img Terjerat Pesona Vampir Tampan  /  Bab 2 Membuktikan Sendiri | 1.89%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Membuktikan Sendiri

Jumlah Kata:1049    |    Dirilis Pada: 14/11/2022

an itu membuatku alergi hingga menjadi selebar ini." tunjuk Shad

mbar kertas di depannya. "Sejak kapan kau punya alergi terh

a semakin tidak menemukan jawaban ketika mata biru Max beralih me

pada dokumennya. Kini tangannya dengan lincah

caya dengan apa yang barusan i

i alergi pada orang-orang tertentu," tuka

a yang terjadi semalam. Ia harus segera melupakannya, apalagi di ha

hnya yang tampak gerah dan mencekiknya di beberapa me

atnya, ingin mendapat perhatian Max lebih du

u bergeming. Ia terli

an melakukan pertemuan keluar

enatnya. Rasanya, lebih baik jika sekarang ia sedang bekerja. Menyibukkan diri dengan mar

a mengalihkan lamunannya sekarang. Ia m

u itu adalah Ruth, senior yang sering membant

rmu?" Ruth mengernyit tak percaya. Mungkin ba

ketika libur pun, ia pasti menggunakan waktunya untuk

aku bertemu dengan Max bisa mengobati mimpi burukku." racau Shada m

dang berhalusinasi dengan mimpi yang saat ini membuat rusuh pikirannya. Tidak, itu

yata sekali?" tanyanya hati-hati. Tiba-tiba ia bergidi

lan Ruth tidak mengerti. Terlihat s

nyentuh gelas maka kau merasakan dinginnya sungguhan." Shada berusaha me

?" timpal Ruth, hampir terkekeh kare

da memohon sambil menatap nanar temannya itu. Ia sangat bersungguh-sungguh meminta

melanjutkan, "pertama-tama, yang kutahu tidak ada mimpi yang sungguh-sunggu

it berpikir, lalu memutuskan untu

nyata. Dan kau tahu. Ada bekas noda merah ini sunggu

kaget. "Bagaimana bisa

ologinya. Ia menjelaskan sambil merasakan kekalutan dan nyaris menangis. S

lam ini, Shada." ucap Ruth mendadak. M

a itu dipangkas apik dengan rambutnya yang pendek berwarna merah burgundy gelap. Sama sekali terlihat kontras. Ruth sangat terkesan ch

Seperjalanan pulang hingga sampai di tempat tingga

u kaca yang tepat menyambung ke balkon itu. Dengan begitu kau

ng kalimat Ruth di

ikkan pesan di sana lalu mengirimnya pada Max. Ia memberitahu tunan

i. Ia menekuk wajahnya kesal, Max seperti biasa tidak segera membalas

eal dan pop corn lalu dilanjutkan menonton film di kasurnya.

dangan di depannya langsung menampilkan balkon minimalis juga pepohonan be

amun sama sekali tak a

bergumam merutuki diri sendiri sa

dapannya sekarang. Maka, ia mulai menyusuri balkon minimalisnya

dengan suasana hutan kecil temaram yang ada di samping rumahnya. Ia juga bisa melihat seta

dak menggiring kakinya menuju ke dalam, sesuatu mengusiknya. Ada suara gesekan ranting atau bahkan daun di seberang sana

ai terhuyun ke belakang. Wajahnya langsung memucat. Tiba-tiba kerongk

iapa

rsam

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY