img Terjerat Cinta Tuan Posesif  /  Bab 4 Dia bukan pacar saya pak ! Sumpah | 9.52%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Dia bukan pacar saya pak ! Sumpah

Jumlah Kata:1287    |    Dirilis Pada: 29/08/2022

a

w Yo

ihnya itu. Dian tidak percaya apa yang dilihatnya. Sepasang mata elang itu ternyata ada disini

" umpa

xi dengan sekali hentakkan. Ia tutup lagi pintu itu, tidak lu

an, kalap melihat Liam se

t," ucap

ng supir lalu mengh

dalam mobil itu keluar. Sang supir bergidik ngeri, melihat laki-laki bertubuh bidang, lengan kokoh, dan berambut gondrong itu menghadang mobilnya. Laki-laki separuh baya itu la

gnya bergemuruh hebat. Melihat Liam y

usahaan. Neng ada uang kan neng, kasih aja neng dengan prem

ggak mempan pak. Laki-l

k malah di tuduh membunuh. Pe

ap gas aja kenapa si

tato di lengan kiri. Ada perasaan takut teramat sangat. Ia pasrah, sebaiknya ia memberi uang

ribu dari pada mendekam di bui, karena telah membunuh seorang. Baginya nyawanya lebih berharga dari apapun. Dengan berat hati, ia lalu me

jendelanya. Bapak gimana sih

ih uang aja neng," u

terjadi. Jika disodorkan senjata tajam di lehernya. Liam bersyukur kaca jendela itu terbuka, ia akan berterima kasih kepada sang supir y

h laki-laki itu. Laki-laki yang ia anggap brandal itu

menjaga kekasih saya," ucap Liam, m

i rezeki untuk bapak. Bapak tena

tangan Liam. Dirinya memang tidak munafik, ia

a kasi

belakang bapak

Neng, kenapa enggak bilang ke bapak, ba

balik marah mendu

r saya pak ! Su

ng, cepat neng keluar.

nggak pernah pacaran sama dia. Dia

guh reaksi itu sangat menggemaskan, betapa

. Justru saya kesini ingin bujuk di

aya, dia bohong !

ng. Semakin bingung atas ucapan ke dua muda mu

fatnya, kalau udah ngambek maunya minta putus ter

neng keluar aja. Pacar neng baik kok, enggak seperti yang neng

itu, jelas saja laki-laki separuh baya itu mengatakan ba

a. Nanti neng malah dapat karma, dapat yang tukang selingk

ya mati di tangan dia. Bapak yang aka

pintu, dan membuka hendel pintu. Ia memandang Dian, dan menarik pergelangan tangan itu, agar ikut bersamanya. Mau tid

ya pak,"

da Liam, dan mengangguk.

ih atas dukunga

menarik nafas, ia memandang iris mata bening itu. L

rk, ke Jakarta. Hanya ingi

itu. Jauh dari New York?, Ya, itu urusan dia, mau jauh hingga ke Afrika sana, ia

melewati perjalanan yang panjang sekali, melewati tiga benua dalam satu hari. Seharusnya

t di bandara, mau ketemu saja dirinya sudah ketar ketir. Ia

ng peluk aku

i jalan, ratusan pasang mata akan menatapnya dan menjadi tontonan publik. Terlebih tepat

kasihnya ini enggan memeluknya. "Kalau kamu enggak

oma vanila dari tubuh Dian. Di berinya kecupan di puncak kepala itu. Sede

tidak pulang ke rumah, saking rindunya sama kamu," ucap Liam, dan ia lalu meraih

ntu untuknya, dan ia lalu menoleh ke arah Liam. Tadi laki-laki itu mengatakan bahwa dari bandara langsung ke kantornya, lihatlah dari mana laki-l

kamu lihatin aku? Kamu mau minta cium, ya sabar Honey

ri mana ia dapat pemikiran mesum seperti itu. M

*

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY