img Terpaksa Menikahi C E O  /  Bab 8 Tamu Tak Diundang | 3.77%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 8 Tamu Tak Diundang

Jumlah Kata:1263    |    Dirilis Pada: 05/10/2022

an daun mint segera Monika ratakan ke atas kepala, membuat mahkota indahnya ter

n handuk melilit tubuh rampingnya. Langkah kaki gadis itu ter

rusak?" Monika m

li. Pemandangan di hadapannya sungguh membuat libidonya naik seketika. Otak

m hati. Hasrat laki-l

nika, mengalir membasahi leher putih mulusnya. Siluet tubuh gadis ini terl

kalipun, dia hafal Di mana letak pakaiannya berada. Tanpa kecurigaan sama sekali, Monika mulai memakai pakaian.

ja memancing ga

h ingin melompat begitu mendengar

arah kemudian memamerkan

miliknya sekalipun, dia tahu siapa tamu tak diundang yang datang ke kamarnya.

elihatnya?" Rio semakin mendekat membuat Monika panik. Otaknya tak bi

meniup telinga bagian belakang Monika. "Apa

pannya. Dia segera memanjakan wanita yang kin

askan diri dengan sekuat tenaga.

emanipulasi keadaan, membuat alarm tanda bahaya segera menyal

sedikit renggang. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Monika. Dia berlari setelah menyambar

erang benderang. Benar dugaannya, pria yang berhasil membuat jantungn

ika. Dengan tatap mata penuh kebencian, dia mengus

menertawakan permintaan gadis yang kin

tu saja aku berhak mengunjungimu. Rumahku

eriak Mon

h?" Rio mulai melangkah maju. Tatap matanya berkilat, kemarahan jelas mulai merasukinya. "

bukan jumlah yang sedikit. Entah berapa puluh tahun yang harus dia habiskan un

juta? Dua ratus juta?" Aura iblis begitu kentara di sekitar pria 31 tahun itu. Logikanya sumbat, didominasi ol

Monika melempar benda itu sebagai bentuk kemarahannya. Kata-kata priaitu memb

a bergerak meliuk ke kanan dan ke kiri dengan cepat

ain, aku bisa memberikannya lima kali lipat." Senyum iblis itu semakin melebar. Dia meras

elangkah mundur, berusaha menjaga

nggema. Kemarahannya sirna, berganti dengan pe

padamu. Selama kamu bersedia menjadi penghangat ranja

. Ada secercah harapan dari mata indah gadis itu saat melih

ilikinya ke arah depan, membuat langkah Rio tertahan. Tawanya segera

anjangmu! Jangan berpikir kamu bisa mendapatkan segalanya dengan uang. Aku

melangkah, mengikis jarak dengan istrinya. Teriakan dan anc

nempelkan benda pipih mengilat itu di pergelangan tangan bagian dalam. Nap

ngindahkan ancaman Monika. Dia tetap melangk

urna terjatuh ke lantai, membuat tubuh bagian at

ghentikan langkahnya tepat di depan Monika. "H

ua orangtuanya berpisah. Bagaimana bisa dia menyerah akan keadaan yang masih bisa dihadapi? Penderitaan

a ke lantai. Pria itu bahkan mengambil seli

kemudian membawanya untuk duduk di tepi ranjang. Kehangatan yang pria itu tunjukkan, berbanding terbalik dengan

ma yang sebelumnya Monika ambil. Dengan cekatan, pria itu memakaikan pakaian di t

angka Rio akan memperlakukannya

perti itu? Apa kamu

dengan sikap suami kontraknya. Mungkinkah pria ini berkepribadi

menatap manik mata istrinya dalam-dalam. Langkah kakinya menuju bagian dapur

air tanpa warna di dalam g

tidak akan melaku

jang, menyelimutinya sebatas perut. "Sela

apati sikap manis suamnya. Dia memejamkan mata, bersiap masuk k

l melirik gelas di atas meja. Dia menat

masih ingin melawanku

img

Konten

img
  /  3
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY