img Mantan Istriku Hamil?!  /  Bab 3 Hamil | 0.57%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Hamil

Jumlah Kata:785    |    Dirilis Pada: 30/12/2022

Pernikahannya dengan Scarlet adalah pernikahan yang tidak didasari oleh cinta, alasan kenapa dia melakukannya adalah karena dia tidak ingin ibunya merasa serba salah menghadapi neneknya. Jadi, demi ibunya, Levon terpaksa menikahinya. Dan sejak saat itu, hubungan antara ibunya dan neneknya menjadi lebih baik.

Sekarang, karena kesehatan neneknya berangsur-angsur memburuk, dia tidak lagi memiliki cukup energi untuk mempersulit ibunya. Ditambah lagi, Levon ingin menemukan dan menikahi wanita yang menyelamatkannya malam itu. Jadi, dia tidak bisa melanjutkan hubungannya dengan Scarlet.

Scarlet masih muda dan masih berkuliah. Selama ini pernikahan mereka telah dirahasiakan sehingga tidak berdampak pada kehidupannya.

Setelah bercerai, Scarlet juga akan mendapatkan banyak uang, yang cukup baginya untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan damai dan stabil.

Selain itu, Scarlet juga tidak menyukainya. Ini adalah kali kedua mereka bertemu. Lagi pula, siapa juga yang akan menyukai seseorang yang baru ditemui dua kali?

Mendengar perkataan Levon, entah kenapa hati Scarlet merasa sedikit sesak. Ternyata, Levon sudah memiliki orang yang disukainya.

Scarlet berpikir, jika begitu dia tidak perlu lagi memberi tahu Levon bahwa wanita yang bersamanya malam itu adalah dirinya agar tidak membuatnya merasa tidak nyaman.

Lagi pula, bukankah ini yang dia inginkan? Bukankah waktu itu dia pergi ke luar negeri untuk mengumpulkan bukti perselingkuhan Levon agar bisa bercerai dengannya? Dan sekarang, semuanya berjalan sesuai keinginannya.

"Baiklah, aku setuju," ucap Scarlet tanpa ragu, dia sedikit pun tidak mencoba untuk menolak.

Selama ini, Levon cukup baik padanya. Tambahan pula, apa yang terjadi malam itu bukanlah kesalahan Levon. Dia mungkin sedang berada di bawah pengaruh alkohol dan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Mungkin saja Levon juga sangat menyesali apa yang telah dia lakukan.

Scarlet lalu mengambil pena dan menandatangani surat tersebut.

"Terima kasih banyak." Levon berterima kasih pada Scarlet karena dia tidak membuat masalah untuknya. Bisa dikatakan, ini adalah perpisahan yang damai.

Setelah makan malam, Levon langsung pergi. Dia tidak menginap di vila malam ini.

Sementara itu, Scarlet mulai mengemasi barang-barangnya setelah Levon pergi.

Keesokan harinya, Levon mengirim mobil untuk menjemputnya. Sebelum pergi, Scarlet menoleh kembali ke vila yang telah ditinggalinya selama setahun.

Saat pertama kali dia datang, tempat ini terasa sangat sunyi, dan sekarang tempat ini masih sangat sunyi. Tempat ini sama sekali tidak berubah. Dalam setahun ini, yang berubah hanyalah statusnya yang telah bercerai dan juga dirinya yang dari seorang gadis telah menjadi wanita dewasa.

Setelah mendapatkan surat cerainya, Scarlet berdiri di bawah sinar matahari dengan perasaan linglung.

Asisten Levon menepikan mobil di depannya, lalu Levon menurunkan kaca jendelanya, menatapnya dan berkata dengan tenang, "Aku akan mengantarmu."

"Tidak perlu ... aku akan pulang naik taksi. Terima kasih karena telah merawatku selama setahun terakhir ini," jawab Scarlet sambil tersenyum.

Memangnya kenapa jika mereka tidur bersama untuk satu malam? Lagi pula, Levon telah memberinya sejumlah besar uang sebagai kompensasi.

Levon hanya menganggukkan kepalanya dan tidak memaksanya, kemudian menyuruh asistennya untuk menyetir. Scarlet yang masih berdiri di gerbang Biro Urusan Sipil pun mencoba memanggil taksi.

Meskipun sekarang sudah memasuki musim gugur, tapi cuaca masih terasa sangat panas. Sekarang waktu baru menunjukkan pukul sepuluh pagi, tapi matahari sudah begitu terik sehingga membuat orang hampir tidak bisa membuka matanya.

Karena lokasi gedung biro urusan sipil agak terpencil, jadi sangat susah baginya untuk mendapatkan taksi.

Scarlet yang dari tadi berdiri di sana mulai berkeringat, setelah beberapa saat dia pun mulai merasa sedikit pusing. Segala sesuatu yang ada di depannya tampak kabur dengan perlahan, kemudian semuanya tampak gelap dan dia tidak sadarkan diri lagi.

Saat dia terbangun, dia mendapati dirinya sudah terbaring di ranjang rumah sakit. Seseorang telah berbaik hati dan membawanya ke rumah sakit.

"Apa ... apa yang terjadi padaku?" tanyanya pada perawat rumah sakit.

"Kamu terkena serangan panas, untung saja kamu tidak apa-apa. Saat ini kamu sedang hamil, jadi kamu harus lebih memerhatikan kesehatanmu. Untung saja bayimu baik-baik saja dan dalam keadaan sehat. Kamu sudah bisa pulang setelah beristirahat sebentar."

"Apa yang baru saja kamu katakan?" tanya Scarlet sambil meraih tangan perawat tersebut, jantungnya berdebar sangat kencang.

"Aku bilang kamu terkena sengatan panas."

"Tidak, bukan yang itu. Kamu berkata aku hamil, apa maksudmu?"

"Kamu sedang hamil, apa kamu tidak tahu? Sudah tiga bulan, tidak mungkin kamu tidak tahu."

Scarlet langsung terperangah, hatinya bagaikan disambar petir.

Selama ini menstruasinya memang tidak teratur, kadang-kadang, dia bahkan tidak mendapatkan menstruasi selama berbulan-bulan, jadi dia sama sekali tidak terlalu memikirkan hal ini.

Selain itu, dia juga langsung meminum pil setelah dia berhubungan dengan Levon, jadi dia tidak mungkin bisa hamil.

"Tidak mungkin, aku tidak mungkin hamil, aku sudah minum pil kontrasepsi."

"Pil kontrasepsi tidak seratus persen efektif, masih ada peluang tiga persen untuk hamil. Tindakan keamanan apa pun juga tidak akan seratus persen bisa berhasil. Tidak ada jaminan tidak akan hamil," jelas perawat itu.

Setelah mendengar apa yang dikatakan perawat itu, Scarlet kembali merasa pusing dan kemudian pingsan lagi.

img
Konten
Bab 1 Menceraikannya Bab 2 Aku Memiliki Orang Lain di Hatiku Bab 3 Hamil Bab 4 Urusanku Tidak Ada Hubungannya denganmu Bab 5 Dia Tidak Menggunakan Uang Keluarganya Bab 6 Aku Akan Mematahkan Kakimu Bab 7 Dipaksa Aborsi Bab 8 Siapa yang Berani Merampas Harta Mantan Istriku
Bab 9 Apa Levon Akan Menikahinya
Bab 10 Ibu Akan Melindungimu
Bab 11 Bagaimana Aku Bisa Melindungimu
Bab 12 Tidak Ada Cedera yang Ditimbulkan Secara Sengaja
Bab 13 Jahat dan Pendendam
Bab 14 Itu Tidak Tergantung pada Kalian
Bab 15 Anak Haram
Bab 16 Apa Kamu Sakit
Bab 17 Meluruskan Salah Paham
Bab 18 Kacau Balau
Bab 19 Apa Kamu Sudah Sadar Sekarang
Bab 20 Apa Kamu akan Membiarkan Seseorang yang Tidak Kamu Cintai Melahirkan Anakmu
Bab 21 Dijebak
Bab 22 Bertemu di Lift
Bab 23 Grup Fabianto
Bab 24 Menggoda
Bab 25 Jaga Sikapmu, Tuan Fabianto
Bab 26 Adegan yang Intim
Bab 27 Kamu Bukan Gadis Seperti Itu, Bukan
Bab 28 Badai Petir
Bab 29 Menginap di Vila Malam Ini
Bab 30 Menginap
Bab 31 Apa Pria Ini Impoten
Bab 32 Aku Akan Menemanimu Sampai Kamu Tertidur
Bab 33 Sangat Perhatian
Bab 34 Makan di Tengah Malam
Bab 35 Berutang Budi Padanya
Bab 36 Mengusirnya
Bab 37 Mengantarnya Pulang
Bab 38 Aku Tidak Suka Mengulangi Perkataanku
Bab 39 Levon Menginap Semalam
Bab 40 Akhirnya Aku Menemukanmu
Bab 41 Aku Benar-Benar Tidak Memiliki Perasaan Untukmu
Bab 42 Kamu Sudah Terlalu Banyak Bicara Hari Ini
Bab 43 Wanita Itu Terlihat Akrab
Bab 44 Saingan Cintaku Ternyata adalah Profesor Salvano
Bab 45 Mengantarnya Pulang
Bab 46 Kesalahan Pribadi
Bab 47 Menguping Pembicaraannya
Bab 48 Ciuman Penuh Gairah
Bab 49 Menerima Telepon dari Ibu Levon
Bab 50 Orang-orang yang Tidak Bisa Melihat Kebaikanmu
Bab 51 Pernikahan
Bab 52 Persyaratan Nenek
Bab 53 Kesempatan Hidup Bersama Selama Tiga Bulan
Bab 54 Mulai Hari Ini
Bab 55 Aku Akan Bertanggung Jawab Padamu
Bab 56 Perusak Hubungan
Bab 57 Yasmin Mengetahuinya
Bab 58 Terjadi Sesuatu pada Nona Benvolio
Bab 59 Penyelamat
Bab 60 Apa Anda Tidak Ingin Memperjuangkannya
Bab 61 Lakukan Saja Apa yang Kamu Mau
Bab 62 Kebahagiaan yang Sederhana adalah yang Tersulit
Bab 63 Nutrisi
Bab 64 Kamu Melanggar Peraturan Keluarga
Bab 65 Kebencian Evie
Bab 66 Permintaan Maaf yang Tidak Tulus
Bab 67 Aku Tidak Akan Pernah Berbohong Padamu
Bab 68 Penjara Seumur Hidup
Bab 69 Balas Dendam
Bab 70 Mereka Pasti Memiliki Hubungan Rahasia
Bab 71 Tunangan
Bab 72 Scarlet adalah Wanita Perusak Hubungan
Bab 73 Pengkhianat
Bab 74 Mencari Saksi
Bab 75 Apa Ini Cinta
Bab 76 Kepercayaan Tanpa Syarat
Bab 77 Perlindungan
Bab 78 Itu Bukan Salah Pak Salvano
Bab 79 Demi Masa Lalu Kita
Bab 80 Selera Orang Berbeda-beda
Bab 81 Kunjungan
Bab 82 Apa Aku Harus Melapor Padanya
Bab 83 Apa Berat Badanmu Naik
Bab 84 Dewey Mengakui Plagiarisme
Bab 85 Dimanfaatkan
Bab 86 Menanggung Semua Kesalahan
Bab 87 Dia Salah Paham Pada Marlon
Bab 88 Levon Cemburu
Bab 89 Levon Sakit
Bab 90 Levon Telah Membantunya Secara Diam-diam
Bab 91 Menyuapi Obat
Bab 92 Menangis Untuknya
Bab 93 Merman
Bab 94 Apa Kamu Pernah Berjuang Untuk Mendapatkannya
Bab 95 Pria yang Menjawab Telepon
Bab 96 Mempertaruhkan Nyawa Anaknya yang Belum Lahir
Bab 97 Panggilan Larut Malam
Bab 98 Menjaga Perilaku
Bab 99 Konspirasi
Bab 100 Tinggal di Mansion
img
  /  6
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY