Umur yang sudah cukup tua untuk menikah tapi dia masih berjiwa dan berwajah muda kok, Aldo Bimantara adalah anak dari keluarga kaya dia juga memiliki dua cabang restoran besar di medan serta semarang
Umur yang sudah cukup tua untuk menikah tapi dia masih berjiwa dan berwajah muda kok, Aldo Bimantara adalah anak dari keluarga kaya dia juga memiliki dua cabang restoran besar di medan serta semarang
Namanya Aldo Bimantara atau om aldo, atau mas aldo, atau pak aldo, atau bos aldo.
Terserah deh mau manggil apa karena Aldo memang sudah berumur kepala 3 tanpa kekasih dan juga istri di hidupnya.
Menjalani hidup selama 5 tahun tanpa seseorang membuat aldo sedikit kesepian jadi dia memutuskan untuk mencari seseorang.
Contoh saja saat ini dimana dia sedang duduk manis di ruangan nya, tiba-tiba teman super aktif nya datang siapa lagi jika bukan Dani.
Pemuda itu sudah berteman lama dengan aldo mungkin dari semasa SMA mereka selalu bersama.
Seperti makan, bolos, tidur, dan juga nongkrong bersama.
"Permisi bos, kenapa kok ngelamun?" Tanya dani menatap teman nya.
"Kamu diem, saya butuh ketenangan." Jawab aldo dengan menatap tajam teman nya.
Bukan mendapat ketenangan dani dengan sengaja memutar lagu fire of bts di hadapan teman nya itu.
Ingin sekali aldo membunuh dani kenapa juga dia dulu mau berteman dengan anak ini.
"Dani diem." Teriak kesal aldo.
Dani mematikan lagunya duduk di hadapan aldo dan menatap dalam bos sekaligus teman nya itu.
"Kayak nya kamu butuh sugar baby, mau di cariin ga?" Dani menatap aldo dengan binar.
Walau aldo galak dan tajam pada dani, namun teman nya itu tetap meladeni aldo karena dia adalah bos sekaligus teman nya.
Tidak mungkin dani meninggalkan harta karun seperti aldo, secara teman nya ini memiliki dua cabang restoran bintang lima.
Belum lagi membeli gedung apartemen milik dani.
"Saya lagi butuh ketenangan, bukan kaya gitu. Kamu bisa ga sih jangan mikirin hal yang gituan, keluar sana!" Usir aldo tak suka.
"Jangan gitu bos, pokonya kalo butuh sugar baby bilang ya!" Dani menurut dan keluar dari ruangan.
Aldo berpikir keras setelah mendengar ucapan teman nya, apa benar dia butuh seseorang?
Padahal selama ini aldo hanya butuh waktu sendiri, tanpa ada orang lain yang hadir di hidupnya.
Jam di dinding terus berdetik menuju ke arah pukul 3 sore, dia terlalu banyak duduk di ruangan nya jadi aldo memutuskan untuk menyapa pengunjung yang datang.
Berjalan menggunakan lift untuk ke lantai 2 gedung nya memang tidak terlalu besar, ada 5 lantai di dalam gedung ini mari kita absen satu persatu.
Lantai pertama dan kedua adalah restoran makanan khas korea dan juga semarang, lalu lantai ke tiga ada perpustakaan untuk para pengunjung yang ingin mampir membaca.
Lantai ke empat ada cafe cat khusus untuk pecinta kucing, para pengunjung juga bisa menitipkan kucing mereka di cafe itu.
Aldo memang memiliki banyak ide agar usaha nya berjalan dengan baik, dia bahkan mau membayar mahal chef yang dari asli korea untuk tinggal dan bekerja di restoran nya.
Otaknya memang tidak bisa main-main jika itu sudah menyangkut dengan bisnis nya.
Meski restoran nya sudah memuncak di semarang namun dia memiliki banyak saingan.
Apalagi baru-baru ini restoran nya mendapat rating nomor dua di semarang, sungguh pencapaian yang hebat di usianya yang 30 tahun ini orang tua aldo juga ikut bangga.
Ya pokonya dalam lima lantai ini ada banyak restoran dan juga perpustakaan, tidak sedikit orang yang mampir banyak juga para turis yang datang ke restoran aldo.
Aldo tiba di lantai dua melihat banyak para pengunjung datang.
Bahkan dari berbagai ras dan negara dia selalu takjub ketika melihat banyak pengunjung asing.
Tentu tanpa bantuan anggota staf dan juga sahabatnya dani, aldo tidak akan mendapatkan pencapaian yang luar biasa ini.
Padahal ibu dan ayah nya menekuni pekerjaan mereka di bidang game, namun aldo menolak dan memilih untuk membuka restoran sendiri.
Sampai akhirnya aldo bisa membangun semua ini atas dukungan orang tua dan juga sahabat baiknya.
"Selamat sore pak aldo." Sapa karyawan wanita yang di kasir.
"Sore, gimana pengunjung hari ini apa kayak biasa?" Tanya aldo.
"Iya pak malah lebih besar dari kemarin, inikan weekend jadi banyak pengunjung asing yang datang untuk mencoba masakan korea kita." Jawabnya.
"Syukurlah, lanjutin kerjanya! Saya mau pergi keluar sebentar." Aldo pamit dan keluar dari sana.
Dia keluar lewat pintu depan sengaja sih sekalian untuk melihat-melihat, meninggalkan restoran nya tidak akan membuat aldo kehilangan uang.
Dia sudah mempercayakan semuanya pada dani, karena dani adalah manager sekaligus sahabat baik aldo.
Mereka bersahabat sejak lama sekali bahkan dani juga sering bermain ke rumah aldo.
Pergi ke parkiran dan mulai menaiki mobilnya dia ingin mampir ke bar sebentar.
Padahal aldo bisa saja minum alkohol di restoran nya tadi tapi karena dia ingin ke bar jadi ya di sinilah aldo.
Aldo memasuki bar itu di pukul 4 sore dia mampir untuk minum whisky kesukaan nya.
Terdiam sendiri tanpa teman atau pasangan jadi ya aldo tetap melanjutkan minum nya.
"Permisi pak, apa kamu kamu dateng cuma duduk?" Tanya seseorang yang tiba-tiba datang.
Aldo sedikit kaget namun wajahnya kembali datar saat orang itu duduk di samping nya.
"Emang saya harus apa?" Tanya aldo menatap tajam.
"Paling ga bayar saya pak, apa kamu butuh blow job?" Orang itu menggoda dengan menyentuh bahu aldo.
"Menjauh." Mata itu masih tajam.
"Cih!" Orang itu pergi meninggalkan aldo.
Entah kenapa aldo suka sekali berada di bar ini dia menatap sekeliling sambil meminum whisky nya.
Lama menatap aldo kembali meminta si pelayan menuangkan alkohol yang sedikit kuat, tentu pelayan itu menurut dan memberikan aldo koktail.
Meneguk setengah dengan sedikit pusing padahal bisnis nya lancar saja, tapi sayang kisah cintanya tidak selancar bisnis nya.
"Akh! Capek banget, saya butuh seseorang." Kesal aldo
Pukul 7 malam aldo masih berada di sana menikmati musik yang terus bersuara.
Dia bergoyang mencari mangsa dengan setengah mabuk aldo butuh pelampiasan.
Saat masuk ke dalam lautan manusia dia melihat wanita berpakaian cukup ketat.
Dengan celana panjang berwarna hitam sampai pantat nya terbentuk.
Aldo mendekati orang itu dan bergoyang di belakang nya, orang itu tentu senang dan ikut bergoyang memeluk leher aldo.
Tubuh mereka terus bertabrakan saling bergesekan dan bersentuhan.
Bahkan berbagi minuman bersama hingga orang itu hampir ambruk di pelukan aldo.
"Ungg... Aku mengantuk." Dia memeluk leher aldo erat.
"Ayo cantik kita tidur, kamu ga boleh tiduran di lantai."
Membawa orang itu masuk ke kamar yang sudah di pesan.
Membaringkan tubuh itu aldo merasa sedikit goyah saat melihat leher seksi putih mulus itu.
Dia mendekat dan mengusap leher itu.
"Apa boleh saya cicip?" Tanya aldo.
Kesadaran nya masih ada jadi aldo mencoba untuk pergi dari ruangan itu sebelum setan nya datang.
Namun wanita itu menarik tangan aldo.
Aldo melahap leher cantik itu. mengelus, mencium, dan menjilat, bahkan dia berani membuka kaos tipis itu.
Malam ini rasanya panas sekali apakah ini karena perubahan cuaca.
Atau memang karena nafsu mereka sudah di ujung rambut.
"Ahh mhh."
"Boleh saya tau nama kamu?" Bisik aldo
"Shhh milli.. ahh.."
Tbc....
Ini yng pertama semoga suka ya
WARNING!!! BANYAK KONTEN 21++!! HARAP BIJAK SEBELUM MEMBACA! "Aku ingin berbagi ranjang!" Bila seorang suami yang telah memiliki dua istri cantik jelita, pujaan para pria, digilai dan menjadi fantasi kaum adam di lingkungan mereka tinggal harus mendengar ucapan seorang pria bernama Sebastian Narendra Gunawan, seorang pengusaha yang bergerak di bidang mebel dan seorang pecinta dunia balap mobil tiba-tiba ingin berbagi ranjang dengan seorang umbrella girl yang ia temui ketika menemani klien bisnisnya. Pertemuan yang tak sengaja dan berlanjut menjadi kedekatan layaknya sebuah lem membuat pria ini tak dapat menahan mata serta nafsunya untuk kembali menikah kesekian kalinya. Bagaimana reaksi kedua istri sang pengusaha mata keranjang ini saat mendengar niatan sang suami untuk menikah lagi? Apakah mereka akan menerima atau justru sebaliknya, memberontak dan berusaha menggagalkan keinginan sang sami dan menjauhkannya dari sang umbrella girl? Suami Tiga Ranjang by Athena_vivian
Stella pernah merasakan ketulusan cinta Marc, dan juga pengkhianatannya yang menusuk dalam. Dia membakar potret pernikahan di hadapannya, sementara Marc mengirim pesan mesra pada selingkuhannya. Dengan dada sesak dan mata yang dipenuhi kobaran amarah, Stella melayangkan tamparan yang tajam. Kemudian, dia menghapus identitasnya, mendaftar untuk misi penelitian rahasia, lenyap tanpa bekas, dan meninggalkan sebuah kejutan besar untuk Marc. Pada hari peluncuran, dia menghilang. Dan di pagi yang sama, perusahaan Marc bangkrut. Yang dia temukan hanyalah akta kematian Stella dan dia pun hancur. Ketika mereka bertemu lagi, sebuah acara gala menyoroti Stella di samping seorang pengusaha sukses. Marc berkata memohon padanya. Namun, dengan senyum sinis, Stella berkata sambil merangkul pria di sampingnya, "Sayangnya, kamu sama sekali tidak pantas untukku yang sekarang."
Raina terlibat dengan seorang tokoh besar ketika dia mabuk suatu malam. Dia membutuhkan bantuan Felix sementara pria itu tertarik pada kecantikan mudanya. Dengan demikian, apa yang seharusnya menjadi hubungan satu malam berkembang menjadi sesuatu yang serius. Semuanya baik-baik saja sampai Raina menemukan bahwa hati Felix adalah milik wanita lain. Ketika cinta pertama Felix kembali, pria itu berhenti pulang, meninggalkan Raina sendirian selama beberapa malam. Dia bertahan dengan itu sampai dia menerima cek dan catatan perpisahan suatu hari. Bertentangan dengan bagaimana Felix mengharapkan dia bereaksi, Raina memiliki senyum di wajahnya saat dia mengucapkan selamat tinggal padanya. "Hubungan kita menyenangkan selama berlangsung, Felix. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Semoga hidupmu menyenangkan." Namun, seperti sudah ditakdirkan, mereka bertemu lagi. Kali ini, Raina memiliki pria lain di sisinya. Mata Felix terbakar cemburu. Dia berkata, "Bagaimana kamu bisa melanjutkan? Kukira kamu hanya mencintaiku!" "Kata kunci, kukira!" Rena mengibaskan rambut ke belakang dan membalas, "Ada banyak pria di dunia ini, Felix. Selain itu, kamulah yang meminta putus. Sekarang, jika kamu ingin berkencan denganku, kamu harus mengantri." Keesokan harinya, Raina menerima peringatan dana masuk dalam jumlah yang besar dan sebuah cincin berlian. Felix muncul lagi, berlutut dengan satu kaki, dan berkata, "Bolehkah aku memotong antrean, Raina? Aku masih menginginkanmu."
Hidup itu indah, kalau belum indah berarti hidup belum berakhir. Begitu lah motto hidup yang Nayla jalani. Setiap kali ia mengalami kesulitan dalam hidupnya. Ia selalu mengingat motto hidupnya. Ia tahu, ia sangat yakin akan hal itu. Tak pernah ada keraguan sedikitpun dalam hatinya kalau kehidupan seseorang tidak akan berakhir dengan indah. Pasti akan indah. Hanya kedatangannya saja yang membedakan kehidupan dari masing – masing orang. Lama – lama Nayla merasa tidak kuat lagi. Tanpa disadari, ia pun ambruk diatas sofa panjang yang berada di ruang tamu rumahnya. Ia terbaring dalam posisi terlentang. Roti yang dipegangnya pun terjatuh ke lantai. Berikut juga hapenya yang untungnya cuma terjatuh diatas sofa panjangnya. Diam – diam, ditengah keadaan Nayla yang tertidur senyap. Terdapat sosok yang tersenyum saat melihat mangsanya telah tertidur persis seperti apa yang telah ia rencanakan. Sosok itu pelan – pelan mendekat sambil menatap keindahan tubuh Nayla dengan jarak yang begitu dekat. “Beristirahatlah sayang, pasti capek kan bekerja seharian ?” Ucapnya sambil menatap roti yang sedang Nayla pegang. Sosok itu kian mendekat, sosok itu lalu menyentuh dada Nayla untuk pertama kalinya menggunakan kedua tangannya. “Gilaaa kenyel banget… Emang gak ada yang bisa ngalahin susunya akhwat yang baru aja nikah” Ucapnya sambil meremas – remas dada Nayla. “Mmmpphhh” Desah Nayla dalam tidurnya yang mengejutkan sosok itu.
Kaindra, seorang pria ambisius yang menikah dengan Tanika, putri tunggal pengusaha kaya raya, menjalani kehidupan pernikahan yang dari luar terlihat sempurna. Namun, di balik semua kemewahan itu, pernikahan mereka retak tanpa terlihat-Tanika sibuk dengan gaya hidup sosialitanya, sering bepergian tanpa kabar, sementara Kaindra tenggelam dalam kesepian yang perlahan menggerogoti jiwanya. Ketika Kaindra mengetahui bahwa Tanika mungkin berselingkuh dengan pria lain, bukannya menghadapi istrinya secara langsung, dia justru memulai petualangan balas dendamnya sendiri. Hubungannya dengan Fiona, rekan kerjanya yang ternyata menyimpan rasa cinta sejak dulu, perlahan berubah menjadi sebuah hubungan rahasia yang penuh gairah dan emosi. Fiona menawarkan kehangatan yang selama ini hilang dalam hidup Kaindra, tetapi hubungan itu juga membawa komplikasi yang tak terhindarkan. Di tengah caranya mencari tahu kebenaran tentang Tanika, Kaindra mendekati Isvara, sahabat dekat istrinya, yang menyimpan rahasia dan tatapan menggoda setiap kali mereka bertemu. Isvara tampaknya tahu lebih banyak tentang kehidupan Tanika daripada yang dia akui. Kaindra semakin dalam terjerat dalam permainan manipulasi, kebohongan, dan hasrat yang ia ciptakan sendiri, di mana setiap langkahnya bisa mengancam kehancuran dirinya. Namun, saat Kaindra merasa semakin dekat dengan kebenaran, dia dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah dia benar-benar ingin mengetahui apa yang terjadi di balik hubungan Tanika dan pria itu? Atau apakah perjalanan ini akan menghancurkan sisa-sisa hidupnya yang masih tersisa? Seberapa jauh Kaindra akan melangkah dalam permainan ini, dan apakah dia siap menghadapi kebenaran yang mungkin lebih menyakitkan dari apa yang dia bayangkan?
Menikahi single mom yang memiliki satu anak perempuan, membuat Steiner Limson harus bisa menyayangi dan mencintai bukan hanya wanita yang dia nikahi melainkan anak tirinya juga. Tetapi pernikahan itu rupanya tidak berjalan mulus, membuat Steiner justru jatuh cinta terhadap anak tirinya.
© 2018-now Bakisah
TOP
GOOGLE PLAY