img Istri Kelima Sang Presdir  /  Bab 3 Alat melahirkan anak | 1.86%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Alat melahirkan anak

Jumlah Kata:1007    |    Dirilis Pada: 26/09/2022

ntui aku selama seharian, aku bahkan tak bisa bertanya apapun. Tatapan matanya

istri, tapi sampai menjelang pagi dia tak terlihat sama sekali, yang datang

angan makan bersama pelayan yang tidak berbicara padaku, bahkan saat

namamu." Ucapan seorang wanita yang cukup be

kan, aku langsung duduk di sala

npa disuruh sama sekali." Wanita yang tadi me

ya memakai celana pendek dan bertelanjang dada. Bentuk tubuhnya yang begitu seksi dengan bekas lu

Bardolf tiba-tiba saja berjalan ke arahku

ciuman mendadak, tapi aku berusaha untuk

Elzahara seperti sangat kesal karena sua

lagi, wanita yang tidak aku ketahui siapa namanya sudah berbicara

rtanyaan di otak kecilmu." Dia menatap mat

akan memberikan keturunan untukmu, Bar

apa?!" Aku berkata dengan su

ku berbicara. Apakah kau menemuk

berbicara kasar." Elzahara sudah berpihak pada suamin

njelasan! Bukan begitu Nyo

ikmu masih berada di genggamanku! Mudah untukku membunuhnya!" Bar

p mulut!" Aku membentakny

udah bertindak sangat menyebalkan, dia berkata seolah-olah aku ini sudah jadi menantu dar

yang ditindas secara semena-mena." Aku berkata dengan nada pelan

ra apaka

erkata dengan sangat lantang saat E

nting meja sambil menatap m

aumu dan keluarga ini padaku! Aku tidak percaya pada semua omong kosong yang kau kataka

, apakah bukti-bukti yang aku tunjuk

u sangat menyebalkan!" Aku tidak akan kalah untuk berdebat den

n buat wanita ini sadar bahwa aku bukan hanya sekedar mengancam!" Bardolf sudah be

ya! Aku tidak akan membiarkan ka

dengan ancaman itu?

berhenti berdebat? Aku ingin makan

jika Bardolf tidak bertindak semena-mena." Aku masih berucap dengan s

da sikapmu yang kurang ajar. Aku bisa menghancurkan kau kapan saja, tapi untuk saat ini kami

kau butuhk

emua meninggal dunia setelah melahirkan, bahkan Elzahara hampir meninggal dunia saat berusaha melahirkan anak pertamanya. Tapi ternyata dia bisa bertahan, tapi tidak de

n bisa memilih diriku hanya un

asih perawan." Bardolf menanggapi dengan sangat santai, sekal

ng selamat saat melahirkan. Lalu kau membawaku kesini hanya untuk melahirkan anakmu? Keluarga ini sepertinya tidak punya malu." Ujarku sambil terkekeh pelan, aku be

a kau harus membayar denda. Lalu jangan lupakan tentang keselamatan adikmu. Kau berada di ba

kalian berkata padaku bahwa apapun yang terjadi aku harus melindungi adikku. Sekarang, walaupun nyawa dan harga diriku ternod

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY