luar t

abar, mengapa memaksanya m

an memperlihatkan pakaian

s melihat Vania dari atas ke bawah. Meski begitu, raut wajahnya te

lah, ki

ing, tetapi ia tahu dirinya tidak mungkin menentang pria tersebu

*

bir pria tersebut. Ini adalah telah kesekian kali Vania memperli

l dua helai lagi, iapun tersenyum kecil. Masalah akan segera usai. Namun, tepat setelah ia memikirkan itu, setumpuk pakaian kemb

nkan?" tanya Vania sambil menatap

rmu karena menemani Cio,"

menerima alasanmu itu, tapi tidak dengan pakaian yang beg

ka juga senang karena aku aka

kas Vania dengan m

h tidak waras

semua pakaian itu, jadi aku

m Vania sambil me

kauinginkan? Kau past

akan semua ini adal

ia sambil bergegas. Namun pria terseb

at keributan karenanya ia tidak bersuara dengan keras. It

nerimanya!" sah

paskan tangannya dari cekalan, tetapi pria tersebut justru menarik dia. Vania kini berada dalam rengkuha

ng!" desis Vania. Jantungnya berdegup keras karen

seperti itu. Mau sampai kapan kau akan terus seper

ria yang masih memeluknya tersebut sontak menol

nang sekali," ucapnya sambil meng

rgi. Ternyata hanya pertengkaran biasa suami i

*

antar kini berhenti di depan rumah Vania. Cio pula yang memaksa mengantar, meski sebelumnya Vania s

Ia tidak mau pulang," sahut pria y

ulang, kan?" tanya Cio den

dia tidak marah lagi

tukas Cio sambil melipat ta

pasti masih ting

rik ke arah Vani melalui spion depan mobil. Vania berdehem se

it kesal, jadi Mom tingga

kembali berbinar. Hanya ingin menyenangkan bocah tersebut, jadi Vania mengangguk saja. Vania kemudi

dulu. Kau tahu dia sangat buruk saat marah. Saat ti

setuju saja. Setelah beberapa saat, mobil berwarna hitam tersebut kemudian melaju

*

aian yang kini memenuhi tempat tidurnya. Ia bahkan tidak akan pernah mengenakan, tetapi pria tersebut

ti. Sekarang telah waktunya ia untuk segera

bergerak di bidang advertising. Mereka membuat iklan dari produk-produk yang diluncurkan pelanggan. Vania bertugas untuk merancang

i gedung perusahaan yang besar dan mewah tersebut. Waktunya telah mendesak.

di pintu masuk lift. Vania mengerutkan kening tidak mengerti. Lift tersebut ta

, tapi a

era ia berusaha melihat dan mulutnya menganga dengan mata membeliak lebar. Pria di dalam lift melepas kac

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY