img Suami Tiga Bulan  /  Bab 7 Melawan Tante Julid | 4.12%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Melawan Tante Julid

Jumlah Kata:1061    |    Dirilis Pada: 18/09/2022

ata apa-apa barusan," ucap Erik dengan t

n, dan juga seseorang yang tidak pantas jadi direktur. Kamu juga mendengarny

menga

anda. "Maafkan saya, Bu. Tolong maafkan saya. Saya khilaf. Saya pasti gila sudah berani berka

aan karena kinerjamu yang baik. Well, sepertinya sekarang hal itu tidak berlaku lagi." Manda menatap pada kuku-kuku jarinya yang le

ngulangi perbuatan saya lagi!" seru Erik sambil berlutut

Saya peringatkan kalian semua! Nasib kalian akan berakhi

a saja tersebar kabar bahwa seorang Alamanda Katarina Rahadi amat mencintai Ad

*

al dengan kekompakannya karena (terlalu) sering mengadakan acara kumpul keluarga. Minimal seminggu sekali

anting berliannya. Meski ini hanya acara makan malam antar s

erhiasan paling berkilau, atau siapa yang memakai tas keluaran paling baru dari sebuah brand

a sudah memilih baju yang tepat," sahut Ad

i suaminya itu tengah m

tan tampan. Semua baju-baju mahal yang dipersiapkan Manda untuk menunjang

nda singkat, tak ingin

ik," puji Adam sera

dia tahu diriny

nting berliannya. Manda tak bisa berkutik saat tangan pria itu menyentuh daun telinganya dan perl

oma maskulin yang bercampur dengan aroma tubuh khas Adam. Entah kenapa hal itu mengingatkannya pada saat mereka

ali dengan Adam. Tinggal menunggu hasilnya saja apakah sperma Adam pada malam itu berhasil membuahimu ata

lain sudah banyak yang datang. Mereka tampil dalam penampilan terbaik mereka. Orang lu

angsung, tiba-tiba Oma bertanya, "Man

a yang tengah mengunyah lan

segelas air putih pada istrinya. Dengan penuh

nggu. Mana mungkin aku sudah hamil se

nya saja," balas

atkan soal perjanjian mereka. "Berikan aku cicit atau enyahlah da

, ternyata tante dan sepupu-sepupunya

, setahu Tante, perempuan di usia kamu itu udah susah

h nggak subur l

melajang kelamaan, jadinya r

ngsi soal dia yang cuma berpangkat manajer. Lah, sekarang aja malah nikahnya sama sekuriti.

ri kerabatnya sendiri, tapi selama ini Manda menanggapinya dengan santai ka

ka dirinya dikata-katai sudah tidak subur, rahimnya sudah kering, dan hal-hal negatif lain menyangkut dirinya sebagai pere

rnah bekerja sebagai sekuriti. Saya malah bersyukur sudah menjadi sekuriti, dengan begitu saya bisa melihat betapa tulusnya hati seorang Alamanda. Dia mencintai saya bukan karena pa

sini juga tidak usah khawatir soal kesuburan Manda. Manda dan saya masih sama-sama sehat, kami juga

elilingnya, tampak tante dan sepupunya sudah

ng blak-blakan meman

ata, "Bagaimana kalau kita pulang sekarang saja, Sayang? Seperti

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY