Dikira kang cendol biasa ternyata miliarder. pertemuan yang tak terduga menjadi takdir yang indah. apakah putri akan mengetahui identitas Irpan?
Dikira kang cendol biasa ternyata miliarder. pertemuan yang tak terduga menjadi takdir yang indah. apakah putri akan mengetahui identitas Irpan?
Namaku Putri. Aku berkerja di pabrik kompeksi di desaku.
Hari ini aku sengaja pulang lebih cepat karena ingin memberikan bahagia untuk adik-ku. Walaupun dia hanya adik tiriku. Tapi, aku sudah menganggap-nya lebih dari adik kandung.
Tak sabar rasanya aku ingin menyampaikan kabar bahagia ini. Aku melihat reaksi wajah bahagia di wajah Mega~ Adik tiriku.
Aku akan menunjukkan gaun pengantin indah, dan foto cincin kuno berbetuk ular yang sangat cantik ini padanya.
Foto cincin cantik ini yang akan di sematkan di jari manisku, tepat di hari pernikahan kami nanti.
Entah mengapa, saat sudah akan sampai di rumah justru rasa tak nyaman dan firasat buruk menghampiri. Namun aku tak menghiraukan itu. Jelas aku ingin segera menemui Mega. Namun, saat aku sampai depan warung Bu Saudah, aku tidak sengaja melihat Mega dan Kang Satria tengah duduk di sana dengan membelakangi ku.
Aku mundur dan bersembunyi di balik pohon rindang besar depan warung Bu Saudah. Sehingga Satria, dan Mega~adik tiriku itu tidak mengetahui keberadaanku di sini.
Aku ingin tahu apa yang tengah di bicarakan oleh mereka berdua.
Mereka yang nampak akrab, dan apa ini romantis seperti sepasang kekasih tengah bercanda tawa.
Aku terkejut bukan main saat melihatnya mereka berciuman bibir di hadapanku. Wanita itu dengan liar melahap bibir lelaki yang akan menjadi suamiku dalam waktu empat hari lagi.
Aku langsung mengeluarkan ponsel di dalam tas, dan merekam aktivitas mereka..
"Lima hari lagi, ritual itu di lakukan. Kamu sabar." ujar Satria.
'Hah, ritual apa?" Batinku.
"Kamu janji ya, setelah malam satu suro semuanya akan berakhir."
"Pasti Sayang. Kalau bukan karena harus menumbalkan gadis perawan yang lahir di malam suro, aku juga tidak akan sudi menikahi Kakakmu."
"Setelah semua selesai. Kita akan bahagia dengan kekayaan yang melipahkan Kang?" tanya Mega.
"Bahkan kita akan sangat kaya, jika ada satu tumbal lagi yang nanti ikut di korbankan." jawab Satria sambil menatap wajah Mega.
"M-maksud Akang?" tanya Mega takut-takut.
"Kalau kita dapat dua tumbal," jawab Satria santai.
"Maksud kamu dapat dua tumbal gadis perawan suro begitu?" tanya Mega lagi.
"Iya, dengan begitu keluargaku akan lebih kaya raya."
"Kamu nikahin satu gadis aja aku cemburu, ini mau dua sekaligus."
"Kan aku cuma bilang misalnya, Sayang."
"Baguslah nanti jika Kak Putri mati aku gak ada saingan lagi. Karena musuhku nanti akan menjadi persembahan Dewi ular," ucap Mega dengan nada puas.."Benar, Sayang."
Saat obrolan mereka masih berlangsung. Tubuhku lemas bagai daging yang tidak bertulang.
"Kang ke rumahku yuk! Mumpung gak ada siapa-siapa di rumah nih," ajak Mega lalu mereka berdua dengan bahagia pergi dari sana.
Aku melihat Mega celingukan setelah itu keduanya masuk ke dalam rumah. Aku memukul-mukul dadaku yang teramat sakit akan penghianat mereka.
Setelah beberapa menit menangis, aku menguatkan hati berjalan pulang. Entah apa yang mereka lakukan di dalam sana selama aku menangis tadi.
Aku menghapus air mataku, lalu mengetuk pintu rumah dengan sangat kencang. Agar mereka tahu bahwa aku sudah berada di depan rumah.
"Assalamualaikum." Aku masuk dengan mengucapkan salam.
Tak ada yang menyahut salamku, mungkinkah mereka tengah belingsatan mencari pakaian masing-masing yang berserakan di lantai itu, atau tengah mencari tempat persembunyian untuk lelaki biadab itu.
"Waalaikumsalam, Kak Putri sudah pulang?" tanya Mega dengan nafas ngos-ngosan.
"Kamu habis ngapain Mega, kok sampe badan kamu keringatan gitu?"
"Oh, ini aku habis olahraga." jawabnya.
"Di kamar?" tanyaku wajah Mega langsung menegang.
"Aku tadi lihat kamu abis di kamar, jadi artinya kamu olahraga di sana." tambahku yang membuat Mega bernafas lega.
"Iya kak."
Aku sengaja tidak menunjukan sikap yang berbeda kepada Mega.
Aku ingin dia mengetahui bahwa semuanya belum terbongkar.
Walaupun hatiku saat hancur melihat senyuman dan peluh keringatnya.
"Kak Putri tumben pulang cepat?" tanya Mega.
"Aku ingin menunjukan ini," ucapku sambil menunjukan foto gaun dan cincin pada Adik tiriku.
"Wah bagus banget semuanya. Kak Putri pasti beruntung menjadi istri dari Kang Satria," ucap Mega sambil tersenyum bahagia.
Aku acungi jempol atas aktingnya selama ini. Jika aku belum mengetahui rencana busuk mereka, mungkin saat ini aku akan menjadi orang terbodoh sampai akhir hayatku. Senyuman Mega, dan hatinya benar-benar susah kutebak.
"Mega kita mengobrol di kamarmu. Ada banyak sekali yang mau aku ceritakan tentang hari ini," ucapku yang membuat wajahnya panik.
"Bagaimana kalau ceritanya di kamar Kak Putri?" tanya Mega.
Jelas Adik tiri jalangku ini tak ingin aku masuk ke kamarnya, karena masih ada pria bej*t itu di dalamnya.
"Kalau kamu lagi gak mau dengarin cerita Kakak, gak apa-apa besok aja ceritanya." Aku pura-pura merajuk pada Mega.
Aku kembali keluar dari rumah. Berjalan dengan air mata yang terus mengalir, rasa sakit yang berlapis menyelimuti hati.
Di satu sisi ada rasa bersyukur karena aku mengatahuinya sekarang. Jika aku mengatahuinya saat sudah menjadi istri Kang Satria, dapat di pastikan saat itu juga aku sudah tidak bernyawa.
Tuhan maha tahu. Dia memberikan petunjuk pada hambanya tentang mana yang buruk, dan mana yang terbaik untuknya.
Detik ini semua terbongkar, dan aku putuskan akan membatalkan pernikahanku dengan Kang Satria.
Aku menepuk jidatku. Percuma aku membatalkan karena yang di incar oleh lelaki itu adalah darah perawanku.
Kang Satria pasti akan terus ngincarku sampai kapanpun, dan akan melakukan apa saja agar bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
Aku terus memikirkan cara agar terlepas dari mereka.
Aku kan memikirkan itu di rumah, kalau di jalan begini aku merasa seperti orang gil*.
Namun sedetik kemudian aku mengurungkan niatku. Aku tidak ingin kembali kerumah itu sebelum Ayah dan ibu tiriku pulang.
Ayah dan Ibu tiriku pergi untuk menjemput Nenek dari Ayah. Beliau ingin bisa menghadiri acara pernikahanku nanti.'Yaa Allah, walaupun ini sangat menyakitkan, namun aku bersyukur engkau telah memberikan petunjuk atas doa-doaku' ucap syukurku dalam hati.
Sebelumnya aku selalu merasa gelisah. Apa pilihanku tepat? Apa Kang Satria adalah pria terbaik, yang akan menuntunku ke surga bersama? Apa dia bisa membimbingku menjadi lebih baik? Robbi hablii milladunka zaujan toyyiban, wayakuuna shoohiban, lii fiiddiini wa dunyaa wal aakhiroh.
'Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, dunia dan akhirat'
Aku selalu melantunkan doa itu, di setiap saat hatiku gelisah, aku takut akan memilih pasangan yang salah. Maka aku serahkan semuanya pada Allah.
Allah maha tahu, mana yang buruk dan mana yang terbaik untukku.
Detik ini semua terbongkar, dan aku putuskan akan membatalkan pernikahanku dengan Kang Satria.
Mungkin ini semua jawaban dari doa-doaku.Aku yang terus berjalan tanpa arah. Tiba-tiba di datangi oleh dua pemuda.
"Neng, sendirian aja?" tanya seorang salah satu pemuda itu sambil mencolek daguku.
"Gak, Bang. Sama malaikat," ceplosku, malas menanggapi mereka.
Kedua pemuda itu tertawa terbahak-bahak mendengar jawabanku.
"Bisa aja, Neng. Tapi, ngomong-ngomong sama malaikat apa?" tanya preman satu lagi sambil mencolek daguku.
"Izrail, kenapa? Abang mau di cabut nyawanya?" tanyaku yang membuat keduanya tertawa kembali.
"Neng ikut kita yuk!" ajak mereka.
"Kemana, Bang?" tanyaku sok polos.
"Pokoknya kita bakalan seneng-seneng deh, Neng." ucap preman itu sambil menyeringai.
"Gak ah, Bang. Makasih!" balasku
Namun belum sempat menghindar tanganku sudah di cengkram kuat oleh mereka. Lalu di tarik oleh keduanya menuju semak-semak belukar yang gelap.
"Lepasin Bang!" pintaku sambil mencoba menyingkirkan tangan kasar mereka.
"Udahlah, Neng. Ikut Abang aja gak usah sok jual mahal," ucap mereka dengan suata yang terdengar menjijikan di telingaku.
"Too---looongg!" teriakku sambil memberontak.
Bersambung.
Di Bilang Burik, miskin dan jelek. Bahkan para tetangga dan saudara sering menyebutnya siluman, karena wajahnya yang hitam bertompel, namun dengan tubuhnya putih, begitu kontras dengan wajah. Istrinya pun bahkan pernah mengira bahwa suaminya memanglah silum@n zebra. Namun semua itu hanyalah penyamaran. Nyatanya saat mereka mengetahuinya. Semua orang langsung MATI KUTU, tak menyangka bahwa pria yang selama ini, mereka hina ternyata seorang Sultan. sang CEO yang menyamar untuk meraih cinta gadis desa Kenapa pria Sultan itu harus menyamar? YANG PENASARAN LANGSUNG BACA SEMUA CERITANYA, DAN JANGAN LUPA SUBSCRIBE KASIH BINTANG 5 TAP LOVE DAN KOMENTAR 🤗
Tinggal di sebuah kampung pedesaan di daerah Cianjur, JawaBarat. Membuat dia masih polos karena jarang bergaul dengan teman sebayanya, dari sebelum menikah sampai sekarang sudah menikah mempunyai seorang suami pun Sita masih tidak suka bergaul dan bersosialisasi dengan teman atau ibu-ibu di kampungnya. Sita keluar rumah hanya sebatas belanja, ataupun mengikuti kajian di Madrasah dekat rumahnya setiap hari Jum'at dan Minggu. Dia menikahpun hasil dari perjodohan kedua orangtuanya. Akibat kepolosannya itu, suaminya Danu sering mengeluhkan sikap istrinya itu yang pasif ketika berhubungan badan dengannya. Namun Sita tidak tahu harus bagaimana karena memang dia sangat amat teramat polos, mengenai pergaulan anak muda zaman sekarang saja dia tidak tahu menahu, apalagi tentang masalah sex yang di kehidupannya tidak pernah diajarkan sex education. Mungkin itu juga penyebab Sita dan Danu belum dikaruniai seorang anak, karena tidak menikmati sex.
Novel ini berisi kumpulan beberapa kisah dewasa terdiri dari berbagai pengalaman percintaan panas dari beberapa tokoh dan karakter yang memiliki latar belakang keluarga dan lingkungan rumah, tempat kerja, profesi yang berbeda-beda serta berbagai kejadian yang diaalami oleh masing-masing tokoh utama dimana para tokoh utama tersebut memiliki pengalaman bercinta dan bergaul dengan cara yang unik dan berbeda satu sama lainnya. Suka dan duka dari tokoh-tokoh yang ada dalam cerita ini baik yang protagonis maupun antagonis diharapkan mampu menghibur para pembaca sekalian. Semua cerita dewasa yang ada pada novel kumpulan kisah dewasa ini sangat menarik untuk disimak dan diikuti jalan ceritanya sehingga menambah wawasan kehidupan percintaan diantara insan pecinta dan mungkin saja bisa diambil manfaatnya agar para pembaca bisa mengambil hikmah dari setiap kisah yan ada di dalam novel ini. Selamat membaca dan selamat menikmati!
Kumpulan cerita seru yang akan membuat siapapun terbibur dan ikut terhanyut sekaligus merenung tanpa harus repot-repot memikirkan konfliks yang terlalu jelimet. Cerita ini murni untuk hiburan, teman istrirahat dan pengantar lelah disela-sela kesibukan berkativitas sehari-hari. Jadi cerita ini sangat cocok dengan para dewasa yang memang ingin refrehsing dan bersenang-senang terhindar dari stres dan gangguan mental lainnya, kecuali ketagihan membacanya.
Raina terlibat dengan seorang tokoh besar ketika dia mabuk suatu malam. Dia membutuhkan bantuan Felix sementara pria itu tertarik pada kecantikan mudanya. Dengan demikian, apa yang seharusnya menjadi hubungan satu malam berkembang menjadi sesuatu yang serius. Semuanya baik-baik saja sampai Raina menemukan bahwa hati Felix adalah milik wanita lain. Ketika cinta pertama Felix kembali, pria itu berhenti pulang, meninggalkan Raina sendirian selama beberapa malam. Dia bertahan dengan itu sampai dia menerima cek dan catatan perpisahan suatu hari. Bertentangan dengan bagaimana Felix mengharapkan dia bereaksi, Raina memiliki senyum di wajahnya saat dia mengucapkan selamat tinggal padanya. "Hubungan kita menyenangkan selama berlangsung, Felix. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Semoga hidupmu menyenangkan." Namun, seperti sudah ditakdirkan, mereka bertemu lagi. Kali ini, Raina memiliki pria lain di sisinya. Mata Felix terbakar cemburu. Dia berkata, "Bagaimana kamu bisa melanjutkan? Kukira kamu hanya mencintaiku!" "Kata kunci, kukira!" Rena mengibaskan rambut ke belakang dan membalas, "Ada banyak pria di dunia ini, Felix. Selain itu, kamulah yang meminta putus. Sekarang, jika kamu ingin berkencan denganku, kamu harus mengantri." Keesokan harinya, Raina menerima peringatan dana masuk dalam jumlah yang besar dan sebuah cincin berlian. Felix muncul lagi, berlutut dengan satu kaki, dan berkata, "Bolehkah aku memotong antrean, Raina? Aku masih menginginkanmu."
BERISI ADEGAN HOT ++ Capten Adrian, lelaki berwajah tampan dengan usia 35 tahun dan sudah mempunyai 1 anak. Kesibukannya di dunia penerbangan yang selalu bergaul dengan pramugari yang cantik-cantik, tentunya Capten Adrian merasa senang. Dengan didorong hawa nafsu Capten Adrian berambisi untuk menyalurkan hasratnya ke setiap rekan kerjanya. Lantas bagaimana dengan rumah tangganya? Apakah Dewi yang menjadi istrinya akan diam saja? *Ikutin ceritanya sampai selesai!!
© 2018-now Bakisah
TOP
GOOGLE PLAY