img Pria Dingin Itu Suamiku  /  Bab 10 Kafka Si Dosen Ganteng | 11.63%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 10 Kafka Si Dosen Ganteng

Jumlah Kata:989    |    Dirilis Pada: 22/09/2022

ran Amira yang tanpa terduga, dielusnya

mu, itu maksudnya?" Rasa pena

gkuh karena takut ketahuan

pemikirannya, "Kalau wanita itu sogok kamu karena takut ketahuan, itu artin

ng kenal sama sekali, tapi saya kenal s

an kedua telapak tangan. "Oh my god, Nadia ... kenapa

an urusan saya

a mengalir. Wkwk." Amira sudah lebih re

atau mungkin pacarmya juga berdosa karena bis

kita," terka Amira seiring mesem-mesem karena men

Abimana dan dosen ganteng di sini. "

gah, pasti pria itu juga gagah!" kagum Ami

na walau dia tampak sempurna, tapi sebenarnya tidak!" omelannya ka

ia, kamu mengenalnya kan. Tolong diterima." Sebuah paper bag berukuran cukup besar disodorkan ke arah Nadia oleh si pria bernama

tampanan Kafka. "Iya, saya mengenalnya tadi pagi, tapi maaf, saya tidak bis

ng, kalian sudah saling mengena

ti dengan sahabat saya Amira. Jadi ... pacar bapak itu orang asing bagi saya

akan memaksa kalau kamu tidak mau menerima pemberian dari Tania, tapi ... setidaknya hargai uasaha Tania, dia mem

bahasan sang dosen, hingga rasa penesaran

i Nadia, segera benda dalam paper bag dikeluarkan. "Bagaimana,

enyerang. Dulu ... Nadia punya banyak boneka beruang pemberian papa, tap

uk perlahan. "Ada apa, kenapa tampak sedih?" pe

g itu ... karena Nadia jadi sedih ...." Air matanya t

hu jika boneka beruang akan membuat kamu menangis." Segera, boneka itu kembali ke dalam paper bag, kemud

gat terlihat jelas jika Kafka adalah pecinta kebersihan. "

ekanya pada Tania. Ngomong-ngomong, kamu baik-ba

gga Kafka tidak tega membiarkan si gadis berjalan seorang

ama anak itu, apa dia baru saja putus cinta, matanya sampai sembab?" Pria ini ingin menertawakan

imana menghampiri kedua orang ya

bimana!" langkah pria ini terhenti seketika seiring salah

s, apa hari ini kuliahnya men

, dia tertawa di atas penderitaan saya,

bimana, kali ini denga

ika dirinya dibuntuti. Maka, kala Abimana melirik tempat si pria, dirinya kebingungan kare

adia terangkat.

ya tetap dingin. "Baguslah, karena saya tidak mau bergaul dengan perempuan kotor!" Kalimat itu s

gi?" ketus Nadia dengan

imana yang tampak sangat keberatan, kemudian memega

saja, lagipula saya tidak berha

ik dengan prestasi membanggakan, saya tidak mau karena satu perintah papa tidak dituruti akhirn

cil, kamu sudah tua walau

epalanya, "usia saya sejajar dengan pacar k

mbung

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY